Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 86


Dia menutup pintu mengunci dan berjalan ke arah kamar. Sarah mau ke kamar Andre memeriksa keadaan nya seperti biasa namun dia takut.


Sarah masuk ke kamar dan berbaring di tempat tidur sambil berharap Andre datang dan berbicara kepada nya.


Namun dia malah ketiduran sampai besok pagi. Dia terbangun karena mendengar Kina bangun.


"Kamu sudah bangun?" ucap Sarah, kina mengangguk.


"Aku harus belajar bangun pagi agar nanti kalau sudah sekon tidak telat." ucap kina.


"Kamu anak yang sangat pintar sekali." ucap Sarah mengelus kepala Kina. Kina tersenyum.


"Ya udah kalau begitu Ayo ke kamar mandi, setelah itu keluar." ucap Adel. Kina mengangguk.


Setelah selesai dari kamar mandi mereka turun sama-sama.


"Papah pasti belum bangun Tante, aku hari ini bangun lebih cepat dari papah." ucap Kina. Sarah tersenyum.


Namun mereka berdua kaget karena Andre di ruang tamu.


"Loh kok papah tidur di sofa sih tante? kenapa?" tanya Kina.


Sarah menggeleng kan kepala nya.


Kina mau membangun kan Andre namun di tahan oleh Sarah.


"Gak usah, biarkan saja." ucap Sarah. Kina melihat Sarah dia pun mengangguk.


"Iyah deh Tante." ucap Kina.


Tidak terasa hari semakin terang. Andre mendengar suara Kina yang bermain dia langsung bangun.


"Ini masih sangat pagi nak, kenapa kamu sangat cepat bangun?" tanya Andre.


"Papah akhirnya bangun juga. Ini sudah jam sembilan papah." ucap Kina. Andre melihat jam dia sangat kaget dia langsung berdiri.


"Kenapa tidak membangun kan Papah?" tanya Andre syok. Andre melihat ke arah Sarah.


Dia mau berbicara namun melihat wajah Sarah sangat cemberut membuat nya langsung diam.


"Papah gak kerja?" tanya Kina. Andre Mengangguk.


"Ini papah siap-siap dulu, papah sudah sangat telat." ucap Andre.


Andre berlari ke kamar nya. Sampai di kamar dia tidak melihat pakaian nya seperti biasa di atas meja atau kasur.


"Seperti nya Sarah lupa menyiapkan baju ku." ucap nya.


Andre langsung mandi. Setelah rapi dia turun ke bawah.


"Ayo sarapan papah." ajak Kina. Andre mengangguk.


Dia duduk di kursi samping Kina. Setelah Sarah menata makanan dia langsung pergi tanpa menghiraukan Andre.


"Tante Sarah kenapa sih pah? Tidak biasanya Tante Sarah diam seperti itu sama papah." ucap kina. Andre menggeleng kan kepala nya.


"Papah juga tidak tau nak. Ayo kita sarapan saja." Setelah selesai makan Andre langsung berangkat.


Kali ini Sarah tidak lagi membuat sarapan untuk Zikri karena dalam suasana hati yang tidak baik.


"Huff aku sangat benci dengan pak Andre, lihat saja ku akan mendiam kan nya." ucap Sarah mengumpat di balik jendela melihat pak Andre pergi.


Andre berharap kalau Sarah akan mengantar nya ke depan dan memberikan kata-kata semangat ternyata tidak dia sangat kecewa sekali.


"Seperti nya Sarah sangat marah karena tadi malam." batin Andre dia jadi tidak enak hati berangkat ke kantor namun dia harus berangkat.


Di kantor Andre baru membuka handphone nya dia melihat pesan dari kekasihnya itu sangat banyak sekali.


"Maaf.. Saya sangat sibuk sehingga tidak bisa membaca pesan kamu. Hari ini saya akan cepat pulang." balas Andre.


Sarah melihat nya. "Aku tidak perduli, sekalian saja tidak pulang.. Tapi seperti nya tidak mungkin ini rumah nya dan di sini ada anak nya." batin Sarah.


Dia tidak membalas nya. Andre menghela nafas panjang.


"Biasa kan ketuk pintu. Kalau di Kantor dan jam kerja aku adalah bos kamu!" ucap Andre.


"Yah aku minta maaf, ini sangat penting." ucap Zikri.


"Loe mau ngapain?" tanya Andre.


"Kemarin gua dengar kalau loe mencari tau mantan istri loe kan?" tanya Zikri. Andre mengangguk.


"Aku dengar kalau dia ada di salah satu kota ini bersama suami baru nya. Kamu suruh saja orang suruhan mu mencari tau, setelah sudah pasti kamu datang lah menemui dia ." ucap Zikri.


"Tunggu-tunggu dulu nih, kamu tau data mana tentang ini? Tentang aku mencari mantan istri ku?" tanya Andre.


"Aku ini adalah sahabat mu, mana mungkin aku tidak tau karena aku setiap hari bersama kamu!" ucap Zikri.


Andre menghela nafas panjang. "Pasti ini ulah Zikri lagi kan?" tanya Andre. Zikri tersenyum.


"Lagian apa beda nya sih aku sama Vito, aman kok rahasia kamu, yang ada aku ikut membantu kamu " ucap Zikri.


"Ya udah deh kamu kirim saja alamat nya kepada ku, terimakasih sudah mencari tau juga. Ternyata kamu bisa di andalkan." ucap Andre. Zikri mengangguk.


Tidak beberapa lama Akhirnya pekerjaan Andre selesai.


"Akhirnya selesai juga, aku bisa pula lebih awal hari ini." ucap Andre sambil meregangkan otot-otot badan nya.


"Pulang awal bagaimana pak? Ini sudah jam sebelas malam " ucap Staf nya. Andre melihat jam.


"Apa?" ucap nya berteriak sangat kaget sekali.


"Kalau begitu kita harus segera pulang." ucap Andre.


Tidak beberapa lama akhirnya Andre sampai di rumah dia mengetuk pintu berulang kali.


Mungkin Sarah sudah tidur sehingga tidak mendengar nya.


Andre menghela nafas panjang. Terpaksa dia mencari Kunci di dalam mobil nya karena ada di sana kunci cadangan nya.


Dia mendapat kan nya dan langsung masuk ke rumah.


"Huff kalau seperti ini, Sarah akan semakin marah kepada ku." ucap Andre.


Dia membuka pintu, tidak lupa langsung menutup nya namun dia sangat kaget melihat Sarah tidur di sofa tempat tidur nya semalem.


"Sarah... Sarah..." Andre berusaha membangun kan nya, Sarah langsung membuka mata nya dia melihat Andre.


"Kenapa kamu tidur di sini?" tanya Andre.


Sarah duduk dia melihat jam.


"Kamu baru pulang jam segini?" tanya Sarah dengan wajah yang sangat datar sekali.


"Saya minta maaf, saya sama sekali tidak melihat jam, saya berusaha menyelesaikan pekerjaan saya dengan cepat." ucap Andre.


"Kebiasaan deh selalu pulang malam karena kerjaan, bagaimana kalau kamu sakit karena bergadang dan kecapean?" ucap Sarah. Andre menunduk kan kepala nya.


"Saya minta maaf." ucap Andre.


"Kamu juga janji Akan pulang cepat, tapi kenapa tengah malam seperti ini baru pulang?" tanya Sarah.


Andre meletakkan kepalanya di antara kedua paha Sarah dan dia Duduk di karpet.


"Saya minta maaf, saya menerima hukuman apapun dari kamu, jangan marah. Saya sudah mengusahakan nya." ucap Andre.


"Aku tetap akan marah! Aku tidak suka kamu selalu memaksakan diri bekerja seperti ini." ucap Sarah.


Andre menatap Sarah dengan tatapan lesu, sedih.


"Aku kesal kepada kamu, sebaik nya kamu langsung istirahat saja, aku juga mau istirahat ke kamar." ucap Sarah.


Namun Andre menahan nya.


"Jangan pergi saya sangat merindukan kamu." ucap Andre.