
Kina menangis meminta agar di bawa menginap ke hotel, namun semua nya sia-sia Papah nya tak kunjung mau.
"sebaik nya di ikuti saja pak." ucap Sarah. Andre menoleh ke arah Sarah. "Kina kalau di hotel benar-benar tidak bisa di jaga, tidur di tempat yang asing membuat nya tidak nyenyak dan saya tidak akan bisa tidur." ucap Andre.
Sarah menghela nafas panjang. "Saya akan menjaga Kina." ucap Sarah.
Akhirnya mereka ke hotel atas permintaan Kina. Kamar juga Kina yang memilih sendiri. Mereka memesan Kasur double bad.
"Ayo masuk." ucap Andre mempersilahkan mereka masuk ke dalam.
"wahhh cantik banget kamar nya, wangi, luas dan sangat nyaman." ucap Sarah dalam hati.
"Huff wajar lah aku kaget melihat ini, aku baru kali ini ke hotel mewah seperti ini." batin Sarah.
"Bagaimana? kamu suka tidak? Setelah ini kamu tidak boleh banyak permintaan lagi!" ucap papah nya.
"Iyah papah, aku sangat suka sekali." ucap Kina.
"Berenang sekarang tidak mungkin karena sudah malam, sebaiknya kamu istirahat saja." ucap Andre kepada Kina.
"Air di dalam kolam itu hangat papah, sekalian saja aku mandi, sekalian juga berenang." ucap Kina.
Andre menghela nafas panjang.
"Sesekali kali kamu mengiyakan kata-kata papah, apa salah ny?" tanya Andre dengan nada yang cukup tinggi.
Kina langsung takut dia berlari ke belakang Sarah.
"Kenapa bapak marah-marah seperti itu kepada Kina? Bapak bisa melarang nya dengan baik-baik, tidak perlu berteriak seperti itu." ucap Sarah.
"Kamu yang membuat kina keras kepala!" ucap Andre. Sarah seketika langsung terdiam, Lagi-lagi dia yang harus salah karena kelakuan Kina.
"Saya minta maaf." ucap Sarah dengan nada yang sangat bersalah sekali.
Andre melihat Sarah dan Kina masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Setelah selesai mandi mereka langsung tidur di tempat tidur yang khusus untuk mereka berdua tanpa menghiraukan Andre.
Andre menghela nafas panjang. "Papah minta maaf." ucap Andre mendekati Kina.
Kina menatap papah nya.
"Kina juga minta maaf papah." ucap Kina langsung memeluk Andre. Andre menatap Sarah.
Sarah hendak pergi Andre menahan nya.
"Saya terlalu banyak pikiran, bukan maksud saya untuk marah kepada kamu atau Kina." ucap Andre.
"Dari kemarin bapak terlihat sangat emosi, saya bahkan tidak tau salah saya di mana." ucap Sarah.
"Saya minta maaf. Saya janji tidak akan berkata-kata kasar atau memarahi kamu mau pun Kina." ucap Andre.
Sarah melepaskan tangan Andre. "Baiklah." ucap Sarah.
Sarah pergi dari tempat tidur, sementara Andre menemani kina tidur terlebih dahulu.
"Sarah kemana yah?" ucap Andre setelah melihat kina tidur. Dia beranjak dari tempat tidur mencari Sarah.
Dan ternyata Sarah sedang menelpon dengan seseorang di luar. Andre kembali masuk.
"Kepala ku hampir pecah sekarang karena memikirkan perasaan ku kepada Sarah." batin Andre.
"Aku cemburu melihat Sarah bersama pacar nya, aku tidak ingin orang lain memeluk Sarah. Tapi aku melihat Sarah begitu nyaman di pelukan Martin.
"Sudah tidak ada harapan untuk ku, tidak mungkin Sarah meninggalkan kekasihnya." ucap Andre.
Tidak beberapa lama selesai menelpon dengan penjaga asrama Gio dia masuk ke dalam. Tidak melihat Andre di kasur dia mencari di ruangan Itu namun tidak ada.
Dia melihat ke balkon dan ternyata Andre di sana. "Di sini sudah sangat dingin pak, kenapa bapak masih di luar?" tanya Sarah.
"Kalau bapak tidak ingin di ganggu saya akan masuk, tapi ingat bapak baru saja sembuh, sebaik nya jangan lama terkena angin malam." ucap Sarah.
"Sarah!" panggil Andre. "Humm Iyah pak." ucap Sarah. Andre menepuk kursi yang di samping nya.
Sarah Duduk di samping Andre walaupun sedikit canggung.
"Kamu sudah selesai menelpon dengan kekasih mu?" tanya Andre.
"Kok bapak tau saya menelpon?" tanya Sarah.
"Saya tidak sengaja melihat kamu di depan." ucap Andre.
"Saya baru saja menelpon ibu asrama Gio, menanyakan kabar Gio bagaimana." ucap Sarah.
"Oohh." ucap Andre. Dia sangat lega karena dia berfikir Sarah bertelepon dengan Martin.
"Lalu bagaimana dengan adik kamu?" tanya Andre.
"Sekarang Gio sudah sembuh total, dia juga sudah bisa ikut bermain dengan teman-temannya, aku tidak sabar ingin bertemu dengan nya." ucap Sarah.
Andre tersenyum. "Bagus deh kalau begitu." ucap Andre. Sarah memerhatikan wajah Andre.
"Seperti nya bapak ada masalah, apa boleh saya bantu?" tanya Sarah. Andre menatap Sarah.
"Seandainya saja saya bisa Jujur, saya ingin jujur sekarang, namun saya tidak ingin kamu pergi dari saya setelah mendengar ini." batin Andre.
Andre menggeleng kan kepala nya. "Tidak ada." ucap Andre.
"Tapi kelihatannya bapak seperti memiliki beban pikiran. Tidak seperti biasanya." ucap Sarah.
"Semua nya baik-baik saja, kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya." ucap Andre.
Sarah mengangguk.
"Oh iya kalau boleh tau apa pendapat kamu tentang seseorang yang mencintai diam-diam?" tanya Andre.
Sarah menatap langit. "Humm menurut aku itu sih hal wajar, hanya saja kalau tidak segera di ungkapkan Akan menjadi sebuah penyesalan terbesar." ucap Sarah.
"Seseorang itu tidak berani mengungkapkan nya karena berfikir orang yang dia suka sangat membencinya, tidak menyukai nya karena memiliki sifat yang kurang bagus." ucap Andre.
"Humm kalau seperti itu sih, saya tidak tau jelas, hanya saja mencintai dalam diam itu adalah hal yang sulit. Sangat menjadi tantangan." ucap Sarah.
"Hal yang sangat sulit bagi saya, ini benar-benar menguji kesabaran saya." ucap Andre.
"Bapak kah yang mencintai seseorang diam-diam?" tanya Sarah. Andre seketika langganan gugup, malu, bingung mau mengatakan apa.
"Jujur saja pak, pasti bapak kan? Beruntung sekali perempuan yang bapak Sukai diam-diam. Pasti dia sangat cantik kan?" ucap Sarah.
Andre menatap mata Sarah. "Asal kamu tau, perempuan yang kamu bilang beruntung itu adalah diri kamu sendiri Anisa." batin Andre.
"Tapi sayangnya saya tidak melihat ada tanda-tanda cemburu di mata kamu, kamu seperti nya saya mendukung dengan orang lain." ucap Andre dalam hati.
"Tapi kalau saya Jujur ke orang tersebut, apakah menurut kamu dia akan menerima saya?" tanya Andre.
"Siapa yang berani menolak bapak? mereka akan sangat rugi sekali kalau menolak bapak." ucap Sarah.
"Kenapa rugi?" tanya Andre.
"Karena bapak tampan, bapak kaya, bapak juga baik walaupun terkadang mengesalkan." ucap Sarah.
Andre tersenyum mendengar pujian dari Sarah.
"Saya selalu mendengar pujian, namun kenapa kata-kata yang keluar dari mulut Sarah sangat membuat ku bahagia?" ucap Andre dalam hati sambil tersenyum malu-malu.