Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 79


Setelah memastikan Kina tidur, dia pun keluar.


Tadi nya dia mau ke bawah mencari Sarah namun dia belum menukar baju nya.


Andre memilih untuk menukar nya terlebih dahulu agar lebih nyaman. Namun di kamar dia kaget melihat Sarah sedang membersihkan tempat tidur nya.


"Kamu di sini? saya pikir kamu ada di lantai bawah." ucap Andre. "Tempat tidur bapak sudah kotor karena Kina yang naik-turun. Aku mencoba membersihkan nya agar bapak lebih nyaman." ucap Sarah.


Andre tersenyum. "Terimakasih." ucap Andre.


"Kalau bapak mau tukar baju, aku sudah membuat nya di kamar mandi." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. "Tidak ada siapapun di sini hanya ada kita berdua, tapi kenapa kamu harus memanggil saya dengan panggilan bapak? Saya ini pacar kamu." ucap Andre.


Sarah tersenyum tipis. "Aku bingung harus memulai nya bagaimana, tapi aku sudah terbiasa dengan panggilan ini." ucap Sarah.


"Panggil saya dengan sebutan Sayang." ucap Andre mendekati Sarah.


Sarah semakin mundur sampai mentok ke dinding.


"Bapak mau ngapain?" tanya Sarah gugup. "Kalau kamu tidak mengubahnya saya tidak bisa menjamin kalau tidak terjadi apa-apa kepada kamu malam ini." ucap Andre.


Sarah menahan Dada Andre.


"Ba-baik sayang." ucap Sarah. Andre seketika langsung terdiam dia menatap Sarah.


"Aku sudah menyebut nya, minggir lah." ucap Sarah. Andre menggeleng kan kepala nya.


"Saya belum mendengar nya dengan baik, sebaik nya kamu menyebut nya lebih sering agar saya bisa mendengar nya dengan jelas." ucap Andre.


"Baiklah sayang.." ucap Sarah sambil tersenyum. Andre tergila-gila dia mengelus-elus wajah Sarah mau mencium nya namun di tahan oleh Sarah.


Sarah menghela nafas panjang.


"Sekarang Pekerjaan ku sudah selesai, aku mau keluar. Di sini lama-lama membuat ku khawatir dengan keselamatan ku." ucap Sarah langsung kabur.


Andre melihat Sarah keluar dia tertawa.


"Kamu membuat saya semakin tergila-gila kepada kamu." batin Andre.


Tidak beberapa lama akhirnya Andre selesai menukar baju nya dia keluar karena belum mengantuk.


Dia melihat Sarah menonton di bawah dia juga ikutan.


"Apa saya boleh ikutan?" tanya nya. Sarah menoleh ke arah Andre yang berdiri di belakang nya. Namun ternyata Andre sudah mendekat kan wajah nya ke wajah Sarah.


Sarah tidak menjawab, Andre langsung duduk di samping Sarah.


"Nih." ucap Andre memberikan eskrim kepada Sarah.


"Kenapa di kasih sama ku? Ini milik Kina, kalau dia tau berkurang dia pasti Akan menangis." ucap Sarah.


"Makan lah, di kulkas tidak ada makanan apapun. Hanya ada ini." ucap Andre. "Oh iya aku lupa untuk belanja..Aku akan belanja besok." ucap Sarah.


"Saya ikut." ucap Andre. Sarah menatap nya. "Sejak kapan bapak mau ikut belanja?" tanya Sarah. "Kamu adalah pacar saya, sudah seharusnya saya membantu kamu, lagian kamu belanja untuk keperluan rumah." ucap Andre.


"Tapi besok bapak ada pekerjaan, mana mungkin bapak bisa membantu ku." Ucap Sarah.


"Saya bisa mengundurkan nya." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Jangan lakukan itu." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang.


"Tapi saya ingin menemani kamu." ucap Andre.


"Pak! Kita baru saja pacaran, baru dua hari. aku Harap jangan terlalu berlebihan membuat aku tidak nyaman. Lagian kalau seperti sifat bapak yang sekarang Akan membuat Kina tau dan akhirnya orang tua bapak juga tau." ucap Sarah.


Sarah melihat wajah Andre seperti itu membuat nya merasa bersalah karena mengatakan hal seperti itu. Sebelum nya dia tidak lah pernah membuat Andre sampai terdiam seperti itu.


Sarah menghela nafas panjang. Sarah memberanikan diri memegang tangan Andre.


Andre menatap Sarah. "Aku tidak nyaman kalau terlalu di perlakukan berlebihan, mau bagaimana pun aku tetap lah baby sister di sini." ucap Sarah.


"Saya bersifat seperti ini karena saya mencintai kamu, saya ingin Menunjukkan keseriusan saya kepada kamu." ucap Andre.


"Humm aku tau." ucap Sarah. Andre melepaskan tangan Sarah.


Sarah menahan nya. Sarah mendekat sehingga membuat Andre kebingungan. Sarah memberikan pelukan.


"I Love you " ucap Sarah berbisik pelan di telinga Andre.


Andre yang tadi nya sudah bad mood jadi tiba-tiba tersenyum.


"I love you too Sarah." ucap Andre dengan senyuman manis. Sarah tersipu malu dia mau melepaskan pelukannya namun di tahan oleh Andre.


"Kamu sangat pintar membuat mood saya kembali lagi." ucap Andre. Sarah tersenyum.


"Aku mau tidur. Lepas kan aku." ucap Sarah mengawas kan tangan Andre dari pinggang nya.


Namun Andre tidak mau dia menahan pinggang Sarah.


Andre menatap Sarah dengan tatapan cinta. Sarah menatap nya dia memegang wajah Andre dengan kedua tangan nya.


"Sudah waktunya untuk tidur." ucap Sarah. Andre menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak akan mengijinkan kamu tidur, karena ini waktu nya kita berduaan." ucap Andre.


"Masih ada hari esok." ucap Sarah.


"Selagi Kina bangun dia tidak akan membiarkan saya dekat dengan kamu." ucap Andre. Sarah tertawa kecil.


"Kenapa kamu tertawa? Saya akan mencari baby sister yang baru untuk Kina, dan kamu hanya mengurus saya." ucap Andre.


"Jangan aneh-aneh deh pak. Sebaiknya kita istirahat." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. Sarah tersenyum dia berjalan meninggalkan Andre. Namun Andre tidak ingin sendiri dia mematikan TV dan langsung pergi mengikuti Sarah.


"Loh kenapa bapak ke sini?" tanya Sarah melihat Andre sudah membawa bantal dan selimut nya.


"Saya tidak betah tidur sendirian di kamar, saya Ingin tidur di sini bersama kamu." ucap Andre, Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Bapak harus tidur di kamar bapak sendiri." ucap Sarah.


"Tapi saya di sini bisa menjaga kamu, saya akan memeluk kamu ketika mimpi buruk." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak bisa percaya sama bapak, status kita sudah beda, bisa jadi hal yang tidak di inginkan terjadi, aku tidak mau." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. "Saya tidak Akan melakukan apapun. saya hanya ingin tidur di sini memeluk kamu." ucap Andre.


Sarah menggeleng kan kepala nya dia mendorong Andre keluar.


"Selamat malam Pacar ku yang tampan, mimpi indah yah." ucap Sarah tersenyum sambil main mata dan langsung menutup pintu.


"Sarah... Kenapa kamu sangat tega? Saya ingin bersama kamu." ucap Andre dengan suara lemas sambil mengetuk pintu.


"Kalau bapak tidak pergi tidur, aku akan mendiam kan bapak besok, aku juga Akan marah dan tidak Akan perduli." ucap Sarah mengancam.


Andre yang takut Akan hal itu dia langsung menginyakan.


"Baiklah saya pergi tidur. Good night sayang..." ucap nya.