Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 40


"Mbak Sarah. Mbak baru datang?" tanya penjaga asrama.


"Iyah Bu, Gio nya ada kan?" tanya Sarah.


"Loh bukannya Gio masih di rumah sakit?" ucap penjaga itu.


"Rumah sakit? Gio sakit Bu? Kenapa saya tidak tau? Tidak ada juga yang memberi tau kepada saya!" ucap Sarah.


"Bukan sakit Sarah, Tapi Gio sedang di terapi. Sekarang keadaan nya sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya." ucap Ibu itu.


"Rumah sakit mana Bu?" tanya Sarah langsung. setelah tau rumah sakit yang mana akhirnya dia langsung Menuju ke sana.


Sepanjang perjalanan dia sangat bingung.


Sesampainya di rumah sakit dia mencari Adik nya. Dia melihat Adik nya sudah mulai bisa berjalan tanpa tongkat.


"Gio.."" ucap Sarah.


Gio tersenyum ketika melihat Sarah dia berjalan mendekati Sarah.


Sarah memerhatikan kaki dan seluruh badan Gio.


"Kamu sudah bisa jalan lagi dek?" tanya Sarah. Gio menganguk.


"Besok Adek Gio sudah boleh pulang mbak, dia sudah sembuh, hanya perlu banyak istirahat jaga pola makan dan juga banyak-banyak menggerakkan kaki nya." ucap dokter.


"Terimakasih dokter, tapi bagaimana dengan biaya? saya tidak memiliki uang untuk membayar semua nya." ucap Sarah.


Dokter dan suster itu tersenyum.


"Yang membawa Adek Gio ke sini adalah Pak Andre, beliau yang bertanggung jawab atas kesembuhan Adek Gio. Mbak tidak perlu memikirkan Biaya nya." ucap dokter.


Sarah kaget.


"Baiklah dokter, terimakasih banyak." ucap Sarah.


Dia membawa Gio ke ruangan Gio.


"Pak Andre kenapa melakukan ini? Kenapa sebelum nya dia tidak memberi tau aku?" batin Sarah kebingungan.


Di sore hari nya Andre dan juga Kina baru saja sampai ke rumah. Kina langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke rumah karena melihat pintu terbuka.


"Tante Sarah..." panggil Kina namun ternyata bukan Sarah melainkan Nenek nya yang datang.


"Nenek." ucap Kina sambil memasang wajah lesu.


"Kok kamu sedih gitu sih? Ada apa? Kamu dari mana saja?" tanya Nenek nya.


"Aku ikut dengan papah." ucap Kina.


"Kalau ikut papah pasti bahagia dong, kok ini jadi sedih gitu sih?" tanya Nenek nya.


Kina menggeleng kan kepala nya. Bu Rosa menoleh ke arah Andre.


"Ada apa dengan Kina? Kamu Marah kepada dia?" tanya Bu Rosa.


"Kina membuat kekacauan di kantor mah. Bagaimana aku tidak Marah?" ucap Andre. Bu Rosa menghela nafas panjang.


"Kenapa kamu membawa nya ke kantor? Di mana pengasuh nya?" tanya Bu Rosa.


"Papah meminta Tante Sarah pulang nek, Tante tidak akan pulang cepat ke sini." ucap Kina.


Bu Rosa menoleh ke arah Andre.


"Bagus deh Kalau Sarah tidak di sini, nenek tidak ingin dia mengajari kamu yang tidak-tidak, kamu jadi nakal seperti ini pasti gara-gara Tante Sarah." ucap Bu Rosa.


Kina menggeleng kan kepala nya.


"Enggak Nenek." ucap Kina.


"Sudah tidak perlu membela nya seperti itu, bila perlu Sarah tidak usah kembali ke sini." ucap Bu Rosa.


Kina tak kunjung diam, Nenek nya mengajak keluar baru dia bisa diam. Andre melihat handphone nya.


"Kenapa dia tidak mengatakan apapun kepada ku?" batin Andre mengingat Sarah.


Sarah kembali ke rumah Bibik nya karena tidak bisa menginap di rumah sakit menemani Adik nya.


"Assalamualaikum Bik." ucap Sarah.


"Walaikumsalam.. Kenapa kalian pulang ke sini? Jangan bilang kalau kamu bermasalah lagi dengan bos mu." ucap Bibik nya.


Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok Bik, aku libur satu Minggu menemani Gio yang sedang di rumah sakit." ucap Sarah.


"Gio di rumah sakit? Kenapa bisa?" tanya Bibik nya.


"Untuk membantu mengobati kaki nya yang sakit." ucap Sarah.


"Kamu dari mana uang untuk itu? Jangan coba-coba untuk merepotkan Bibik yah! Kalian selalu saja merepotkan saya!" ucap Bibik nya.


."Enggak kok Bik." ucap Sarah.


"Bagus deh kalau enggak. Bibik juga Tidak mau membantu anak seperti kalian ini, anak yang tidak tau di untung." ucap Bibik nya.


Sarah yang mendengar cacian dari Bibik nya itu hanya bisa menghela nafas panjang mengelus dada berusaha untuk Sabar. Walaupun sudah terbiasa sia tetap merasakan sakit yang luar biasa.


"Ya udah kalau begitu aku masuk dulu yah bik." ucap Sarah.


"Bibik mau keluar, tolong kamu bersihkan rumah Bibik." ucap Bibik nya langsung pergi meninggalkan Sarah.


Sarah menghela nafas. Rencana nya mau istirahat pulang, namun ternyata malah di suruh bersih-bersih, melihat rumah yang sangat berantakan membuat nya lelah duluan.


Namun dia tidak boleh berlengah-lengah, dia harus segera menyelesaikan semua nya dan langsung istirahat.


Setelah semua nya selesai dia langsung istirahat ke kamar nya.


Ia membuka handphone nya. "Apa aku menanyakan langsung kepada pak Andre dan mengucap kan terimakasih? Tapi pak Andre masih marah kepada ku." ucap Sarah.


"Huff ini semua salah ku, sehari aku tidak perlu marah pada saat itu, sudah jelas-jelas aku tau kalau Pak Andre membantu menenangkan aku dari mimpi buruk." batin Sarah.


Dia menghela nafas panjang beberapa kali.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku sangat jahat, aku tidak tau tanda terimakasih, pak Andre orang yang baik walaupun terkadang mengesalkan." ucap Sarah.


Dia membaringkan tubuhnya dia mengingat perlakuan Andre yang sangat baik kepada nya.


"Aku sudah sangat nyaman dengan pak Andre, aku sangat suka dia memeluk ku, namun tubuh ku menolak dia karena trauma ku." ucap Sarah.


"Pak Andre... Seandainya saja Bapak bisa aku miliki.." ucap Sarah dan langsung tidur. Andre yang juga berbaring di kamar nya mengingat Sarah.


"Dia pasti sudah tidur sekarang. Percuma saja aku menunggu telpon dari dia." batin Andre dan meletakkan ponsel nya di atas meja.


"Semoga kamu tidak mimpi buruk." batin Andre. Dia mengingat beberapa hari yang lalu Sarah masih sering mimpi buruk.


Namun Andre langsung cepat datang dan menenangkan Sarah walaupun Sarah tidak sadar sama sekali. Andre memastikan Sarah tidur Dengan nyenyak baru dia kembali ke kamar nya.


Keesokan harinya...


"Papah aku sangat lapar..." ucap Kina mengelus perut nya mendekati Andre yang siap-siap berangkat ke kantor.


"Papah sudah membeli makanan di meja makan, kenapa kamu tidak makan?" tanya Andre.


"Aku mau makan bubur buatan Tante Sarah." ucap Kina, Andre menghela nafas panjang.


"Tidak ada Tante Sarah tidak ada bubur, makan apa yang ada setelah itu papah akan mengantarkan kamu ke rumah nenek." ucap Andre.


"Aku gak mau ke sana Pah." ucap kina.


"Tidak mungkin papah membawa kamu ke kantor lagi." ucap Andre.