
"Ini enak kok mah, rasa nya enak sekali. Nasi goreng buatan mamah Belum tentu bisa seenak ini." ucap Suaminya. Bu Rosa mau marah namun suami nya langsung memasukkan satu sendok nasi goreng..
"Jangan marah-marah Mulu mah, di coba dulu. Sarah memasak ini pasti sudah capek, dia hanya sendiri mengerjakan semua nya, kita harus menghargai dia, walaupun dia hanya Baby sister Tapi dia manusia sama seperti kita." ucap Papah nya.
"Papah belain Sarah?" ucap Bu Rosa dengan nada yang tinggi sambil mengunyah nasi goreng.
"Bukan membela mah, hanya saja Mamah sudah keterlaluan, Mamah setiap hari selalu seperti ini, Papah mendengar nya sudah muak." ucap suami nya.
"Kalau begitu papah pergi saja mencari istri yang baru." ucap Bu Rosa.
"Loh kok jadi Marahan sih, ini lagi di depan makanan tidak baik seperti itu." ucap Andre.
Mamah nya terdiam sejenak. Dia merasakan nasi goreng itu dia menyuapi lagi.
"Enak kan Mah?" ucap suami nya. "Lumayan." jawab Bu Rosa dengan singkat. Andre hanya bisa tersenyum. Sementara kina Sibuk dengan makanan nya tidak perduli apa yang di debat kan oleh mereka.
"Yang di katakan papah benar mah, Mamah selalu saja tidak setuju kalau aku memperkejakan orang di sini, Mamah juga selalu protes." ucap Andre.
"Mamah seperti ini karena mau kamu menikah lagi, kemarin kamu bilang sudah ada, mana dia? Kenapa tidak membawa nya ke sini?" tanya Mamah nya.
"Oohh itu.." ucap Andre.
"Kalau sudah ada bawa saja kepada kami nak, kalau kamu sudah yakin nikahin saja." ucap Papahnya.
"Aku gak mau papah menikah dengan orang lain. Papah harus menikah dengan Tante Sarah." ucap Kina.
"Apa yang kamu katakan Kina." ucap Andre.
"Jangan-jangan Sarah yang mengajari kamu seperti ini kan?" tanya nenek nya. Kina menggeleng kan kepala nya.
"Kan apa Mamah bilang. Sarah berpengaruh buruk untuk kamu dengan Kina." ucap Bu Rosa.
"Kina hanya berbicara sembarangan mah, dia anak kecil wajar saja." ucap Dika.
"pokoknya mamah gak mau tau, kamu harus cepat menikah dan ada yang mengurus Kina." ucap Bu Rosa.
"Nenek jahat! aku gak mau Papah menikah." ucap Kina langsung pergi begitu saja meninggal meja Makan.
"Kina! Kina." panggil Andre.
"Sudah biarkan saja, sesekali dia harus di biarkan agar mengerti." ucap Bu Rosa.
"Tante..." Ucap kina menangis ke kamar. Sarah yang baru saja selesai mandi kaget melihat kina datang langsung menangis.
"Ada apa Kina? Kenapa kamu nangis?" tanya Sarah mengendong nya.
"Papah mau menikah lagi, aku gak mau papah menikah, aku mau papah menikah dengan Tante Sarah aja." ucap Kina.
Sarah tersenyum mendengar itu.
"Tante ada Baby sister kina, bukan pacar papah. Jadi Tante gak boleh nikah sama papah karena Tante juga sudah punya pacar." ucap Sarah dengan lembut.
"Gak mau... Tante harus menikah dengan papah.. Tante gak boleh sama orang lain." ucap Kina.
"Jangan berbicara seperti itu.." ucap Sarah.
"Aku gak mau Tante, aku mau sama Tante Terus. Kalau papah menikah dengan orang lain Tante akan di usir dari sini dan Mamah baru yang mengurus ku." ucap Kina.
"Enggak mungkin Kina. Tante Sarah akan di sini menjaga Kina Sampai kina Bosan." ucap Andre yang baru saja datang.
"Papah ngapain di sini? Papah pergi saja Sama Nenek." ucap Kina.
"Kina gak boleh gitu yah sama nenek, nanti Nenek sedih gimana? Nenek itu sudah tua, dia cuma pengen Cucu dan anak nya ada yang jagain dan ngurus." ucap Andre.
"Kan sudah ada Tante Sarah. Papah juga sayang kepada Tante Sarah, menikah saja dengan Tante Sarah." ucap Kina. Andre menatap wajah Sarah.
"Maksud kamu sayang?" tanya Andre.
"Papah perduli sama Tante Sarah, papah juga peluk Tante Sarah. Papah tidak pernah peluk Tante Anggun. Tapi Tante Sarah papah sangat perduli." ucap Kina.
Andre terjebak dia bingung harus menjawab apa sekarang.
"Papah sayang kan sama Tante Sarah? Kata nya kalau sayang harus di nikahin." ucap Kina.
"Kamu dapat kata-kata itu dari mana nak? papah melakukan hal seperti itu karena Tante Sarah sakit, dia mimpi buruk." ucap Andre.
Kina menghela nafas. "Kalau Papah tidak mau menikah dengan Tante Sarah, dan nikah dengan orang lain aku ikut Tante Sarah saja." ucap Kina.
Andre sudah lelah menjelaskan kepada Kina.
"Baiklah Papah tidak akan menikah dengan orang lain, papah akan terus sendiri. Biar saja papah jadi Duda lapuk." ucap Andre.
Sarah tertawa mendengar kata-kata Andre yang sudah pasrah.
"Saya bingung entah apa yang kamu berikan kepada anak saya." ucap Andre.
"Saya tidak memberikan apapun Pak." ucap Sarah.
"Kata siapa kamu tidak memberikan apa-apa? Tidak hanya Kina Tapi saya juga. kamu memberikan kasih sayang, perhatian, dan juga kehangatan serta keceriaan." batin Andre.
"Bahkan saya sangat nyaman bisa berada di dekat kamu seperti ini. Saya tidak tau apa yang terjadi kepada diri saya.. Hanya saja ini benar-benar berbeda." batin Andre.
"Kalau begitu ayo keluar. Nenek sama Kakek datang mau melihat kamu." ucap Andre kepada Kina.
"Aku tidak mau, aku mau di kamar saja Pah." ucap Kina.
"Ya udah kalau begitu, papah akan bawa Tante Sarah keluar." ucap Andre menarik tangan Sarah. Sarah terkejut.
"Ada apa ini? kenapa jantungku berdetak begitu cepat?" batin Sarah.
"Jangan papah." ucap Kina menahan Sarah.
Sarah melihat tangan nya. Andre langsung melepaskan nya.
"Maaf, saya tidak sengaja." ucap Andre.
"Aku ikut Tante." ucap Kina. Sarah dan kina akhirnya turun.
Sarah membuat kan kopi ke ruang tamu karena mereka semua lagi fokus bekerja.
"Sarah tolong ambilkan beberapa map yang ada di atas meja kerja saya." ucap Andre. Sarah langsung menginyakan dan mengambil ke atas.
Setelah masuk dia mencari map di atas meja, setelah dapat dia sangat kaget karena melihat lukisan nya di pajang tepat di samping meja kerja Andre.
Sarah Tersenyum. "Sayang sekali lukisan itu sedikit lagi baru selesai." ucap Sarah.. Namun dia harus segera mengantarkan map itu ke ruang tamu.
Bu Rosa melihat Sarah dia selalu Menatap dengan tatapan tajam. Sarah tidak berani melihat karena dia takut...
"Ini map nya pak." ucap Sarah. Andre mengambil namun tidak sengaja dia memegang tangan Sarah. Bu Rosa melihat itu dia sangat kesal sekali semester suami nya hanya bisa senyum-senyum saja.