Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 10


Di kamar mandi dia berdiri lama melihat gaya ikat yang di buat oleh Andre.


"Kenapa begitu cantik sekali." batin Sarah. Sarah tidak membuka nya dia juga tidak mencuci rambut nya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia keluar namun dia sangat kaget melihat mainan Sarah sudah berserakan.


"Kamu mandikan Kina, saya sudah memberikan dia makan." ucap Andre.


Sarah memanggil Kina. kina mendekat kepada nya. "Ayo mandi. Kamu sangat berantakan." ucap Sarah.


Di kamar mandi Sarah harus sabar menunggu Kina yang berendam di kamar bak mandi.


Kina sangat suka air dia hobi berenang. Kina sudah selesai mandi sarah memberikan tontonan di tv pada Kina agar dia bisa bekerja memberikan ruangan itu.


"Pak Andre kemana yah?" batin Sarah karena tidak melihat nya setelah keluar dari kamar tadi.


Dia mendengar suara orang tertawa di depan.


Sarah penasaran dia berjalan ke luar melihat siapa yang ada di depan.


Dan ternyata ada teman Andre yang datang ke rumah nya.


"Oohh pantesan saja." ucap Sarah. Dia masuk dan merapikan semua nya.


Setelah semua nya selesai dia duduk di ruang tamu untuk istirahat. "Aku baru aja selesai mandi sudah berkeringat lagi." ucap Sarah.


"Ya ampun aku baru ingat kalau cucian ku sudah menumpuk." ucap Sarah.


"Sarah!!!" panggil Andre dari luar. Sarah langsung keluar.


"Iyah Pak. Apa yang bisa saya bantu?" tanya Sarah langsung. Teman Andre memerhatikan Sarah.


"Tolong buat kan kopi untuk kita berdua." ucap Andre.


"baiklah Pak." ucap Sarah kembali masuk ke dalam.


"Siapa? Sepupu kamu?" tanya teman laki-laki nya.


"Pengasuh baru Kina." ucap Andre.


"Loh Anggun kemana?" tanya Vito.


"Dia sudah menikah satu bulan yang lalu." ucap Andre.


"Humm pantesan saja kamu lebih banyak menghabiskan waktu di rumah." ucap Vito.


"Aku tidak bisa percaya dengan mudah kepada orang baru." ucap Andre. Sarah mendengar itu karena kebetulan dia sudah datang membawa kopi.


"Silahkan di minum Kopi nya pak." ucap Sarah kepada Vito. Vito tersenyum. "Terimakasih...." ucap Vito dengan sangat lembut.


"Sangat cantik sekali..." ucap Vito melihat Sarah masuk ke dalam rumah.


"Kamu dapat dari mana pengasuh yang sangat cantik seperti itu?" tanya Vito.


"Mata kamu tidak bisa melihat perempuan cantik sedikit saja, langsung ada niat aneh." ucap Andre.


"Tapi pengasuh Kina benar-benar sangat cantik sekali. Anggun cantik sih, tapi lebih cantik yang ini. Kalau boleh tau Siapa nama nya?" tanya Vito.


"Nama nya Sarah.. Kalau kamu mau mendekati dia ,dekati saja." ucap Andre.


"Hah? Kamu serius?" tanya Vito. Andre menganguk. Vito tersenyum. "Kamu sengaja menjebak ku kan? Setelah itu kamu memberi tau kepada Fina." ucap Vito memaksudkan pacar nya.


Andre tersenyum miring. Cukup lama mereka berbincang-bincang di luar.


"Sudah satu bulan aku di sini,. namun pak Andre tak juga percaya kepada ku. aku sama sekali tidak berniat jahat, aku bahkan sudah menanamkan di dalam diri ku untuk bekerja dengan hati, tapi rasanya sangat Sedih mengetahui pak Andre belum percaya." batin Sarah.


Sarah selesai mencuci kain dia kembali ke ruang tamu.


Dia melihat kina yang sudah mulai mengantuk.


"Waktu nya tidur siang, ayo tidur siang." ucap Sarah mengendong Kina ke kamar.


"Akhirnya aku bisa istirahat." ucap Sarah. "Tok.. Tok.. Tok.." Bunyi ketukan pintu tiga kali.


"Iyahh Pak." ucap Sarah membuka pintu karena sudah tau itu pasti Andre.


"Kina sudah tidur?" tanya Andre. Sarah menganguk.


"Saya ingin berbicara dengan kamu." ucap Andre. "Tapi Pak kina tidak bisa di tinggal, dia akan menangis." ucap Sarah.


"Dia sudah sangat nyenyak, ayo ikut dengan saya." ucap Andre. Sarah mengikuti nya keluar menutup pintu perlahan.


"Ambil ini." ucap Andre memberikan amplop kepada Sarah.


"Apa ini Pak?" tanya Sarah.


"Kamu buka saja." ucap Andre. Sarah sedikit bingung dan takut.


"Kamu mau atau tidak? Kalau kamu tidak mau saya akan memberikan kepada orang lain!" ucap Andre.


"Iyah pak saya mau." ucap Sarah mengambil amplop dari tangan Andre.


"Uang?" ucap Sarah.


"Sudah satu bulan kamu bekerja di sini, ini Gaji kamu." ucap Andre. "Loh bukannya sebelum nya sudah di ambil oleh Bibik saya?" tanya Sarah.


"Yang di ambil hanya setengah gaji kamu, jadi setengah lagi masih kamu terima." ucap Andre.


"Ya Allah terima kasih pak. Saya berfikir kalau tidak akan mendapatkan gaji selama satu tahun." ucap Sarah.


"Saya senang dengan cara kerja kamu, bekerja jadi baby sister dan juga pembantu tidak lah mudah. Ini bonus untuk kamu " ucap Andre memberikan amplop kedua.


Sarah membuka nya.


"Terimakasih banyak Pak." ucap Sarah sangat senang dan memeluk Pak Andre.


Andre yang tiba-tiba di peluk langsung terdiam.


Sarah sadar dia langsung terdiam dan melepaskan Andre.


"Ma-maaf pak, saya tidak sengaja..Saya sangat senang karena ini adalah gaji pertama saya." ucap Sarah.


"belilah apa yang kamu butuhkan." ucap Andre. Sarah tersenyum sambil mengangguk.


"Oh iya saya minta maaf sudah menyusahkan kamu tadi malam." ucap Andre.


"Menyusahkan? Bukan nya bapak setiap hari menyusahkan aku?" ucap Sarah. Andre terdiam sambil menaikkan alis nya.


Sarah menutup mulutnya.


"Maafin saya pak, saya tidak bermaksud berbicara seperti itu." ucap Sarah. Andre mengambil bonus Sarah.


"Saya akan mengambil ini lagi karena kamu membuat saya marah!" ucap Andre membawa uang itu kembali ke kamar nya.


"Aaaaa Sarah kenapa kamu keceplosan gini sih? Hangus deh bonus kamu." ucap Sarah memukul mulut nya sendiri.


"Tapi gak apa-apa deh, gaji ku ini jauh lebih besar dari Apa yang aku pikirkan.. Ternyata aku tidak sia-sia bekerja 24 jam di sini." ucap Sarah.


"Tapi aku sangat lelah dan mengantuk." ucap Sarah berbaring di sofa. Tidak butuh beberapa menit dia langsung tidur begitu pulas.


Andre keluar dari kamar dia melihat Sarah.


"Huff dasar perempuan yang sangat aneh." ucap Andre. Dia mendekati Sarah.


"Heh! heh! Bangun!" ucap Andre. "Biarkan saya tidur dulu pak, saya sangat lelah sekali. Badan saya terasa sangat sakit dan mau patah." ucap Sarah berbicara antara sadar dan tidak.


Andre menghela nafas panjang. "Saya ingin Makan Siang." ucap Andre. "Bapak bisa mengambil sendiri. saya sudah menyiapkan semua nya di atas meja." ucap Sarah.


"Tapi kamu belum masak sama sekali, hanya ada sarapan pagi tadi di atas meja." ucap Andre.


"Saya bukan istri bapak. Kenapa saya harus melayani bapak seperti suami saya sendiri?" ucap Sarah. Andre yang mendengar itu terdiam.