
Tidak beberapa lama akhirnya makanan selesai dan sudah terhidang di atas meja.
"Kina ayo makan." ucap Sarah. Kina beranjak dia langsung menggandeng tangan Sarah berjalan ke meja makan.
Kina sama sekali tidak memberikan ruang untuk Andre dekat dengan Sarah. Memang kina selalu seperti itu, namun sekarang Andre merasa tersiksa dengan sifat kina yang sangat serakah tentang Sarah.
Setelah selesai makan Sarah menyuruh Andre mandi.
"Humm sebaiknya bapak mandi, mumpung Kina lagi asyik Nonton, nanti pasti dia mencari bapak." ucap Sarah.
Andre mengangguk. "Ya udah kalau begitu." ucap Andre dia langsung ke kamar mandi karena dia juga sudah merasa lengket.
Setelah selesai mandi dia berdiri di depan cermin.
"Hufff sudah cukup tampan." ucap Andre menyisir rambut nya dan juga menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh nya.
"Humm sudah cukup wangi, saya yakin kalau Sarah akan semakin betah berada di samping saya." ucap Andre dengan sangat percaya diri sekali.
Setelah selesai dia keluar dari kamar namun setelah sampai di lantai bawah dia kaget karena sudah sangat sepi, TV pun sudah mati.
Dia melihat ke dapur berharap ada Sarah di sana, namun tidak ada Sarah di sana karena lampu juga sudah mati.
"Apa mereka sudah tidur? Kenapa begitu cepat sekali?" tanya Andre dengan lesu dia duduk di sofa sambil beberapa kali menghela nafas panjang.
"Seperti nya aku terlalu lama memikirkan mau memakai baju apa dan juga bingung memilih parfum." ucap Andre karena sudah sangat gelap di luar.
Karena tidak betah di ruang tamu saja akhirnya dia memutuskan untuk melihat kina dan Sarah ke kamar nya.
Sebelum masuk dia mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Andre mengetuk pintu sebelum membuka pintu.
Dia melihat ke arah Andre yang berdiri di depan pintu.
"Apa Kina sudah tidur?" tanya Andre.
"Baru saja mau tidur kak, ini sudah sangat malam sebaiknya jangan berisik." ucap Sarah.
Andre mengangguk. "Bapak juga tidur lah, ini sudah larut malam." ucap Sarah. Melihat Sarah sudah sangat mengantuk akhirnya dia pun akhirnya memilih untuk pergi.
Andre menutup pintu pelan agar tidak membuat Kina terganggu.
"Huff mungkin sudah waktunya istirahat, hari esok masih ada, aku tidak boleh terlalu berlebihan sehingga membuat Sarah tidak nyaman." batin Andre.
Keesokan harinya...
"Selamat pagi..." Sapa Andre. Sarah terkejut karena melihat Andre di meja kompor sedang memasak sesuatu.
"Pa-pagi.. Apa yang bapak lakukan? Kenapa sangat bau?" tanya Sarah. "Tidak ada yang bau, kamu duduk saja tenang di sana bersama Kina, saya akan memasak untuk sarapan pagi ini." ucap Andre.
"Tapi pak."
"Sudah duduk saja, anggap saja ini perayaan kejadian kemarin." ucap Andre, dia harus menjaga bahasa karena sudah ada Kina.
Sarah tidak bisa melarang Andre akhirnya dia membiarkan Andre memasak untuk mereka.
"Makanan sudah siap." ucap Andre menghidangkan nya di atas meja. Sarah dan Kina memerhatikan ayam yang di goreng oleh Andre.
"Papah.. Apa Papah yakin ini enak?" tanya kina.
"Yakin dong, papah sudah bangun pagi untuk Memasak ini, kamu harus menghargai nya." ucap Andre.
Kina dan Sarah mulai makan.
"Bagaimana?" tanya Andre menunggu tanggapan mereka.
"Papah coba sendiri saja dulu." ucap Kina.
"Huff tidak terlalu buruk, hanya kurang matang sedikit lagi, tapi ini sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya." ucap Andre.
Setelah selesai makan Sarah dan Kina langsung ke kamar mau siap-siap ke asrama Gio.
Begitu juga dengan Andre yang sudah siap-siap karena tidak mungkin dia tinggal.
Andre menunggu di bawah sambil membuka handphone nya.
"Kenapa mereka sangat lama sekali?" ucap Andre. Akhirnya dia menyusul ke kamar Sarah.
"Sarah... Kina.. Apa masih lama lagi? Kita harus mencari kue dan Kado dulu?" ucap Andre.
"Bentar Papah." ucap Kina.
"Ini sudah jam berapa, ayo buruan." ucap Andre.
Kina dan Sarah langsung keluar. Andre melihat baju Sarah dengan kina sama-sama gres warna putih.
"Cantik gak pah? " tanya kina. "Cantik sayang." ucap Andre langsung menggendong Kina.
"Ayo kita berangkat." ucap Andre. Sarah mengangguk Andre bisa mendapat kesempatan untuk memegang tangan Sarah berjalan keluar, karena kina di gendong oleh dia.
Sarah sedikit canggung namun dia juga senang. Setelah di mobil tidak ada percakapan yang serius hanya hal biasa.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Toko kue, sekalian beli hadiah.
Sesampainya di asrama Sarah membawa Kue masuk ke dalam, sementara Andre membawa hadiah dan banyak jajajan lain nya.
Gio melihat mbak nya datang dia sangat senang sekali. Mereka merayakan ulang tahun dengan sangat senang sekali.
Semua teman-teman Gio berkumpul dan memakan kue sama-sama, memakan jajajan yang ada.
Tidak beberapa lama akhirnya acara selesai mereka semua sudah bermain bersama. Kina dan Gio juga ikut bergabung.
Andre dan Sarah yang duduk di tikar tersenyum melihat keakraban Gio dan Kina.
Andre mendekati Sarah. "Apa kamu tidak ingin membawa Gio sesekali keluar? Kasian juga dia selalu di sini, dia pasti ingin melihat ke Luar." ucap Andre.
"Aku sih pengen, tapi Gio sama sekali tidak mau." ucap Sarah.
"Kenapa dia tidak mau?" tanya Andre. "Mungkin dia trauma karena banyak Bulian kepada dia, sudah terbiasa dia hanya di rumah dan di asrama." ucap Sarah.
"Kamu harus bisa membuat adik kamu kembali percaya diri, kamu harus mendukung nya dari belakang." ucap Andre.
"Gio tidak lah orang seperti kita. Dia memiliki kekurangan. Sulit untuk membawa nya keluar kalau dia tidak mau." ucap Sarah..
"Oohh kalau begitu saya akan mencoba membantu kamu." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Jangan kak, aku lebih senang melihat Gio seperti ini, dia hidup sehat, tidak mengalami trauma lagi." ucap Sarah.
"Apa kamu ingin adik kamu seperti ini terus? Dia tidak akan berkembang sama sekali kalau hanya di sini saja." ucap Andre.
"Dia akan lebih stres kalau semakin di biarkan di sini." ucap Andre. "Membawa dia sesekali keluar tidak lah masalah besar." ucap Andre.
"Benar juga sih, nanti aku akan mencoba nya." ucap Sarah. Andre tersenyum.
Andre menatap Sarah yang tersenyum melihat kina dan Gio.
Sarah sadar kalau Andre memandangi nya dari tadi.
"Apa yang bapak lihat? Apa make up ku terlalu berantakan?" tanya Sarah.
Andre memegang rahang Sarah sambil memerhatikan kiri kanan wajah Sarah.
"Tidak ada yang salah di wajah kamu, yang salah di mata saya karena tidak bisa memalingkan pandangan dari wajah kamu yang sangat cantik ini." ucap Andre.