Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 64


Andre mengelus kepala Sarah.


"Mau secinta apapun kamu kepada dia, kalau bukan jodoh tetap lah ber pisah, mungkin dengan cara seperti ini kamu akan bisa menemukan pria yang lebih baik dari pada dia." ucap Andre.


Sarah menangis. Andre memeluk Sarah. "Sudahlah jangan menangis, kalau kamu menangis dan memikirkan nya seperti ini tidak akan membuat nya kembali..Kamu hanya membuat diri kamu sendiri tersiksa." ucap Andre.


Sarah langsung diam ketika Andre mengelus punggung nya, memeluk nya dengan erat.


"Dulu.. Saya selalu di siksa oleh paman saya, orang satu-satunya yang datang menolong saya dan membela saya hanya Martin." ucap Sarah.


"Paman yang kamu maksud siapa?" tanya Andre karena dia hanya tau bibik nya Sarah saja.


"Suami dari bibik ku." ucap Sarah. Andre diam.


"Dia.. Dia..." Tiba-tiba Sarah gugup dan gemetaran ketika mau menjelaskan apa yang terjadi dengan paman nya.


"Ada apa? Kenapa?" tanya Andre.


Sarah menangis dia gemetaran.


"Percaya saya ada di sini, kamu tidak perlu takut saya akan menjaga kamu." ucap Dika memegang tangan Sarah begitu erat.


"Paman ku berusaha untuk melecehkan ku." ucap Sarah.. Andre yang mendengar itu seketika langsung terdiam. "Aku berusaha untuk kabur namun dia mengejar ku sampai dapat dia menghukum ku karena aku tidak mau memberikan apa yang dia mau." ucap Sarah sambil menangis.


Andre berusaha untuk mendengarkan kan terlebih dahulu.


"Tanpa ampun dia menghukum ku, menyiksa badan ku dan melukai ku." ucap Sarah. "Bibik kamu kemana?" tanya Andre.


"Pada saat itu bibik tidak ada di rumah. Dia kembali ke rumah orang tua nya. Dan meninggalkan aku dengan Gio di rumah." ucap Sarah.


"Apa setelah itu kamu melaporkan nya?" tanya Andre.. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak memiliki keberanian, aku tidak mengerti. paman ku juga mengancam ku agar tidak menceritakan tentang itu kepada siapapun, karena dia akan melakukan hal yang lebih sadis." ucap Sarah.


"Namun karena setiap malam dan setiap hari aku tidak tenang aku memberanikan diri untuk menceritakan nya kepada bibik." ucap Sarah.


"Tapi bibik tidak percaya dia marah kepada ku, paman tau kalau aku menceritakan nya kepada bibik, dia membawa ku ke hutan liar, dia meninggal kan aku di sana." ucap Sarah.


Dia sudah bergemetar namun Andre mencoba menguatkan Sarah. "Lalu apa yang terjadi?" tanya Andre.


"Aku selama dua hari di sana, segala binatang yang ada di sana hampir membunuh ku, namun Tuhan masih sangat baik kepada ku, tiba-tiba Martin datang untuk menyelematkan aku." ucap Sarah.


Andre memeluk Sarah. "Sudah! Sudah! Jangan berbicara lagi. Saya rasa sekarang kamu sudah harus melupakan itu semua." ucap Andre.


Sarah menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak bisa kak, karena masalah itu bibik selalu membenci ku, karena itu juga mereka bercerai." ucap Sarah.


"Kamu tidak perlu takut, kamu ada saya yang akan selalu melindungi kamu, menemani dan membantu kamu." ucap Andre.


Sarah memeluk Andre. "Aku takut..." ucap Sarah. Andre menghapus Air mata Sarah.


"Tidak perlu takut, saya ada di sini, jangan takut." ucap Andre menenangkan Sarah.


Setelah beberapa lama akhirnya Sarah tenang dia tidak menangis lagi.


"Kamu tidur yah. Ini sudah malam." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya. "Saya takut." ucap Sarah.


"Tidak perlu takut." ucap Andre mencoba menenangkan Sarah. Akhirnya Andre menemani Sarah tidur di kamar itu. Tidak beberapa lama akhirnya Sarah tidur.


Andre memeriksa suhu badan Sarah.


Andre tersenyum dia mengelus badan Sarah. "Kamu harus memakai selimut, saya hanya mengambil selimut." ucap Andre. Dia melepaskan tangan Sarah.


Setelah menyelimuti Sarah, Andre tidak lupa anak nya, karena melihat nyamuk dia memasang Anti nyamuk.


Dia naik ke tempat tidur untuk tidur lagi. Baru saja dia merasa tidur namun tiba-tiba Sarah mengigau, dia dengan sigap langsung membangun kan Sarah agar sadar dari mimpi nya.


Tidak beberapa lama Sarah bangun, Andre langsung memeluk nya.


"Jangan mimpi lagi, kamu tidur lah." ucap Andre. Sarah mengangguk dia memeluk Andre.


Tidak beberapa lama akhirnya Sarah tertidur di pelukan Andre.. Andre juga ikut tidur bersama Sarah dan juga Kina.


Keesokan harinya..


"Papah... Papah.." panggil Kina membangun kan Papah nya. Andre membuka mata nya dia melihat ke arah Kina.


"Kenapa nak?" tanya Andre.


"Tante Sarah sudah sehat kah pah?" tanya Kina dengan pelan. Andre menoleh ke arah Sarah yang masih tidur di lengan nya.


"Seperti nya belum nak." ucap Andre. Kina memasang wajah sedih. "Kamu jangan sedih, sini ikut tidur di pelukan papah." ucap Andre.


Kina menggangu. Tiba-tiba Sarah bergeliat. Dia membuka matanya.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Andre.


Sarah memegang kepala nya. Dia mau berbicara namun tenggorokan nya sangat sakit.


Kina langsung turun dari tempat tidur mengambil air minum untuk Sarah. Sarah berusaha untuk duduk karena tidak enak dengan Andre.


"Sudah jangan paksain untuk duduk, sebaiknya kamu tidur saja." ucap Andre. Sarah duduk untuk minum namun tidak beberapa lama dia tidur lagi.


"Maafin saya pak, saya sudah merepotkan Bapak." ucap Sarah. Andre menggeleng kan kepala nya.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun, sebaiknya kamu istirahat, tidak perlu memikirkan apapun agar kamu cepat sembuh." ucap Andre.


"Iyah Tante, Tante harus cepat sembuh yah." ucap Kina.. Sarah mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu mandi sendiri yah Kina, papah mau masak sarapan dulu." ucap Andre kepada Kina.


"Oke Papah." Kina langsung ke kamar mandi. "Pak! Apa Bapak bisa masak? sebaik nya tidak perlu saya akan masak." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang.


"Kamu sebaik nya tidur saja, jangan berpura-pura kuat." ucap Andre. Sarah tidur lagi. Andre turun ke bawah dia memasak bubur sambil melihat tutorial memasak di YouTube.


Setelah beberapa lama akhirnya selesai juga. Dia membawa bubur untuk Sarah, membawa nasi goreng untuk Kina.


"Horee!! Akhirnya papah selesai masak, aku sudah sangat lapar." ucap kina.


"Kalau lapar, ayo langsung makan ke sini." ucap Andre. Kina menemani Sarah makan. Sarah di suapi oleh Andre.


"Bagaimana rasanya?" tanya Andre. Sarah meminta air minum. "Kenapa sangat asin?" tanya Sarah. "asin? Bagaimana bisa kamu merasakan asin? Lidah orang sakit itu pasti sangat hambar." ucap Andre.


"Coba bapak cicip saja." ucap Sarah. Andre mencoba nya satu sendok, namun dia langsung mengambil minum yang banyak menghabiskan nya.


"Kenapa begitu asin sekali? Saya hanya menambah kan sedikit garam agar lebih terasa." ucap Andre.