Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 49


"Kamu di Mana? Saya meminta kamu menunggu di mobil, kamu sekarang di mana? Kamu tidak tau tempat ini, naga kalau kamu tersesat?" tanya Andre.


"Saya hanya berjalan-jalan di taman samping Hotel ini pak, saya tidak kemana-mana." ucap Sarah.


"Kamu tunggu saya di sana, kamu jangan kemana-mana." ucap Andre. Sarah melihat Andre yang berjalan ke arah taman. Dia mengangkat tangan nya.


Andre berlari mendekati Sarah.


"Kalau kamu keluar dari mobil ijin kepada saya lain kali, sekarang ayo masuk ke dalam mobil." ucap Andre.


"saya Bosan hanya di mobil saja." ucap Sarah. Andre melihat jam.


"Kalau begitu kita mencari tempat makan saja." ucap Andre.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka berdua sampai di tempat makan, Sarah berjalan di belakang Andre.


"Kenapa kamu meringkuk seperti itu? Apa yang kamu takut kan?" ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak terbiasa ikut ke tempat seperti ini pak, lagian saya merasa malu datang berpakaian seperti ini." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. "Kau terlalu memikirkan banyak hal sehingga kamu tidak pernah bahagia dengan pilihan kamu sendiri!" ucap Andre.


"Duduk lah, pesan apa yang ingin kamu makan." ucap Andre.


Sarah duduk dia melihat menu makanan.


"Ya ampun kenapa harga nya sangat mahal-mahal sekali." batin Sarah.


"Saya makan di rumah saja pak." ucap Sarah.


"Tidak perlu melihat harga nya, pesan saja dan saya akan membayar nya." ucap Andre.


"Saya tidak lapar Pak, Bapak Saja yang Makan." ucap Sarah.


"Kruukkkk... Krukkk.. Tiba-tiba perut Sarah berbunyi.


"Aaaa!! Kenapa sih pakai bunyi segala nih perut." ucap Sarah dengan sangat kesal dalam hati.


Andre tersenyum. Sarah hanya bisa diam merutuki kebodohan nya sendiri.


Andre menghela nafas panjang dia mengambil menu dan memesan makanan yang banyak.


"Kenapa begitu banyak pak?" tanya Sarah. "Jangan banyak tanya! Langsung Makan saja." ucap Andre. Sarah melihat makanan yang begitu banyak dan sangat enak-enak membuat nya semakin Lapar.


"Baiklah Pak." Sarah langsung makan dengan sangat lahap sekali. Dia melihat Andre yang memakan dengan santai. Melihat udang dia menginginkan makan malam di rumah orang tua Andre.


Dia mengupas Udang itu dan memberikan nya kepada Andre.


"Untuk Bapak." ucap Sarah. Andre menatap Sarah.


"Tidak perlu melakukan nya, kamu makan saja sampai kenyang." ucap Andre.


Sarah meletakan di piring Andre. "Bapak dari tadi melihat Udang ini, saya sudah membuka nya." ucap Sarah. Andre terdiam. Sarah mengambil dari piring Andre dan menyodorkan ke mulut Andre.


Andre membuka mulutnya sambil menatap Sarah.


"Enak kan?" tanya Sarah. Andre menganguk.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka selesai makan.


"Saya ke dalam mobil duluan yah pak." ucap Sarah. Andre menganguk dia berjalan ke kasir sendiri.


"Pak Andre sudah lama tidak kelihatan, sekali datang ke sini membawa perempuan baru, Kemana Sekretaris Bapak?" tanya kasir nya.


"Huff kamu sangat kepo sekali." ucap Andre.


"Tapi ngomong-ngomong Perempuan yang itu sangat cantik, dia juga terlihat segar." ucap kasir itu lagi.


"Huff jaga pandangan mu!" ucap Andre. Kasir itu tertawa.


Andre masuk ke dalam mobil.


"Selanjutnya Bapak mau kemana?" tanya Sarah.


"Ke kantor, kenapa?" tanya Andre.


"Saya pulang ke rumah saja yah pak, saya bosan hanya di dalam mobil saja." ucap Sarah.


"Kamu mau ngapain pulang ke rumah? di rumah juga akan sangat membosankan, sebaiknya kamu ikut dengan saya." ucap Andre.


Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan apapun.


Di perusahaan Andre..


"Ayo ikut saya keluar." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya. "Saya di sini saja pak." ucap Sarah.


"Sebaiknya kamu ikut saja!" ucap Andre menarik tangan Sarah. Sarah menolak ajakan Andre.


"Kalau kamu tidak turun saya akan mencium kamu." ucap Andre. Sarah langsung turun dengan cepat.


"Baiklah Pak saya ikut dengan bapak." ucap Sarah. Andre tersenyum dia langsung menutup pintu mobil.


Sarah mengikuti Andre ke ruangan nya.


"Wahh tempat ini sangat bagus dan juga sangat besar sekali." batin Sarah.


"Selamat siang pak." ucap para karyawan menyapa Andre.


Semua mata tertuju kepada Andre dan juga Sarah yang baru saja datang.


Sarah menundukkan kepalanya dia sangat malu, dia segan dan juga gugup.


"Sarah..." Ucap Zikri. Sarah menoleh ke arah Zikri sambil tersenyum.


"Kamu ikut ke Sini juga?" tanya Zikri. Sarah menganguk. Andre langsung menatap Zikri.


"Saya adalah bos kamu, kenapa kamu menyapa Sarah bukan saya?" tanya Andre.


"Aku sudah Bosan menyapa kamu setiap hari." ucap Zikri.


Andre menghela nafas kasar mendengar itu.


"Kamu bagaimana kabar nya? kenapa kamu mengunakan syal seperti ini? apa kamu sakit?" tanya Zikri.


"Huff seharusnya aku tidak membawa Sarah ke sini." batin Andre.


"Kamu kembali lah bekerja, kenapa malah di sini!" ucap Andre.


"Humm ini masih jam istirahat." ucap Zikri.


"Kalau begitu istirahat lah, saya dan Sarah akan keruangan saya!" ucap Andre.


"Tapi aku mau mengajak Sarah ngopi di luar, di ruangan saja dia pasti Bosan bukan?" ucap Zikri.


"Sudah! Kamu tidak perlu sok tau seperti itu." Andre menarik tangan Sarah ke ruangan nya.


Zikri melihat ke arah Andre.


"Kenapa dia terlihat sangat tidak suka aku bersama Sarah?" ucap Zikri.


"Pak Zikri. Siapa yang i bawa oleh pak Andre?" tanya Staf lain nya.


"Kenapa kamu sangat Kepo? Kalau kamu pengen tau kamu tanya sendiri saja kepada Nya!" ucap Zikri langsung pergi.


"Huff pelit banget sih, tinggal ngasih tau aja sulit banget." ucap Staf dengan kesal.


Di ruangan Andre melepaskan tangan Sarah.


"Saya mau kamu jangan terlalu merespon Zikri, dia hanya modus kepada kamu!" ucap Andre.


"Kak Zikri berniat baik untuk mengajak saya minum di luar agar tidak bosan Pak." ucap Sarah.


"Itu adalah salah satu modus nya dia." ucap Andre.


"Tapi pak." ucap Sarah mau mencoba membela karena dia merasa Zikri adalah orang yang baik, dia sangat senang ketika orang lain mau berteman dengan dia.


"Saya tidak mengijinkan kamu dekat-dekat dengan nya." ucap Andre.


Sarah menganguk. "Baiklah pak." ucap Sarah akhirnya mengiyakan dari pada harus ribut dengan bos nya itu.


"Saya akan bekerja, jangan keluar dari ruangan ini, lakukan saja apa yang kamu mau di sini." ucap Andre.


Sarah melihat Andre berjalan ke arah meja nya. Dia melihat sofa di duduk di sana.


"Ruangan ini sangat besar, ini adalah tempat impian ku ketika bekerja Nanti, namun itu semua hanya impian yang tidak akan pernah kesampaian." batin Sarah.