Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 45


Sarah seketika terdiam.. Karena setiap kali dia memasak udang tidak pernah di makan oleh Andre.


namun sekarang dia sangat lahap makan dengan undang. Sarah menghela nafas panjang.


Setelah acara makan makan malam selesai semua nya sudah pulang.


"Aku pulang dulu yah Andre. jangan lupa save nomor aku yah." ucap Rina. Mereka berpelukan tepat di depan Sarah dan juga Kina.


Sarah dan kina memasang wajah tanda tidak suka sama sekali.


Rina menoleh ke arah kina dan Sarah. Dia tersenyum tipis.


"Ya udah kalau begitu kamu hati-hati." ucap Andre langsung cepat melepaskan pelukan mereka berdua.


Rina menganguk sambil tersenyum.


"Oh iya kalau boleh tau kamu mau pulang Atau menginap di sini?" tanya Rina lagi. Andre menoleh ke arah Sarah dan kina.


"Tergantung mereka." ucap Andre.


"Oohh begitu.. Baiklah kalau begitu aku pulang dulu yah." ucap Rina.


Dia akhirnya pergi.


"Andre.. Mamah mau kamu menginap di sini, Mamah Masih ini bersama Kina." ucap Bu Rosa datang ke depan.


"Tapi Mah."


"Pokoknya kalian harus menginap di sini." ucap Bu Rosa.


"Bapak menginap saja di sini bersama Kina, saya akan kembali pulang ke rumah." ucap Sarah.


"Besok saja yah mah kalau aku libur, Besok aku memiliki pekerjaan yang sangat padat." ucap Andre.


"Sudah lah mah biarkan mereka pulang, Kina pasti lebih nyaman tidur di rumah nya sendiri." ucap Papah Andre.


"Ya udah deh kalau begitu, tapi besok main ke sini lagi yah." ucap Bu Rosa kepada Kina..Kina hanya mengangguk aja.


Setelah berpamitan mereka pun pergi.


"Papah.. Kenapa yah sekarang Nenek sangat sayang kepada ku? Padahal dulu Nenek sangat jarang bermain dengan ku." ucap Kina.


"Karena dulu kamu sangat lah sensitif, bukan orang yang tidak perduli kepada kamu, Tapi kamu sendiri yang tidak mau berdekatan dengan orang lain." ucap Andre.


"Aku bukan seperti itu papah." ucap Kina.


"Kalau kamu tidak percaya tanya aja pada Tante Sarah." ucap Andre sambil melihat ke cermin karena Sarah Duduk di belakang sendirian.


"Hah! Ada apa?" tanya Sarah bingung karena kina menatap nya begitu juga dengan Andre.


"Tante kok melamun sih? Tante Lagi memikirkan apa?" tanya Kina. Sarah tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.


"Enggak ada kok, jangan perduli kan Tante, hanya sedikit Lelah saja." ucap Sarah.


"Oohh baiklah kalau begitu, Tante istirahat saja." ucap kina.. Sarah menganguk.


Mobil seketika jadi sunyi. Sarah memerhatikan Andre yang sedang menyetir.


"Humm apa aku harus melakukan itu?" ucap Sarah.


"Aku tidak bisa melakukan apapun lagi, dengan cara seperti ini semua nya akan selesai." batin Sarah.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Tante aku istirahat ke kamar Duluan yah." ucap Kina langsung berlari ke kamar.


Sarah menoleh ke arah Andre yang masuk ke ruangan kerja nya. Sarah mengigit jari nya.


"Aku harus melakukan nya, ini hanya sekali saja dan semua nya akan selesai." batin Sarah.


Sarah datang ke ruangan kerja Andre membawa kan Kopi seperti biasa.


"Silahkan di minum pak." ucap Sarah.. Namun Andre Diam saja dia sangat fokus pada Pekerjaan nya.


"Huff kenapa pak Andre diam saja sih? Apa dia tidak sadar kalau aku datang?" batin Sarah.


Andre melihat pintu yang baru saja tertutup.


"Ada apa dengan Sarah? kenapa seperti nya dia mau menyampaikan sesuatu namun sangat ragu dan juga takut?" batin Andre.


Keesokan harinya...


"Pak Andre Tas nya." ucap Sarah mengejar Andre ke ruang tamu karena tas nya ketinggalan.


"Hampir saja ketinggalan, saya sudah sangat telat sekali. Terimakasih." ucap Andre.


"Pak Dasi bapak berantakan." ucap Sarah.


"Hah? Saya sudah membuat nya dengan rapi, nanti saya akan memeriksa nya di kantor." ucap Andre dengan tergesa-gesa.


Namun Sarah langsung mendekati Andre dan merapikan dasi nya. Andre yang tadi sangat terburu-buru langsung diam karena Sarah.


Dia memandangi wajah Sarah.


"Kenapa aku harus deg-degan seperti ini?" ucap Andre. Sarah Sibuk dengan pikiran nya namun dia juga fokus pada dasi Andre.


"Apa aku harus mengatakan nya sekarang." batin Sarah.


"Seperti nya kamu dari kemarin mau menyampaikan sesuatu, ada apa? Katakan saja sebelum saya menutup kesempatan untuk kamu mengatakan nya." ucap Andre.


"Tidur lah dengan saya pak." ucap Sarah. Andre terdiam sejenak.


"Apa yang kamu maksud?" tanya Andre.


"Bapak sudah banyak membantu saya. Membantu Adik saya sampai sembuh dan juga memberikan Bibik saya uang Serta memberikan tempat tinggal mengijinkan saya bekerja di sini, jadi saya ingin membalas semua nya dengan cara tidur dengan bapak, saya tidak bisa membalas nya dengan yang lain." ucap Sarah.


"Kamu yakin dengan keputusan kamu?" tanya Andre.


"Sekali saja, setelah itu saya tidak memiliki hutang apapun kepada bapak, saya tidak ingin merasa mempunyai utang." ucap Sarah.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau, bermain dengan saya harus wanita yang kuat, jadi saya akan memberikan waktu satu hari ini menyiapkan diri. Saya akan pulang cepat hari ini." ucap Andre sambil mengelus Lengan Sarah dari atas sampai ke bawah.


Merasakan itu saja sudah membuat Sarah merinding sekujur tubuh. Andre tersenyum dia akhirnya pergi.


"Aarhhhh..." Sarah seakan-akan tidak memiliki tenaga untuk berdiri dia langsung jatuh ke lantai.


"Apa yang sudah aku lakukan?" ucap Sarah..Dia menghela nafas panjang beberapa kali, jantung nya tidak berhenti berdetak.


"Tapi kalau bukan seperti itu mana mungkin aku bisa mengembalikan uang pak Andre, bagaimana kalau tiba-tiba dia minta kembali uang nya?" ucap Sarah.


Sepanjang hari dia sangat gelisah dia takut sampai Kina saja heran melihat Sarah yang kebanyak Diam, dia juga bengong dan mengigit jari seperti orang kebingungan.


"Tante Sarah kenapa? Kenapa dari tadi tidak mau Diam? Selalu saja mondar-mandir, gelisah." ucap sarah.


"Tante.." Ucap Sarah mengejutkan Sarah.


"Iyah kenapa sayang?" tanya Sarah.


"Tante ada masalah yah? Tante kenapa sih?" tanya Kina.


"Tante emang nya kenapa? Tante baik-baik saja kok." ucap Sarah.


"Ayo Makan siang dulu." ucap Sarah.


Sarah memberikan Kina makan.


"Tante dari pagi gak Makan, Siang juga tidak Makan, ada apa dengan Tante?" tanya Kina lagi.


"Tante sudah Makan kok tadi. Kamu Makan saja yang banyak biar cepat besar." ucap Sarah. Kina tersenyum sambil mengangguk.


Setelah selesai makan Kina lanjut makan sendirian. Sarah melihat ke arah halaman rumah.


"Huff semoga saja Pak Andre lama pulang, aku belum siap, aku takut. Aku akan menghianati orang tua ku." batin Sarah.


"