Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 80


"Selamat malam Pacar ku yang tampan, mimpi indah yah." ucap Sarah tersenyum sambil main mata dan langsung menutup pintu.


"Sarah... Kenapa kamu sangat tega? Saya ingin bersama kamu." ucap Andre dengan suara lemas sambil mengetuk pintu.


"Kalau bapak tidak pergi tidur, aku akan mendiam kan bapak besok, aku juga Akan marah dan tidak Akan perduli." ucap Sarah mengancam.


Andre yang takut Akan hal itu dia langsung menginyakan.


"Baiklah saya pergi tidur. Good night sayang..." ucap nya.


Akhirnya Andre memilih untuk tidur di kamar nya sendiri. Sarah sebelum tidur dia senyum memikirkan Dia dan dan Andre. Begitu juga dengan Andre di kamar nya tidak berhenti tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka tidur.


Sementara di tempat lain Bibik nya baru saja pulang ke rumah nya.


"Huff perut ku sangat lapar sekali. Aku tidak memiliki uang lagi. Di rumah tidak ada makanan sedikit pun." ucap Bibik nya.


Dia memegang perut nya yang sangat sakit sekali.


"Seperti nya aku harus meminta bantuan kepada Sarah. seharusnya dia bisa membantu ku." ucap Bibik nya.


"Aku mendengar kalau Sarah dan Bos nya sudah sangat dekat, aku yakin Sarah pasti mendapatkan uang dari bos nya itu." ucap Bibik Sarah.


Dia mengirimkan pesan kepada Sarah meminta uang karena dia tidak lapar. Karena tidak kunjung di balas Bibik sangat kesal dia tidak bisa menahan lapar nya akhirnya mengutang di tetangga sebelah.


Keesokan harinya...


Sarah baru saja selesai memasak sarapan, dia melihat jam.


"Kok Pak Andre belum bangun sih?" ucap Sarah. Karena takut Andre telat berangkat bekerja dia membangun kan Andre ke kamar nya.


"Pak!! Pak!!" panggil Sarah sambil mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam. Sarah berfikir Andre masih tidur akhirnya dia masuk.


"Pak Andre bangun, ini sudah hampir jam Tujuh, nanti bapak bisa telat." ucap Sarah. Namun dia heran karena Andre tidak ada di tempat tidur.


"Saya sudah menduga nya, kamu pasti akan datang membangun kan saya." ucap Andre yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Sarah melihat Andre hanya menggunakan handuk.


"Aku pikir bapak belum bangun, kalau begitu aku keluar dulu." ucap Sarah. Andre langsung mengunci pintu.


"Kamu masuk ke sini itu arti nya kamu siap menanggung resikonya." ucap Andre.


Sarah menghela nafas panjang.


"Jangan aneh-aneh deh." ucap Sarah. Andre mendekati Sarah dia semakin dekat, semakin dekat Sarah terus mundur dia takut dan memilih untuk terus menghindari Andre.


Namun dia sudah di dinding. Andre tersenyum menatap wajah Sarah.


"Tidak biasanya kamu menggunakan riasan dan juga wewangian di pagi hari." ucap Andre karena Sarah terlihat berbeda.


"Aku sudah biasa melakukan nya, kamu saja yang tidak memperhatikan nya." ucap Sarah. Andre tersenyum.


"Biasa nya kamu memang cantik dan wangi, tapi kali ini sangat cantik sekali. Saya bisa semakin jatuh cinta kepada kamu." ucap Andre.


"Akui saja kamu melakukan ini untuk memikat saya kan?" ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Tidak kok." ucap Sarah.


"Kamu tidak perlu khawatir, karena setiap hari saya selalu jatuh cinta kepada kamu " ucap Andre.


"Bagus deh kalau begitu. Aku harap kamu tidak pergi melirik perempuan lain." ucap Sarah.


Andre menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak akan melakukan itu karena saya hanya akan melirik kamu." ucap Andre.


Sarah mendorong Andre dari nya.


"Kalau begitu sebaiknya kamu memakai pakaian." ucap Sarah. Andre menahan badan Sarah ke dinding.


"Kamu tidak akan bisa lepas begitu saja." ucap Andre.


Andre menatap Sarah. Dia menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya.


"Saya bingung harus bagaimana ketika di dekat kamu, saya sama sekali tidak bisa mengontrol diri saya sendiri." ucap Andre.


"Kita pacaran karena aku tau kamu baik, aku tidak ingin melakukan hal seperti yang tidak sewajarnya." ucap Sarah karena sudah mengerti Andre seperti apa orang nya.


"Kalau begitu saya ingin menikah dengan kamu!" ucap Andre. Sarah menatap Andre.


"kenapa kamu diam? saya serius, menikah lah dengan saya." ucap Andre. "Kita baru pacaran tiga hari, kamu sudah mengajak menikah. Bahkan orang tua kamu belum tau, siapa pun belum tau." ucap Sarah.


"Saya akan memberi tau mereka." ucap Andre. Sarah menahan Andre.


"Jangan.. Aku mohon jangan. Aku belum siap." ucap Sarah.


"Kamu tidak ingin menikah dengan saya?" tanya Andre.


"Bukan seperti itu, tapi menghadapi keluarga dan banyak nya orang aku belum siap, aku belum tau keputusan mereka seperti apa, intinya aku belum ingin mereka tau." ucap Sarah.


Andre mengerti sekali posisi Sarah seperti apa. Mau bagaimana pun Sarah masih berstatus baby sister, orang-orang akan beranggapan lain.


Akhirnya Mereka menunggu waktu yang tepat saja.


"Baiklah kalau begitu." ucap Andre. Sarah tersenyum.


"Terimakasih sudah mengerti aku." ucap Sarah mau pergi namun di tahan oleh Andre.


"Kamu mau kemana? Kenapa kamu selalu menghindar dari saya?" ucap Andre.


"Humm aku mau melihat kina, mungkin dia sudah bangun. kamu juga mau memakai baju." ucap Sarah.


Andre melihat Sarah keluar dia menghela nafas panjang sambil mengelus wajah nya.


"Huff memiliki hubungan dengan perempuan yang lebih muda memang harus banyak bersabar." ucap Andre.


Dia segera mengenakan pakaian nya dan turun ke bawah.


Andre melihat Sarah duduk di ruang tamu sendiri.


"Loh kina mana? Kamu bilang Kina sudah bangun." ucap Andre.


"Dia tidur lagi, mungkin sangat mengantuk." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang. "Kamu sengaja melakukan itu agar bisa menghindari saya bukan?" ucap Andre.


Sarah menyengir.


"Humm kalau begitu bapak sarapan dulu." ucap Sarah langsung ke meja makan. Andre mengikuti nya.


"Oh iya aku titip ini untuk Zikri yah." ucap Sarah.


"Hah! Zikri?" tanya Andre kaget.


"Iyah, dia mengirimkan pesan kepada ku agar aku membuat kan dia nasi goreng." ucap Sarah.


"Kamu memiliki nomor nya? Bagaimana bisa dia mendapat kan nomor kamu?" tanya Andre. "Aku juga tidak tau mungkin dari Vito." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. "Bawa sini handphone kamu." ucap Andre. Sarah menatap nya dengan Heran.


"Kenapa?" tanya Sarah.


"Bawa ke sini." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak membawa handphone ku, aku sedang mencharger nya di atas." ucap Sarah.


Andre menatap Sarah.


"Saya mau kamu blokir nomor dia, saya tidak mau dia berhubungan dengan kamu, dia adalah pria yang sangat Ganjen." ucap Andre.


"Ih kenapa? Aku kan melakukan ini karena di kasih uang, lagian gak ada salah nya kan?" ucap Sarah.