
Sarah mau melepaskan nya namun di tahan oleh Andre.
"Saya masih butuh kamu, saya belum mengisi daya saya sampai penuh." ucap Andre. Terpaksa Sarah menahan nya terlebih dahulu.
Tiba-tiba Kina masuk.
"Cieee... Papah sama Tante Sarah pelukan." ucap Kina. Sarah langsung melepaskan pelukan mereka berdua, dia memasang wajah panik, sementara Andre tetap memasang wajah bahagia, cerah.
"Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak! Tante sama Papah Hanya melakukan sebuah praktek. Iyah kan pak?" ucap Sarah berusaha menyakinkan Kina.
"Humm benar, lagi mempraktekkan sesuatu nak." ucap Andre sambil senyum-senyum, Sarah sudah sangat malu sekali karena di pergoki oleh Kina.
"Ya udah kalau begitu Tante keluar dulu." ucap Sarah langsung pergi meninggalkan Andre dan juga Kina.
Kina dan Andre melihat Sarah keluar.
"Kamu harus tau kalau sebentar lagi Papah dan Tante Sarah..."
"Kina sebaik nya ikut Tante ke kamar, kamu harus mandi." ucap Sarah. Andre melihat Sarah membawa Kina keluar.
Dia senyum-senyum sendiri.
"Sarah-sarah..." ucap Andre. Andre berbaring di tempat tidur. "Akhirnya aku kembali juga ke rumah ini." ucap Andre.
Di malam hari nya...
Andre dan Kina duduk di meja makan menunggu Sarah selesai menata makanan di atas meja.
"Besok kita makan malam di luar bersama orang tua saya." ucap Andre kepada Sarah.
"Sebaiknya Bapak dan kina saja." ucap Sarah.
"Kamu tidak boleh menolak!" ucap Andre. Sarah menghela nafas panjang.
"Baiklah Pak." ucap Sarah.
"Jangan lupa untuk dandan yang cantik!" ucap Andre. Sarah mengangguk. Andre tersenyum.
Mereka makan bersama. "Kenapa Bapak tidak makan juga?" tanya Sarah. karena melihat Andre diam saja tidak mengisi piring nya.
"Saya ingin kamu mengambil kan saya makan." ucap Andre. Sarah menoleh ke arah Kina yang asik makan.
"Kalau kamu tidak mau saya tidak akan makan sama sekali." ucap Andre.
Sarah mengambil kan nya untuk Andre. Andre langsung tersenyum.
"Terimakasih." ucap Andre. Sarah hanya bisa diam.
"Nih pak Andre kenapa semakin menjadi-jadi sih?" ucap Sarah dalam hati.
"Sudah satu bulan saya tidak memakan masakan kamu, ini benar-benar sangat enak sekali." ucap Andre. "masakan Tante Sarah memang sangat enak sekali." ucap Kina.
"Apakah kamu setuju kalau calon mamah kamu pandai memasak?" tanya Andre kepada Kina. Kina mengangguk.
"Sangat setuju papah." ucap Kina.. Andre menatap Sarah. "Bagaimana kalau papah menikah saja dengan Tante Sarah agar Tante Sarah bisa memasak untuk kita setiap hari dan selalu bersama kita." ucap Kina.
"Humm ide bagus juga tuh, tapi sepertinya Tante Sarah tidak mau." ucap Andre. Kina menatap Sarah. Sarah yang berpura-pura tidak mendengar fokus makan.
Namun dia tidak bisa menahan dia langsung menghela nafas panjang.
"Huff bisa tidak kita jangan membahas ini? Tante di sini hanya pembantu, tidak mungkin Tante menikah dengan papah." ucap Sarah.
"Dan untuk bapak, jangan mengatakan hal yang aneh-aneh kepada Kina, dia akan berfikir yang aneh-aneh." ucap Sarah dengan wajah yang sangat serius.
Kina dan Andre seketika langsung terdiam.
Setelah selesai makan Sarah Hanya Diam, dia bersih-bersih dan membiarkan Andre dan Kina di ruang tamu Diam saja melihat Sarah.
"Apa Tante Sarah tidak terima dengan kata-kata ku tadi pah? Aku sangat takut Tante Sarah marah, bagaimana kalau dia marah dan pergi dari sini?" tanya Kina.
"Sudah tidak apa-apa, Tante Sarah hanya capek itu sebab nya dia marah." ucap Andre. Kina menghela nafas panjang.
"Papah mau susu." ucap Kina. "Tunggu yah, papah buatin dulu." ucap Andre. Dia berjalan ke dapur, Sarah tidak menghiraukan nya sama sekali.
Setelah selesai membuat Susu dia membawa nya untuk Kina. Kina minum susu dan setelah itu tertidur di pangkuan Andre.
Andre mengangkat ke kamar menemani nya tidur karena masih merindukan nya.
Tidak beberapa lama Sarah masuk ke kamar.
Andre beranjak dari tempat tidur karena Sarah pasti mau tidur. Andre berdiri di hadapan Sarah.
"Kamu marah karena kata-kata kina tadi?" tanya Andre.
Sarah menghela nafas panjang. "Bisa tidak bapak jangan membahas itu lagi, itu lagi?" ucap Sarah.
"Walaupun aku mencintai bapak, itu semua tidak ada gunanya. Hubungan kita tidak akan pernah di restui oleh siapapun!" ucap Sarah.
"Begitu juga dengan bapak, kalau bapak mencintai aku karena kasian kepada ku, aku minta sebaiknya jangan memberikan aku harapan palsu, aku tidak ingin sakit hati lagi!" ucap Sarah.
"Tapi saya mencintai kamu tulus dari hati saya paling dalam. Saya benar-benar mencintai kamu." ucap Andre dengan pelan.
Sarah menatap wajah Andre.
"Apa alasan bapak mencintai saya? Karena saya baik kepada Kina? Karena saya sudah sendiri? apa karena saya pandai masak?" tanya Sarah.
Andre menggeleng kan kepala nya. Dia memegang pipi Sarah dengan kedua tangan nya.
"Saya mencintai kamu tampa alasan, cinta ini datang dengan sendirinya." ucap Andre. Sarah seketika langsung terdiam.
"Percaya atau tidak saya mencintai kamu dengan tulus, bukan karena siapa-siapa." ucap Andre.
"Setiap hari bersama kamu, mendapatkan perhatian kamu, melihat kamu membuat hidup saya berwarna." ucap Andre.
"Kamu tau sentuhan, perhatian dan juga Omelan kamu membuat saya sadar, membuat saya berfikir panjang dan memikirkan masa depan Kina. Itu semua berkat kamu, kamu berhasil membuat saya sadar." ucap Andre.
"Kamu sangat penting di hidup saya, sampai kapan Pun saya tidak akan pernah melepaskan kamu, walaupun kamu membenci saya, saya akan membuat kamu tidak membenci saya lagi." ucap Andre.
Sarah menatap mata Andre.
"Percaya atau tidak itu terserah kamu, saya akan melakukan apa kata hati saya, karena saya tidak akan pernah menyerah." ucap Andre.
Tiba-tiba Sarah jinjit dan mencium bibir Andre. Andre sangat terkejut. Sarah melepaskan nya.
"Tapi aku hanyalah seorang pembantu, aku hanya orang biasa, aku anak yatim-piatu." ucap Sarah.
"Saya tidak pernah memandang seseorang dari latar belakang nya, saya tau kamu seperti ini, saya suka kamu yang seperti ini." ucap Andre.
"Apa Kamu masih meragukan saya?" tanya Andre. Sarah diam, Andre mendekati bibir Sarah.
"Saya minta maaf kalau sifat saya membuat kamu ragu dan. tidak percaya." ucap Andre.
Andre mencium bibir Sarah dengan lembut. Sarah hanya diam, Andre yang mulai menciumi bibir nya.
Tiba-tiba Kina bergeliat, Sarah dan Andre langsung melepaskan ciumannya.
"Kasih aku waktu untuk memikirkan itu semua." ucap Sarah. "Baiklah, aku akan menunjukkan kepada kamu bagaimana keseriusan ku." ucap Andre.