
"Dia akan lebih stres kalau semakin di biarkan di sini." ucap Andre. "Membawa dia sesekali keluar tidak lah masalah besar." ucap Andre.
"Benar juga sih, nanti aku akan mencoba nya." ucap Sarah. Andre tersenyum.
Andre menatap Sarah yang tersenyum melihat kina dan Gio.
Sarah sadar kalau Andre memandangi nya dari tadi.
"Apa yang bapak lihat? Apa make up ku terlalu berantakan?" tanya Sarah.
Andre memegang rahang Sarah sambil memerhatikan kiri kanan wajah Sarah.
"Tidak ada yang salah di wajah kamu, yang salah di mata saya karena tidak bisa memalingkan pandangan dari wajah kamu yang sangat cantik ini." ucap Andre.
Sarah tersipu malu dia memukul lengan Andre. "Bapak jangan membuat aku jadi Ke geeran." ucap Sarah. Andre tersenyum dia memegang tangan Sarah.
"Setelah ini saya mau membawa kamu ke sesuatu tempat." ucap Andre. "kemana?" tanya Sarah. Andre tersenyum.
"Rahasia, untuk sekarang kamu tidak boleh tau." ucap Andre.
Sudah lama mereka di sana. Sarah menemani Kina entah kemana tinggal Andre di sana, dia melihat Gio duduk istirahat karena sudah lelah main.
"Gio." ucap Andre duduk di samping Gio.
Melihat Andre Gio langsung membenarkan duduk nya dan tersenyum. Andre juga ikut tersenyum karena salut dengan kesopanan Gio.
"Sudah lama kita tidak bertemu, kamu apa kabar? Apa di sini sangat menyenangkan?" tanya Andre. Gio langsung mengambil pena nya dan mulai menulis.
Setelah selesai dia memberikan nya kepada Andre.
"Aku baik Pak, di sini sangat menyenangkan karena banyak teman." ISI surat itu. Andre tersenyum dia mengelus rambut Gio.
"Selamat ulang tahun yah. Semoga Di usia gio yang sekarang bisa menjadi lebih baik, jadi anak pintar yah. Rajin-rajin belajar agar kelak menjadi orang sukses." ucap Andre. Gio mengangguk.
"Oh iya jangan panggil Bapak, panggil Om saja." ucap Andre. "Baik Om." tulis Gio. Andre tersenyum. "anak yang sangat penurut." ucap Andre.
"Humm om boleh tanya gak?" tanya Andre, gio mengangguk. "Kalau Om suka sama Mbak Sarah salah gak?" tanya Andre.
Gio menggeleng kan kepala nya. "Kenapa?" tanya Andre ingin tau jawabannya.
"Kalau Om suka sama Mbak Sarah itu bagus, itu arti nya mbak Sarah baik." ucap Gio. Andre tersenyum. Ternyata dia salah bertanya kepada Gio.
"Lalu bagaimana kalau Om mencintai mbak Sarah dan Om pacaran dengan Mbak Sarah, apa Gio mengijinkan nya?" tanya Andre sedikit ragu. Tapi dia merasa dia harus ijin terlebih dahulu kepada Gio.
"Tidak boleh Om. Mbak Sarah sudah punya pacar. Nama nya Kak Martin." tulis Gio.
Andre tersenyum tipis karena membaca jawaban Gio. "Huff bagaimana yah om menjelaskan nya." ucap Andre bingung.
"Ya udah deh kalau begitu Gio lanjut main yah, Om ke luar bentar." ucap Andre. Gio mengangguk.
Dia berdiri di teras depan sambil mondar-mandir beberapa langkah.
"Kenapa Gio tidak merestui saya dengan Sarah? apa saya terlihat tidak begitu menyakinkan untuk menjadi pasangan Sarah?" batin Andre.
Dia berfikir apa alasan nya. Dia juga sangat berfikir keras bagaimana caranya agar Gio mengijinkan dia bersama Sarah.
"Pak Andre." ucap Sarah datang bersama Kina.
"Sarah, Kina." ucap Andre. "Bapak ngapain? Dari tadi mondar-mandir seperti orang kebingungan. Ada apa?" tanya Sarah.
"Tidak apa-apa kok, ayo masuk." Andre tidak ingin menjawab akhirnya mereka masuk ke dalam.
Karena sudah malam mereka kembali ke rumah.
"Seharusnya dari awal aku membayar Sarah untuk menjadi asisten ku, bukan baby baby sister Kina." ucap Andre cemberut.
"Huss ngomong apa sih aku? Sama anak sendiri seperti itu, tidak boleh! Nanti ada masa nya bersama Sarah." batin Andre.
Di malam hari nya mereka makan malam bersama.
"Bapak mengatakan untuk membawa ku ke sesuatu tempat setelah kembali dari dari asrama, kok gak jadi?" tanya Sarah.
Andre menoleh ke arah Kina. Seketika Sarah langsung paham.
"Papah mau ngajakin Tante Sarah aja? aku enggak?" tanya kina langsung. Andre tersenyum.
"Bukan gitu sayang. Mana mungkin Papah gak ngajakin Kina." ucap Andre.
"Terus kok Papah gak jadi bawa Tante Sarah? apa karena ada aku?" tanya Kina.
"Huff kina kenapa semakin pintar sih?" batin Andre.
"Ya udah kalau begitu kita pergi sama-sama yah." ucap Andre. "Gak mau, aku sudah marah. Aku mau pergi sama nenek saja." ucap Kina.
"Ya udah kalau begitu, papah setuju." ucap Andre.
"Tante Sarah juga ikut." ucap Kina. Andre menggeleng kan kepala nya.
"Tante Sarah gak boleh ikut. Tante Sarah besok harus ada di rumah karena banyak kerjaan." ucap Andre. Kina menggeleng kan kepala nya.
"Tante Sarah harus ikut." ucap kina. Andre menghela nafas panjang.
"Ya udah deh Tante ikut. Iyain aja pak." ucap Sarah. Andre menatap Sarah dengan tatapan Lemes.
Sarah melihat perdebatan antara kedua anak dan Bapak itu membuat nya tidak berhenti tersenyum.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Andre dan kina Duduk di ruang tamu menonton, sementara Sarah bersih-bersih di dapur agar besok tidak ada yang berantakan lagi.
Setelah semua nya selesai dia naik ke atas mau membersihkan kamar. Andre melihat nya.
"Papah ke kamar mandi dulu yah, kamu tunggu di sini." ucap Andre kepada Kina.
"Aku juga mau tidur pah, ikut." ucap Kina. Andre yang tadi nya mau menyusul Sarah jadi tidak bisa berduaan karena Kina.
Andre menggendong kina ke tempat tidur. Sarah baru saja selesai membersihkan nya.
"Tante, aku mau tidur Sama papah yah." ucap Kina, Sarah tersenyum sambil mengangguk.
Sarah keluar dari kamar itu. Andre berusaha membuat Sarah cepat tidur.
Tidak beberapa lama akhirnya dia tertidur juga.
"Huff akhirnya kamu tidur juga nak." batin Andre dia menyelimuti Kina. Mencium kening nya seperti biasa.
"Seperti nya Kina sengaja mengerjai saya agar tidak bisa bersama Sarah. Sebelum nya dia berusaha untuk mendekat kan saya dengan Sarah, namun sekarang berusaha untuk menghalangi nya, kamu benar-benar Sangat pintar nak." ucap Andre tersenyum.
Setelah memastikan Kina tidur, dia pun keluar.
Tadi nya dia mau ke bawah mencari Sarah namun dia belum menukar baju nya.
Andre memilih untuk menukar nya terlebih dahulu agar lebih nyaman. Namun di kamar dia kaget melihat Sarah sedang membersihkan tempat tidur nya.
"Kamu di sini? saya pikir kamu ada di lantai bawah." ucap Andre. "Tempat tidur bapak sudah kotor karena Kina yang naik-turun. Aku mencoba membersihkan nya agar bapak lebih nyaman." ucap Sarah.
Andre tersenyum.