Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 65


"Horee!! Akhirnya papah selesai masak, aku sudah sangat lapar." ucap kina.


"Kalau lapar, ayo langsung makan ke sini." ucap Andre. Kina menemani Sarah makan. Sarah di suapi oleh Andre.


"Bagaimana rasanya?" tanya Andre. Sarah meminta air minum. "Kenapa sangat asin?" tanya Sarah. "asin? Bagaimana bisa kamu merasakan asin? Lidah orang sakit itu pasti sangat hambar." ucap Andre.


"Coba bapak cicip saja." ucap Sarah. Andre mencoba nya satu sendok, namun dia langsung mengambil minum yang banyak menghabiskan nya.


"Kenapa begitu asin sekali? Saya hanya menambah kan sedikit garam agar lebih terasa." ucap Andre.


Sarah terdiam. "Bagaimana dengan nasi goreng kamu?" tanya Andre kepada Kina.


"Enak kok pah, tapi tidak seenak masakan Tante Sarah." ucap kina.


Andre menghela nafas panjang. "Kamu sama sekali tidak menghargai kerja keras papah." ucap Andre. Kina dan Sarah tersenyum.


Setelah selesai sarapan Sarah sudah lebih baik di sudah bisa beranjak dari tempat tidur. "Sarah! Kenapa kamu turun ke bawah?" tanya Andre melihat Sarah menuruni anak tangga.


"Saya sudah lebih baik pak." ucap Sarah. "Tapi keadaan kamu masih kurang baik." ucap Andre membantu Sarah duduk ke sofa ruang tamu.


Sarah menatap Andre.


"Saya mau mengucapkan terimakasih kepada bapak yang sudah mau merawat saya. Tidak banyak orang yang bisa seperti bapak kepada pembantu nya." ucap Sarah.


"Saya melakukan ini karena saya mencintai kamu Sarah." batin Andre.


"Ekhem-ekhem..." Tiba-tiba Vito datang.


"Loh kak Vito ada di sini?" ucap Sarah. "Tadi saya sudah sampai pagi, namun Andre meminta saya membeli buah-buahan ini untuk kamu." ucap Vito.


Sarah tersenyum dia mengambil buah itu. "Aku akan membersihkan nya sebentar." ucap Sarah. Andre menahan Sarah.


"Biar Vito saja, kamu duduk lah." ucap Andre.


Vito di paksa oleh Andre. "Huff dasar teman tidak memiliki hati! Bisa-bisa dia menyuruh ku membersihkan buah hanya untuk sarah." ucap Vito sambil berjalan ke dapur.


"Tapi tidak apa-apa, ini kan untuk Sarah, walaupun Andre yang suka sama Sarah terlebih dahulu siapa tau Sarah memilih aku " ucap Vito.


"Buah datang." ucap Vito kembali membawa buah. Sarah menyuapi kina terlebih dahulu.


"Kamu kenapa bisa sakit sih Sarah?" tanya Vito..Sarah menggeleng kan kepala nya. "Aku juga tidak tau kak." ucap Sarah.


"Humm seperti nya kamu tidak boleh kelelahan, banyak fikiran deh." ucap Vito.


"Kenapa kamu menyindir ku? aku tidak membuat Sarah kecapean, badan dia saja yang sangat lemah sehingga mudah sakit." ucap Andre.


"Aku tidak menyalah kan kamu, kenapa kamu malah mengatakan seperti itu?" tanya Vito.


Andre menghela nafas panjang.


"Saya ke kamar mandi dulu." ucap Andre. Mereka berdua melihat Andre yang berjalan ke kamar mandi.


"Aku sakit seperti ini bukan karena pak Andre, justru aku bisa keluar dari kamar seperti ini karena bantuan pak Andre dia bergadang menjaga ku agar aku tidak mengigau." ucap Sarah.


"Saya tau kok, mana mungkin Orang yang kita sayangi kita buat sakit dan membiarkan nya begitu saja." ucap Vito.


"Maksud kakak Apa?" tanya Sarah. Vito tersenyum. "Kamu belum tau kalau pak Andre itu sebenarnya suka suka sama kamu." ucap Andre.


"Hah! Mana mungkin kak." ucap Sarah. "Kamu sulit sekali percaya." ucap Vito.


"Mana mungkin saya berbohong, bercanda kepada kamu. Andre berteman dengan saya sudah sangat lama, saya sudah tau dia seperti apa. Dan saya tau kalau dia mencintai kamu, namun dia tidak berani jujur." ucap Vito.


"Itu mungkin hanya perasaan kakak saja, mana mungkin orang seperti pak Andre menyukai ku, dia hanya berterimakasih kepada ku karena mengurus Kina." ucap Sarah.


"Baiklah kalau kamu tidak percaya, tapi nanti saya akan bisa membuktikan omongan saya." ucap Vito.


Tidak beberapa lama Andre kembali.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Kenapa terlihat sangat serius?" tanya Andre.


"Seperti kamu tidak tau saja, ketika dua manusia yang saling menyukai duduk bersama membahas apa." ucap Vito. Sarah terkejut dengan kata-kata Vito.


"Apa maksud kamu?" tanya Andre.


"Yahh aku baru saja meminta Sarah menjadi pacar ku." ucap Vito. Seketika Andre langsung diam.


"Kalian lanjut saja, saya akan ke ruangan kerja saya." ucap Andre.


"Papah cemburu yah Om?" tanya kina kepada Vito.


Vito mengganguk. "Apa kamu tidak melihat nya? Aku percaya kalau Andre sekarang sudah sangat cemburu." ucap Vito.


"Tapi sepertinya tidak kak, aku takut dia akan marah kepada ku." ucap Sarah. Vito menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin dia marah," ucap Vito.


Sarah jadi bingung sendiri. "Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu yah, kamu harus mencari tau sendiri perasaan pak Andre kepada kamu " ucap Vito.


Sarah mengangguk. "Terimakasih yah kak, hati-hati." ucap Sarah. Vito mengganguk.


Mendengar bunyi mobil Vito, Andre langsung mengintip dari jendela.


"Huff bagus deh dia sudah pergi!" ucap Andre. Dia keluar namun tidak melihat Sarah dan Kina di ruang tamu. Dia mencari ke kamar ternyata mereka tiduran.


"Pak Andre." ucap Sarah. Andre menatap Sarah dengan tatapan sulit di baca. "Ada apa Pak?" Tanya Sarah.


"Kamu keluar sebentar yah nak, papah mau bicara sama Tante Sarah." ucap Andre, kina mengangguk. setelah Kina pergi Andre menatap Sarah.


"Saya tidak suka kamu dekat-dekat dengan Vito! Berapa kali saya harus mengatakan itu agar kamu mengerti?" ucap Andre.


"Maksud Bapak apa? Saya tidak dekat-dekat dengan kak Vito." ucap Sarah.


"Lalu apa tadi? Kamu bahkan sudah jadian dengan nya, pokoknya saya tidak ingin kamu pacaran dengan Vito!" ucap Andre.


"Emangnya kenapa pak? apa bapak cemburu?" tanya Sarah. Andre langsung menggeleng kan kepala nya.


"Kenapa saya harus cemburu kepada kamu? Saya hanya tidak ingin teman saya berpacaran dengan pembantu saya sendiri." ucap Andre.


Sarah mendengar itu merasa sakit hati, walaupun itu benar namun dia tetap lah tersinggung.


"Saya dengan kak Vito tidak ada hubungan apapun, saya minta maaf sudah membuat bapak berfikir yang tidak-tidak. kak Vito sengaja mengatakan hal seperti itu membuat bapak kesal, karena kak Vito berfikir bapak menyukai ku." ucap Sarah.


Andre terdiam sejenak. "Aku sudah menduga dari awal kalau itu tidak lah mungkin, orang seperti ku tidak mungkin di sukai orang seperti bapak, bahkan kekasih ku sendiri memilih perempuan lain karena aku seorang pembantu." ucap Sarah.


"Sialan Vito! Bisa-bisa nya dia menjebak ku." batin Andre. Sarah berbaring. "Sebaik nya bapak tidak perlu bersikap berlebihan kepada ku agar aku juga tidak berfikir yang aneh-aneh yang itu pasti tidak mungkin." ucap Sarah.