
Sampai di dapur dia bersemangat untuk memasak. Dia melihat bekal bekas makan siang Andre. Memeriksa isi nya habis membuat nya sangat senang sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai. "Sudah masak kah?" tanya Andre. Sarah kaget karena Andre datang tiba-tiba,
"Kina di Mana?" tanya Sarah. "Dia sudah tidur di kamar." ucap Andre. "Oohh bagus deh, Kalau begitu kamu makan lah, aku akan menemani Kina tidur." ucap Sarah.
Andre menahan Sarah. "Kamu sudah makan?" tanya Andre. "Tadi sore sudah makan di luar bersama Bu Rosa." ucap Sarah.
"Kalau begitu makan lah lagi bersama saya." ucap Andre.
"Tapi, aku masih kenyang." ucap Sarah.
"Humm makan lah sedikit, saya belum melihat kamu makan." ucap Andre.
"Lalu bagaimana dengan Kina?" tanya Sarah. "Dia sudah sangat nyenyak, dia tidak akan bangun kamu percaya lah kepada saya." ucap Andre.
Sarah melihat makanan. "Baiklah." ucap Sarah. Andre tersenyum dia menarik satu kursi untuk Sarah duduki.
Mereka makan Tampa ada pembahasan apapun. Walaupun sudah pacaran masih ada rasa Canggung di antara kedua nya.
Setelah selesai makan Sarah melihat kina sebentar. Setelah itu dia keluar lagi.
"Kamu sudah bekerja seharian di kantor, bekerja lagi di rumah. Apa tidak lelah?" tanya Sarah sambil duduk di sofa kecil satu lagi.
Andre menoleh ke arah Sarah.
"Pekerjaan di kantor sangat banyak." ucap Andre.
"Tapi sudah waktunya istirahat. Kamu istirahat lah." ucap Sarah.
Andre tersenyum. "Sebentar ke lagi yah." ucap Andre dengan lembut. Sarah pindah tempat duduk.
Andre menatap nya dengan heran.
"Kamu lebih memilih melanjutkan bekerja, atau berbaring di pangkuan ku?" tanya Sarah. Andre menoleh ke arah Sarah yang tersenyum menggoda sambil menepuk-nepuk paha nya.
"Jangan ganggu saya dulu, saya akan menyelesaikan ini sebentar lagi." ucap Andre.
"Yakin...?" ucap Sarah terus membuat gaya yang menggoda Andre.
Andre menghela nafas panjang, dia berusaha untuk mengabaikan Sarah terlebih dahulu agar dia bisa fokus bekerja.
Sarah berusaha menggoda Andre untuk istirahat namun tidak ada gunanya, akhirnya dia memilih untuk pergi saja.
"Baiklah kalau begitu lanjut saja bekerja sampai besok pagi, tidak perlu tidur. Aku akan tidur duluan." ucap Sarah kesal dan langsung pergi meninggalkan Andre.
Andre menghela nafas panjang.
"Huff bisa-bisa nya dia mengatakan dia merindukan ku, namun mengabaikan ku dan memilih dengan laptop nya." ucap Sarah.
Dia berbaring langsung di tempat tidur sementara Kina sudah tidur di tempat tidur nya.
Andre baru saja selesai dengan pekerjaan nya dia menutup Tampa menyimpan laptop nya dan langsung ke kamar Sarah dan Kina.
Dia mengetuk pintu terlebih dahulu. Namun ternyata Sarah sudah tidur.
"Kamu sudah tidur?" tanya Andre.
Sarah tidak menjawab, Andre naik ke tempat tidur dia melihat Sarah sudah tidur.
"Huff saya sangat sibuk akhir-akhir ini." ucap Andre. Dia mengelus rambut Sarah merapikan dan mencium kening nya.
Andre tersenyum melihat wajah Sarah yang tidur dengan sangat nyenyak sekali.
"Selamat malam." ucap Andre.
Dia keluar dari kamar itu tidak lupa untuk mematikan lampu kamar tersebut.
Setelah itu dia tidur ke kamar nya.
Keesokan harinya..
"Selamat pagi.." sapa Andre kepada Sarah. Sarah melihat Andre.
Andre heran dengan tatapan Sarah yang tidak tersenyum sama sekali, melainkan memasang wajah cuek.
"Huff kamu masih marah tentang tadi malam?" tanya Andre. Sarah diam.
"Saya minta maaf sudah membuat kamu marah." ucap Andre.
"Papah..." Ucap Kina yang baru saja datang, Andre langsung melepaskan tangan Sarah.
"Iyah nak," jawab Andre.
"Nenek bilang kepada ku kalau aku sudah Lima tahun Bulan depan." ucap Kina.
"Iyah Papah tau kok." ucap Andre.
"Nenek juga bilang kalau aku sudah harus sekolah." ucap Kina.
Andre terdiam sejenak. "Kok Papah diam sih?" tanya Kina.
"Nanti papah akan memikirkan nya, kalau sekarang Papah lagi sibuk dengan pekerjaan papah." ucap Andre.
"Pah aku mau sekolah." ucap Kina.
"Iyah nak." ucap Andre.
"Papah Iyah Iyah Mulu, aku mau di daftarin sekolah." ucap Kina.
"Kenapa mamah ngomong langsung sih sama Kina." batin Andre jadi Pusing sendiri.
"Papah aku sekolah yah." ucap Kina.
"Daftarkan saja Andre. Lagian ini sudah bisa mendaftar Anak TK Baru." ucap Bu Rosa yang baru saja datang.
"Iyah mah aku tau, tapi aku belum kepikiran ke sana, Mamah tau sendiri aku sangat sibuk bekerja, aku takut tidak terbagi waktu untuk Kina." ucap Andre.
"Kan ada Sarah yang menjaga dia, ada Mamah juga yang memantau nya." ucap Bu Rosa.
"Masalahnya bukan itu mah." ucap Andre. "Lalu apa?" tanya Bu Rosa.
"Aku tidak mau membahas ini untuk saat ini, aku akan mencoba mendaftar kan nya." ucap Andre.
"Hore!!!!" Kina sangat senang sekali.
Sarah juga ikut senang melihat Kina senang.
"Ibu Datang ke sini kok gak ngabarin? Seharusnya aku harus memasak lebih banyak untuk ibu " ucap Sarah.
"Loh yang ini untuk siapa?" tanya Bu Rosa menunjuk yang di bekal.
"Oohh ini Milik kak Zikri." ucap Sarah. "Yahh Ibu gak punya dong." ucap Bu Rosa.
"Ini untuk mamah saja, aku sudah telat aku harus berangkat." ucap Andre langsung pergi.
Sarah menghela nafas panjang.
"Dia memang selalu mengutamakan pekerjaan nya, sudah hal biasa jangan terkejut lagi." ucap Bu Rosa. Sarah tersenyum.
Mereka makan sama-sama. Andre di dalam mobil seperti orang kebingungan.
"Kartu keluarga Ku Masih yang lama. aku belum mengurus surat cerai ku. Data-data yang di perlukan untuk mendaftar kan Kina sekolah belum lengkap." batin Andre.
Dia mau mengurus semua nya sendiri namun tidak lah bisa, semua data-data yang di perlukan untuk mengurus itu ada pada mantan istri nya.
"Aku tidak tau dia tinggal di mana, bagaimana aku mencari nya?" ucap Andre. "Huff aku berusaha untuk tidak berhubungan lagi dengan nya, tidak perlu bertemu lagi dengan nya namun seperti nya itu tidak lah mungkin." ucap Andre.
Dia menelpon seseorang untuk mengurus semua yang dia perlukan itu agar dia tidak capek-capek mencari dan menemui perempuan yang sudah meninggal kan dia dan anaknya itu.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Kantor.
"Pak Andre.. Mana sarapan ku?" tanya Zikri yang sudah menunggu di depan pintu kantor nya.
Andre melihat tangan nya. Dia tidak memegang apapun, dia pergi dengan pikiran kacau itu sebabnya dia tidak mengingat bekal Zikri lagi.
"Saya tidak membawa nya, saya lupa." ucap Andre langsung masuk ke kantor meninggalkan Zikri.