Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 14


Perjalanan memakan waktu satu jam. Menyetir sambil mengasuh membuat Andre kelelahan.


"Sarah sudah mengajarkan hal buruk kepada Kina, sampai dia tidak mendengar kan kata-kata saya lagi." batin Andre.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai.


"Assalamualaikum..." Ucap Andre mengetuk pintu.


"Walaikumsalam.. Cari siapa yah pak?" tanya tetangga.


"Cari Sarah bu, apa dia ada di rumah?" tanya Andre.


"Tadi sih ada di rumah sama Bibik nya, namun mereka sudah pergi lagi tidak tau kemana." ucap tetangga itu.


"Biasanya kalau mereka pergi kemana yah Bu?" tanya Andre.


"Kalau itu sih kurang jelas yah pak, hanya saja biasa nya Sarah menjenguk Adik nya yang tinggal di asrama sekolah nya." ucap ibu itu.


"Kalau boleh tau alamat nya di mana yah Bu?" tanya Andre, karena sudah yakin kalau Sarah ke sana.


Ibu itu memberikan alamat.


Andre dan Kina ke sana. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana.


Dan ternyata asrama yang di maksud adalah asrama khusus anak yang kekurangan. Andre heran kenapa adik nya Sarah ada di sana.


"Permisi pak, mau mencari Siapa yah?" tanya pak security.


"Saya ke sini mau mencari yang nama nya Sarah." ucap Andre.


"Yang bernama Sarah banyak di sini pak." ucap Security.


"Dia bukan tinggal di sini, dia berkunjung hanya melihat Adik nya. Badan nya lumayan tinggi, putih rambut panjang." ucap Andre.


"Oohh mbak Sarah yang cantik itu? Ada kok di dalam.. Mungkin sedang menemani Adik nya bermain di dalam. Mari ikut dengan saya." ucap Security langsung.


Andre di anter ke lantai dua.


"Nah itu dia pak." ucap Security. Dari jauh Andre memerhatikan Sarah yang sedang mengajari Adik laki-laki nya berjalan.


Di benak Andre sangat banyak pertanyaan, dia bingung melihat adik Sarah.


"Pak Andre..." Ucap Sarah kaget karena baru sadar dari tadi Andre berdiri tidak jauh dari mereka.


Kina melepaskan tangan papah nya dan berlari memeluk. Sarah.


Sarah kebingungan dia mendudukkan Adik nya terlebih dahulu.


Andre mendekati Sarah.


"Kenapa bapak dengan Kina bisa di sini?" tanya Sarah.


"Kina tidak berhenti menangis dan meminta untuk bersama kamu." ucap Andre.


Sarah menoleh ke arah Kina yang heran melihat Gio.


"Kenalin nama nya Adek cantik ini adalah Kina, anak yang mbak asuh di rumah bapak itu." ucap Sarah menunjuk Andre.


Gio menoleh ke arah Andre pelan-pelan.


"Oh iya kenalin juga Kina, Nama Abang ini Gio, dia sudah kelas Lima SD, dia sekolah di sini karena Abang Gio sangat sepesial." ucap Sarah.


Kina menjulurkan tangannya kepada Gio.


"Kamu mau melakukan apa?" tanya Sarah.


"Salim.." ucap Kina.


Gio tersenyum tipis dia mengangkat perlahan tangan nya dan bersalaman dengan Kina.


"Abang.. Ayo kita main." ajak Kina.


"Abang Gio tidak bisa main seperti Kina. Abang Gio tidak bisa berbicara dan juga tidak bisa berjalan..Dia berjalan harus mengunakan tongkat." ucap Sarah.


Andre yang mendengar itu langsung merinding. Dia tidak tau ternyata yang di rindu kan oleh Sarah adalah Adik nya yang seperti ini.


Andre jadi sangat merasa bersama sekali.


Cukup lama mereka berbincang-bincang dengan Kina, mengajak Gio juga.


"Kalau boleh tau Kina nangis karena apa? Kan sama papah." ucap Sarah. Kina menggeleng kan kepala nya.


Dia duduk di pangkuan Sarah.


Gio melihat Kina bersifat manja kepada Sarah membuat nya hanya diam dan menundukkan kepalanya. Sarah mengerti dia langsung merangkul pinggang Gio juga.


"Mbak hari ini akan membawa Gio pulang ke rumah Bibik..Mau yah." ucap Sarah.


Gio menggeleng kan kepala nya dan mengambil kertas menulis di kertas yang ada di leher nya.


"Aku tidak mau pulang ke rumah kalau tidak ada mbak sarah, aku di sini saja..Aku tidak mau di marahin Bibik." isi surat.


Sarah membaca itu sangat Sedih.


"Baiklah mbak tidak akan membawa pulang, tapi bagaimana kalau kita makan di luar?" ucap Sarah.


Gio sangat suka di ajak Keluar.. Hanya Sarah lah satu-satunya orang yang mau mengajak dia keluar.


"Kina jalan yah, mbak bantu pegangin Abang Gio." ucap Anisa. Namun Kina dengan cepat langsung memegang tangan Gio yang sudah berdiri memegang tongkat nya.


Sarah melihat itu sangat senang. Dia berfikir awalnya kalau kina tidak Akan suka pada Gio.. Namun ternyata kina terus mencoba mengambil perhatian Gio.


"Kalian mau kemana?" tanya Andre.


"Loh bapak masih di sini? Saya pikir bapak sudah pulang." ucap Sarah.


Andre menggeleng kan kepala nya.


"Kami mau mengantar kan Gio makan-makan di luar, dia sangat jarang keluar." ucap Sarah.


Andre melihat Kina.


"Maaf kan saya tidak mengendong Kina, saya harus memegang Gio." ucap Sarah.


"Ini salah saya membawa Kina ke sini. Saya akan mengantarkan Kalian ke tempat makan." ucap Andre.


"Bapak seriusan?" ucap Sarah.. Andre menganguk.


"Saya akan mengendong gio ke dalam mobil." ucap Andre.


Terlihat sekali bukan hanya Sarah saja yang senang bisa masuk ke dalam mobil mewah bos nya, tapi Gio.


Dia menulis sesuatu dan memberikan kepada Sarah yang duduk di samping Andre karena harus memangku Kina.


Sarah tersenyum membaca nya. Andre penasaran dia langsung mengambil Surat dari tangan Sarah.


"Aku sangat suka naik mobil ini mbak, sangat Wangi.. Nanti kalau sudah besar aku ingin membeli mobil seperti milik bos mbak." isi surat itu.


"Maaf pak adik saya sudah lancang, tapi ini pertama kali nya dia naik mobil mewah." ucap Sarah.


Andre menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa." ucap Andre. Tidak beberapa lama sampai di tempat makan.. Andre makan sendiri sementara Sarah tidak bisa makan harus menyuapi Kina dan Gio secara bergantian.


"Hari ini saya sangat salut kepada kamu Sarah. Saya hanya melihat kamu dari tampilan saja. Tapi sekarang saya tau kalau sebenarnya kamu adalah perempuan yang baik." ucap Andre dalam hati.


Waktu nya membayar.


"Biar saya saja." ucap Andre memberikan kartu nya kepada kasir.. Sarah jadi tidak enak.


"Kamu berikan saja uang mu kepada penjaga adik kamu, agar mereka membantu nya untuk terapi." ucap Andre.


"Baik pak. Terimakasih banyak." ucap Sarah.


"Papah aku mau di belakang." ucap Kina kepada Andre karena melihat Gio yang duduk sendirian.


Andre menganguk..Kina langsung duduk di belakang. Andre memerhatikan Sarah antara sedih dan juga bahagia.. Namun dia Terus memasang wajah bahagia di Depan Adik nya yang tidak terlalu banyak tingkah.


Sesampainya di asrama. Gio harus tinggal lagi, karena sudah sore Sarah juga harus pulang.


Gio terlihat sangat sedih, begitu juga dengan Sarah.