Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 72


"Apa Kamu masih meragukan saya?" tanya Andre. Sarah diam, Andre mendekati bibir Sarah.


"Saya minta maaf kalau sifat saya membuat kamu ragu dan. tidak percaya." ucap Andre.


Andre mencium bibir Sarah dengan lembut. Sarah hanya diam, Andre yang mulai menciumi bibir nya.


Tiba-tiba Kina bergeliat, Sarah dan Andre langsung melepaskan ciumannya.


"Kasih aku waktu untuk memikirkan itu semua." ucap Sarah. "Baiklah, aku akan menunjukkan kepada kamu bagaimana keseriusan ku." ucap Andre.


Sarah tersenyum namun dia berusaha untuk menyembunyikan nya.


"Kalau begitu sebaiknya Bapak keluar, saya mau istirahat." ucap Sarah.. Andre menghela nafas panjang.


"Kamu jangan terlalu Formal seperti ini, saya tidak suka." ucap Andre.


"Tapi saya sudah terbiasa. "Kamu harus mengubah nya." ucap Andre. "Baik pak." ucap Sarah.. Andre tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu saya keluar dulu." ucap Andre.. Sarah mengangguk. Setelah Andre keluar Sarah langsung berbaring di kasur.


"Aaaarrrr!!! Apa ini? kenapa aku sangat senang sekali?" ucap Sarah.


Sementara Andre senyum-senyum berjalan ke kamar nya.


Sampai di kamar nya dia langsung membuka handphone nya dan mengirim kan pesan kepada Vito.


"Terimakasih Bro, berkat loe gua sudah bisa jujur kepada Sarah tentang perasaan gua yang sebenernya." ucap Andre kepada Vito.


Vito membuka pesan dari Andre.


"Sudah ku duga." ucap Vito.


"Lalu apa kamu sudah di terima?" tanya Vito.


Andre membalas nya.


"Kamu tunggu saja kabar selanjutnya. Butuh waktu dan kerja keras untuk mendapatkan barang bagus." ucap Andre.


"Loe jangan menjadikan Sarah mainan!" ucap Vito.


"Aku tau, kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu." ucap Andre. Vito menggeleng kan kepala nya.


"Kita lihat saja nanti." ucap Vito.


Andre berbaring di kasur sambil senyum-senyum.


Setelah beberapa lama akhirnya dia tidur.


Keesokan harinya...


Andre mengetuk pintu kamar Sarah dan Kina.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Sarah membuka mata nya, dia melihat Andre berdiri di pintu.


"Ini sudah Jam delapan pagi, kenapa kamu belum bangun?" tanya Andre. Sarah melihat jam.


Dia perlahan duduk, dia menoleh ke arah Kina.


"Saya sangat lapar." ucap Andre sambil memegang perutnya.


"Iyah pak." ucap Sarah turun dari kasur berjalan ke kamar mandi.


Di dapur... Sarah membuat kan kopi terlebih dahulu kepada Andre.


"Seperti nya Kamu dan kina kebiasaan bangun kesiangan semenjak tidak ada saya." ucap Andre. Sarah meminta maaf.


"Maaf pak." ucap Sarah.


Andre mendekati Sarah. "Setelah selesai masak kamu bangun kan Kina karena kita mau ke rumah orang tua saya." Ucap Andre. Sarah mengangguk.


Andre berdiri di belakang Sarah.


"Apa yang Bapak lakukan?" tanya Sarah. Andre tersenyum dia semakin mendekati Sarah.


Sarah yang sedang menggoreng ikan menjadi sangat gugup.


"Cukup yah pak! Kalau seperti ini terus makanan nya tidak akan masak, bapak pasti sangat lapar." ucap Sarah mendorong Andre.


Andre menatap Sarah. "Berhenti mengganggu ku!" ucap Sarah. Andre mengangguk.


"Baiklah-baiklah." ucap Andre dia mengambil kursi dan duduk memerhatikan Sarah memasak.


Sarah menghela nafas panjang sambil menatap Andre.


"Apa yang salah? Saya tidak menggangu kamu? Kenapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya Andre.


"aku risih melihat bapak di sini, aku tidak bisa nyaman memasak karena bapak tidak berhenti memandangi ku!" ucap Sarah.


"Saya menggangu kamu?" tanya Andre. Sarah mengangguk.


"Baiklah kalau begitu, saya akan ke kamar Kina membangun kan nya. Masak yang enak yah." ucap Andre sambil tersenyum dan langsung pergi begitu saja.


Tidak beberapa lama makanan selesai, Andre dan kina turun ke bawah untuk makan.


"Selamat pagi Tante." ucap Kina kepada Sarah. Sarah tersenyum.


"Pagi juga Kina." ucap Sarah.


"Ayo Kita sarapan sama-sama." ucap Andre. Sarah mengambil nasi untuk Kina, dan juga untuk Andre. Mereka seperti keluarga kecil yang bahagia sekali.


Setelah selesai makan Andre meminta Sarah untuk Mandi. Tapi sebelum mandi dia menyiapkan pakaian untuk Andre terlebih dahulu.


Saat sedang memilih pakaian untuk Andre. Sarah terdiam sejenak.


"Bagaimana kalau aku menjadi kekasih pak Andre? apa semua nya akan berubah? Apa orang tua pak Andre akan merestui nya? aku hanya lah seorang pembantu." batin Sarah.


"Dan lagi pasti di luar sana saingan ku orang-orang cantik, kaya dan pasti berpendidikan. Aku pikir aku hanya membuat pak Andre di pandang rendah oleh orang-orang." batin Sarah.


"Seperti nya aku harus membuang niat ku untuk menerima cinta Pak Andre, aku yakin dia hanya menjadikan ku pelampiasan dan menginginkan tubuh ku." batin Sarah.


Tidak beberapa lama Andre masuk ke kamar.


"Loh kamu masih di sini?" tanya Andre. Sarah berdiri dia terdiam menatap Andre.


Andre melihat baju kemeja nya yang di pegang oleh Sarah sudah keriput.


Sarah melihat nya dia juga terkejut.


"Ya ampun, kenapa bisa seperti ini? Aku tidak sengaja melakukan nya pak, aku minta maaf, aku akan menyetrika nya lagi." ucap Sarah.


Andre menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu, kemeja saya yang lain ada. Kamu mandi lah." ucap Andre.


Sarah mengangguk dia mengambil kemeja untuk ganti baju yang sudah keriput, setelah itu dia keluar.


Namun sebelum keluar dia melihat Andre.


"Humm.. Aku..."


Andre menoleh ke arah Sarah sambil menaikkan kedua Alis nya bingung melihat Sarah.


"Ada apa?" tanya Andre.


"Bagaimana aku harus mengatakan nya? Kenapa hati ku sangat berat untuk mengatakan nya?" batin Sarah.


"Tidak ada pak, aku permisi dulu." ucap Sarah langsung meninggalkan kamar Andre. Andre kebingungan.


"Aneh sekali." ucap Andre.


Kina dan Andre sudah siap, mereka sudah rapi siap untuk berangkat.


"Kenapa Tante Sarah sangat lama pah?" tanya Andre.


"Mungkin sedang berpakaian." ucap Andre sambil fokus kepada handphone nya.


"Tuh Tante Sarah sudah datang. Tante Sarah cantik banget." ucap kina, Andre langsung mengangkat pandangan nya ke arah Sarah.


Kedua nya langsung senyum-senyum. "Kenapa bapak dan kina menatap saya seperti itu? apa terlihat sangat aneh?" tanya Sarah.


"Sangat cantik Tante, Tante cocok sekali dengan dress yang di belikan oleh papah." ucap Kina.


"Iyah kan pah?" tanya kina kepada Andre. Andre berdiri.


"Kamu sangat cantik sekali dengan pakaian ini, namun saya tidak suka karena bagian punggung kamu terlihat jelas." ucap Andre berbisik pelan ke telinga Sarah.


"Tapi model nya seperti ini." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. "Saya tidak ingin punggung kamu di lihat oleh orang lain, segera ganti." ucap Andre.


Sarah menukar nya lagi dengan dress yang di beliin Bu Rosa sebelum nya.