
"Sayang..." ucap Sarah.
"Huff bagaimana kalau besok aku datang menemui kamu, kamu tidak perlu khawatir seperti itu." ucap Martin.
"Kamu serius?" tanya Sarah, Martin mengangguk.
"Baiklah, aku akan pergi, aku menunggu kamu di rumah bos ku." ucap Sarah. Martin mengelus rambut sarah sambil mengangguk.
Setelah Sarah pergi, Martin kembali ke kumpulan teman-teman nya.
"Ngapain Sarah? Bukan nya kamu sudah putus dengan dia?" tanya Sari. Teman kerja nya yang sekarang sudah menjadi kekasih nya.
"Oohh itu.."
"Jawab! Ngapain dia sama kamu!" ucap Sari.
"Dia hanya membahas tentang yang tidak penting, biasa lah, dia masih menyukai aku, tapi kamu tenang saja aku tidak akan pernah kembali kepada dia kok." ucap Martin.
"Aku kesal kalau kamu dekat-dekat kepada dia!" ucap Sari.
"Enggak kok sayang, aku tidak memiliki hubungan apapun kepada dia sekarang." ucap Martin.
"Bagus deh kalau begitu." ucap Sari, Martin menghela nafas panjang.
"Ya udah kalau begitu, aku pergi dulu yah Beli minum." ucap Sari.
Martin mengangguk, Sari pun pergi meninggalkan meja mereka.
"Lagian loe langsung jujur saja kepada Sarah Kalau kalian berdua sudah pacaran! Kamu tidak ada kejujuran sama sekali! Sama Sari loe juga berbohong!" ucap teman nya.
"Huff aku di posisi yang sangat membingungkan sekarang teman-teman." ucap Martin.
"Kamu harus meninggalkan salah satu." ucap Teman nya lagi.
"Aku mencintai Sari. Tapi aku takut kalau aku meninggalkan Sarah dia sakit hati, karena selama ini dia yang menemani aku." ucap Martin.
"Sebelum semuanya terlambat sebaiknya kamu jujur saja kepada mereka berdua." ucap teman-teman nya.
Martin mengangguk.
"Ada saat nya kok." ucap Martin.
"Jangan sampai mereka tau terlebih dahulu, kamu yang akan terkena masalah." ucap teman-teman nya.
"Baiklah aku mengerti kok." ucap Martin.
Sarah mencari Andre dan kina ke tempat yang tadi namun mereka tidak di sana lagi.
"Loh Mereka kemana?" ucap Martin.
"Huff aku kehilangan jejak mereka, sekarang aku harus mencari kemana?" ucap Sarah.
Dia mau menelpon namun handphone nya, ketinggalan di dalam mobil.
"Sebaiknya aku mengambil handphone ku dulu, taman ini begitu luas, tidak mungkin aku bisa mencari mereka di sini." ucap Sarah.
Dia kembali ke dalam mobil. Dan ternyata Andre dan kina ada di dalam mobil.
"Kina, pak Andre ternyata kalian di sini, saya lelah mencari di dalam." ucap Sarah.
"Papah seperti nya kurang enak badan lagi Tante. Itu sebabnya kami masuk ke dalam mobil." ucap Kina.
Sarah melihat Andre yang bersandar ke tempat duduk sambil menutup mata nya.
Sarah berdiri di samping pintu tepat di dekat Andre. Sarah memeriksa suhu badan Andre namun semua nya normal.
"Pak! Pak Andre." Sarah mencoba membangun kan namun Andre tidak bangun.
"Pak Andre bangun, apa bapak kurang enak badan lagi?" tanya Sarah sambil menepuk-nepuk pipi Andre.
"Kamu pikir saya ngapain sampai pingsan? Saya hanya tidur karena sangat lama menunggu kamu bertemu dengan kekasih hati mu itu!" ucap Andre dengan sangat kesal.
"Maaf kan saya pak, saya sudah lama tidak bertemu dengan Martin. Saya sangat merindukan dia." ucap Sarah.
Andre diam. "Ya sudah kalau begitu kamu mau naik atau mau tinggal dengan laki-laki itu?" tanya Andre.
"Bapak yakin bisa langsung pulang? apa kita tidak ke rumah sakit dulu untuk memeriksa kesehatan bapak?" tanya sarah..
"Saya tidak sakit! Siapa yang mengatakan saya sakit?_ ucap Andre. Sarah menoleh ke arah Kina.
Kedua nya menoleh ke arah Kina.
"Aku melihat Papah terlihat sangat pusing, papah juga lebih banyak diam dan langsung kembali ke dalam mobil. Aku pikir papah sedang sakit." ucap Kina.
"Papah tidak sakit." ucap Andre.
"Horeee!!! Papah tidak sakit, itu arti nya kita masih bisa bermain di sini,. ayo turun pah." kina keluar dan berlari ke tempat permainan anak-anak.
Sarah mengikuti Nya, Andre turun dari mobil dan mengikuti mereka juga.
"Huff Sarah.. Sarah.. Bagaimana saya harus mengatakan nya? Setiap kali saya mau mengatakan nya ada saja yang mengganggunya, ego saya terlalu tinggi, gengsi dan takut." ucap Andre.
Dia terus mengikuti Sarah dan Kina. Mereka bermain Balon-balon sangat bahagia sekali. Melihat Kina sangat senang dengan Sarah membuat nya ikut senang juga.
Setelah sudah sangat lelah, hari sudah mau magrib mereka keluar dari taman mencari cafe untuk makan.
"Sebaiknya kita makan di rumah saja papah, masakan Tante Sarah jauh lebih enak." ucap Kina.
Andre melihat Sarah yang sudah memesan makanan. "Tante Sarah menemani kamu bermain pasti kelelahan, sampai di rumah sudah seharusnya istirahat. Sebaiknya kita makan di sini saja yah." ucap Andre.
"Oohh begitu yah pah, ya udah deh." ucap Kina, Kina langsung mengerti maksud orang tua nya itu.
Tidak beberapa lama makanan mereka datang.
"Biar kan kina makan sendiri, kamu makan lah milik mu!" ucap Andre kepada Sarah.
"Tapi pak, ini makanan yang sulit di makan." ucap Sarah.
"Aku bisa kok Tante, aku bisa membuka ini sendiri." ucap Kina kepada Sarah.
"Oohh ya sudah kalau begitu." ucap Sarah.
Mereka pun lanjut makan. Andre tiba-tiba meletakkan satu suir ikan ke piring Sarah.
"Cobalah, ini sangat enak sekali." ucap Andre. "Tapi." Andre menyodorkan langsung ke mulut nya.
"enak kan?" tanya Andre, Sarah tidak menjawab dia hanya diam saja. Kedua nya jadi saling diam sementara Kina senyum-senyum.
Setelah selesai makan, Andre membayar semua nya dan pulang dari sana.
"Humm aku bosan di rumah saja pah, bagaimana kalau kita menginap di hotel? Aku sudah lama tidak ikut papah nginap di hotel." ucap Kina.
"Papah besok siang ada kerjaan." ucap Andre.
"Papah.... Kau mohon pah, sudah lama aku tidak ke hotel bersama papah, aku ingin Berenang di sana." ucap Kina.
"Terakhir kami Berenang sama Tante Sarah ujung-ujungnya kamu sakit! Papah tidak akan mengijinkan nya." ucap Andre.
"Papah aku mohon, aku mau berenang." ucap Kina memohon.
Kina menangis meminta agar di bawa menginap ke hotel, namun semua nya sia-sia Papah nya tak kunjung mau.
"sebaik nya di ikuti saja pak." ucap Sarah. Andre menoleh ke arah Sarah. "Kina kalau di hotel benar-benar tidak bisa di jaga, tidur di tempat yang asing membuat nya tidak nyenyak dan saya tidak akan bisa tidur." ucap Andre.
Sarah menghela nafas panjang. "Saya akan menjaga Kina." ucap Sarah.