
Andre mengelus rambut Sarah.
"Gak apa-apa, kamu hati-hati lah. Aku harus pulang karena kina sudah menunggu di rumah." ucap Andre.
Laura tersenyum.
"Titip salam sama Kina." ucap Laura. Andre menganguk sambil tersenyum.
Andre keluar dari ruangan itu. "Huff aku sudah capek-capek kerja malah di suruh mendekati anak kecil yang sangat songong." ucap Laura dengan kesal.
"Aku tidak suka anak kecil, aku tidak mau bertemu dengan Kina." ucap Laura dengan kesal.
Sesampainya Andre di depan rumah nya dia melihat ada motor di depan rumah nya.
"Ini milik siapa?" ucap Andre.
Dia masuk ke dalam melihat siapa yang datang.
"Pak Andre sudah pulang?" ucap Sarah yang ternyata duduk di teras rumah bersama pacar nya. Kina juga ikut duduk di sana sambil bermain.
Andre melihat Martin.
"Ini siapa?" tanya Andre.
"Kenalin Pak, ini Martin, Dia adalah.../ Teman nya Sarah." langsung memotong kata-kata Sarah.
Sarah yang tadi nya berbicara langsung terdiam.
"Kamu tidak mengingat peraturan di rumah ini? Kamu tidak boleh membawa orang lain masuk ke rumah ini Tampa seijin saya." ucap Andre.
"Maafin saya pak." ucap Sarah.
"Saya yang salah Pak sudah datang ke sini, saya minta maaf. Saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Permisi..." ucap Martin ijin pulang.
"Martin.." tahan Sarah.
"Kamu baru saja datang." ucap Sarah. Martin menepis tangan Sarah. "Aku harus pergi, aku gak mau kamu kena marah." ucap Martin.
"Sarah tutup gerbang dan masuk!"' ucap Andre. Sarah tidak bisa menahan Martin.
"Baik pak." Sarah menutup gerbang dan masuk ke rumah. Andre sudah duduk di ruang tamu.
"Kamu duduk di sini!" ucap Andre.
Sarah duduk di depan Andre.
"Kamu sudah tau peraturan di rumah ini, namun kenapa kamu masih melarang nya?" tanya Andre.
"Saya tidak membawa nya masuk ke dalam Pak, saya dengan dia hanya berbicara di luar." ucap Sarah.
"Saya tidak perduli di luar atau di dalam. Kamu sudah membawa orang lain masuk ke sini, bagaimana kalau dia berniat jahat?" ucap Andre.
"Dia adalah Pacar saya Pak, saya sudah tau dia seperti apa, tidak mungkin dia orang jahat." ucap Sarah.
"Kamu terus membela diri? Atau kamu mau saya hukum?" tanya Andre.
Tiba-tiba Kina datang dan memeluk Sarah.
"Jangan hukum Tante Sarah Pah." ucap Kina.
"Kamu jangan ikut campur! Kamu pergi main sana." ucap Andre kepada Kina.
"Jangan marah-marah sama Tante Sarah Pah." ucap Kina.
"Kina kamu pergi ke kamar! Jangan membuat papah marah juga!"' ucap Andre.
Kina akhirnya pergi main karena sudah takut dengan suara papah nya.
"Sekali lagi saya melihat kamu membawa orang lain ke sini, saya tidak segan-segan memberikan kamu hukuman." ucap Andre.
Kina menunduk kan kepalanya.
"Saya minta maaf pak, saya tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Sarah.
Andre diam dia pun langsung pergi meninggalkan Sarah di ruang tamu.
"Hufff aku ijin keluar sebentar tidak dapat ijin, jalan-jalan satu-satunya bertemu dengan Martin adalah meminta nya ke sini." ucap Sarah.
"Aku membujuk Martin untuk datang ke sini sangat susah, namun sekarang pak Andre marah, Martin tidak akan pernah ke Sini lagi." ucap Sarah.
Sarah menghapus air mata nya.
"Enggak kok, Tante gak nangis." ucap Sarah. Kina tersenyum.
"Ya udah kalau begitu kita mandi yok." ucap Sarah mengajak Kina. Kina menganguk dan berjalan ke kamar terlebih dahulu.
Sarah melihat ke arah luar.
"Huff seandainya saja aku tidak bekerja di sini, aku tidak akan sulit bertemu dengan Martin." batin Sarah.
Di malam hari nya Andre turun untuk makan malam.
Andre mau meminta tolong kepada Sarah menyiapkan makanan namun semua nya sudah ada di atas meja.
Andre melihat Sarah yang sangat asik bermain bersama Kina.
Andre makan, setelah selesai makan dia menyusul Kina ke ruang tamu.
"Kina... Sini Papah pangku." ucap Andre. karena kina duduk di samping Sarah.
Sarah diam saja tidak mengatakan apapun dan meninggalkan ruang tamu. Andre melihat Sarah ke meja makan untuk menyimpan piring kotor.
"Tante Sarah dari tadi hanya diam saja, Tante Sarah tidak mau tersenyum. Ini semua karena papah. papah sangat jahat!" ucap Kina.
"Papah tidak melakukan apapun, kenapa kamu mengatakan papah jahat?" tanya Andre.
"Papah sudah melarang Tante Sarah bertemu pacar nya, dan papah juga mengancam untuk menghukum Tante Sarah." ucap Kina.
"Tidak seperti itu Nak, papah marah karena mengkhawatirkan kamu, bagaimana kalau yang di bawa oleh nya adalah orang jahat?" tanya Andre.
Kina menghela nafas panjang dan memasang wajah cemberut.
"Papah jahat sekali." ucap kina. Andre menghela nafas panjang.
"Kamu dengan Sarah sama saja, sama-sama tukang ngambek." ucap Andre.
Kina hanya diam saja.
"Papah sangat merindukan kamu, sini dong duduk di pangkuan papah." ucap Andre. Kina menggeleng kan kepala nya.
"Kamu tidak rindu sama Papah?" tanya Andre. Kina menggeleng kan kepala nya sambil memajukan bibirnya.
"Kamu imut deh kalau cemberut, Tapi lebih imut kalau tersenyum." ucap Andre. Kina tak kunjung mau berbicara.
Andre menghela nafas.
"Baiklah-baiklah Papah minta maaf." ucap Andre.
"Papah harus minta maaf kepada Tante Sarah, bukan sama aku." ucap kina.
"Yang di lakukan Sarah itu salah, wajar papah marah sama dia. Kamu jangan terlalu membela dia. Nanti kalau di biarin dia tidak akan menaati peraturan yang ada." ucap Andre.
"Ya udah kalau papah gak mau minta maaf.. Tante Sarah dan aku tidak perduli sama papah lagi." ucap kina pergi menyusul Sarah.
Andre melihat Kina pergi..Dia mengusap wajah nya.
"Huff perempuan memang benar-benar sangat ribet dan menjadi bahan pikiran." ucap Andre.
Waktu nya istirahat dan tidur ke kamar. Andre melewati kamar Kina.
"Kina kamu sudah tidur?" tanya Andre mengetuk pintu.
"Papah pergi Saja, jangan ke sini, aku gak mau lihat papah." ucap kina dari dalam.
"Kok kamu ngomong gitu Kina? Gak sopan sama Papah sendiri." ucap Sarah kepada Kina.
"Papah gak sayang sama aku lagi, dia tidak mau menuruti kata-kata ku." ucap Kina.
Sarah yang tidak mengerti hanya bisa diam, karena dia merasa tadi Malam baik-baik saja.
"Tante mau kemana?" di tahan oleh Kina.
"Mau buka pintu." ucap Sarah.
"Gak usah Tante, biar aja papah di luar.. Nanti kalau masuk papah marah-marah lagi." ucap Kina.
"Kina buka pintu nya nak." ucap Andre mengetuk pintu terus menerus.