
"Papah sudah punya pacar, dan Tante juga tidak lah pacaran dengan papah, tidak mungkin Papah mau sama Tante." ucap Sarah.
Kina mendekati Sarah.
"Tapi Tante mau kan jadi mamah ku?" tanya Kina, Sarah tersenyum. Dia bingung menjawab nya bagaimana, takut kina merasa sakit hati.
"Makanan nya sudah saya buat di atas meja, kamu harus menghabiskan nya!" ucap Andre kepada Sarah.
Sarah berjalan ke arah meja makan.
Dia sudah mulai berselera makan, akhirnya dia menghabiskan makanan itu.
Obat dan minum sudah di sana. Setelah makan dia memerhatikan lama obat itu. Tiba-tiba teringat kejadian Tadi membuat nya syok dan trauma.
"Kamu sudah minum obat?" tanya Andre. Sarah yang tadi nya melamun kaget karena Andre datang.
"Bapak membuat aku terkejut!" ucap Sarah. Andre Duduk di depan Sarah. "Kapan kamu akan minum obat itu? Apa kamu butuh bantuan dari saya?" tanya Andre.
Sarah menggeleng kan kepala nya dengan cepat. "Tidak perlu pak, saya bisa sendiri." ucap Sarah.
"Kalau bisa kenapa kamu tidak meminum nya?" tanya Andre. Sarah menghela nafas panjang.
"Aku pasti bisa." ucap Sarah mencoba untuk langsung meminum nya sekali saja.
Sangat banyak Air putih yang dia minum agar tidak terasa Obat nya. Dia hampir saja mengeluarkan nya namun langsung minum air begitu banyak.
Andre melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang.
"Seperti nya kamu sudah jauh lebih baik sekarang." ucap Andre kepada Sarah.
Sarah menganguk.
"Kalau begitu saya titip Kina, saya ada janji di luar." ucap Andre. Sarah menganguk.
Andre langsung pergi.
"Kenapa aku melihat seperti pak Andre memiliki Masalah yah? raut wajah nya seperti orang marah." batin Sarah.
Sarah menyusul Kina ke ruang tamu. Dia membuka handphone nya berharap ada pesan dari Martin.
"Martin kemana sih? kenapa dia tidak membalas pesan ku?" ucap Sarah.
"Sudah tiga hari setelah ketahuan sama Pak Andre dia tidak mau memberikan kabar kepada ku, apa aku memiliki kesalahan kepada dia?" tanya Sarah.
Dia menghela nafas panjang beberapa kali.
"Apa aku telpon saja yah? Tapi aku takut dia marah." ucap Sarah.
Akhirnya dia memiliki Niat dan keberanian dia menelpon Martin melalui aplikasi WhatsApp nya.
Namun tidak aktif.
"Martin kenapa gak aktif?" Sarah jadi bingung. Telpon biasa tidak juga aktif. Sarah memasang wajah lesu..
"Tante Sarah kenapa? Kenapa Tante Sarah sedih gitu?" tanya Kina.
Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Gak apa-apa kok, Tante hanya tidak bersemangat saja." ucap Sarah.
"Karena Papah gak ada yah Tante? Apa kita telpon Papah untuk pulang saja?" tanya Kina, Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Bukan seperti itu Kina, kamu kok jadi bahas seperti itu sih?" ucap Sarah. "Kelihatan nya kalau ada papah, Tante tidak akan sedih seperti ini." ucap kina. Sarah tersenyum dia membawa Kina ke pangkuan nya.
"Tante tau kalau kina sudah percaya sama Tante dan juga sudah sayang sama Tante.. Tante juga sudah sayang sama Kina.. Tapi bukan berarti Tante harus menjadi Mamah nya Kina." ucap Sarah.
Kina menatap wajah Sarah.
"Tante gak mau sama Papah? Tante gak mau menikah dengan papah?" tanya Kina.
"Bukan seperti itu Kina." Sarah sudah sangat susah menjelaskan nya bagaimana.
"Sudah lah jangan membahas itu, ini sudah jam sembilan sebaiknya kamu tidur yah." ucap Sarah.
Kina menggeleng kan kepala nya.
"Papah mungkin akan pulang lambat." ucap Sarah.
Di tempat lain.
"Haii sayang..." Laura langsung memeluk Andre yang baru sampai di tempat janji an mereka sebelum nya.
Andre bersikap biasa saja, dia bahkan mengajak Laura untuk tidur menyewa kamar hotel. Sampai di sana Laura menggoda Andre.
Andre mencium bibir Laura tiba-tiba teringat wajah Sarah.. Wajah yang kaget karena Andre memberikan Sarah Obat dengan mulut nya.
"Tunggu dulu." Andre menahan Laura.
"Kenapa sayang?" tanya Laura.
Andre menghela nafas panjang.
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku malah memikirkan dia?" ucap Andre.
Laura tidak mau diam, dia menggoda Andre lagi. Namun lagi asik bermain Andre berbisik di telinga Laura.
"Kamu hanya lah wanita pelacur bagi saya, jangan harap kamu merasa hebat karena sudah bisa memiliki hubungan dengan saya atau tidur dengan saya." ucap Andre.
Laura menahan Andre.
"Maksud kamu apa?" tanya Laura. Andre menunjuk foto yang sempat dia bawa.
Laura terkejut, Andre sudah selesai dengan permainan nya dia langsung memakai baju nya.
"Kamu dapat dari mana ini? Ini bohong. Aku tidak mungkin melakukan seperti ini." ucap Laura. Andre tertawa kecil.
"Mulai dari sekarang hubungan kita sudah tidak ada lagi, dan jangan pernah menunjukkan wajah mu di perusahaan saya wanita pelacur!" ucap Andre.
"Sayang... Sayang.. aku mohon jangan seperti ini, aku bisa menjelaskan nya." ucap Laura. Andre menggeleng kan kepala nya.
"Saya hanya menjadi kan kamu pelarian sama seperti wanita -wanita saya sebelumnya. Ini yang terakhir kali karena saya tidak mau memakai barang yang sudah menjadi barang milik umum." ucap Andre.
Andre mendorong Laura dari tubuh nya.
"Sayang jangan meninggalkan aku seperti ini, aku sangat mencintai kamu." ucap Laura.
"Kamu tidak mencintai ku, Tapi mencintai uang ku kan?" ucap Andre melemparkan banyak lembaran uang ke tubuh Laura.
Dia pun pergi begitu saja meninggalkan Laura dengan uang yang bertaburan di lantai.
Laura sangat kacau.
"Bagaimana ini? Aku sudah di pecat dari pekerjaan ku, aku juga lagi bertengkar dengan pacar ku, sekarang aku di tinggal kan oleh Andre." ucap Laura.
"Sialan... Siapa yang berani membocorkan rahasia ku ini kepada Andre." ucap Laura.
Andre sampai di dalam mobil nya dia menghela nafas kasar.
"Saya merasa di rendah kan kalau seperti ini, saya akan membuat hidup kamu menderita Laura." ucap Andre, karena Andre sangat benci namanya di duakan.
Setelah menelpon seseorang dia memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sampai di depan rumah dia melihat pintu yang tidak di kunci masih terbuka.
Andre berjalan masuk namun tidak ada terdengar suara. Dan ternyata Sarah dan kina tidur di sofa.
Andre menghela nafas panjang. Dia menutup pintu.
"Sarah! Sarah." panggil Andre. Sarah membuka mata nya dia melihat Andre.
"Bapak baru pulang?" ucap Sarah melihat jam sudah jam sebelas malam.
"Kenapa kamu tidak membawa Kina tidur di kamar?" tanya Andre.
"Kina mau menunggu bapak pulang, dia tidak mau saya bawa ke kamar." ucap sarah. Andre mendekati Kina yang di pangkuan Sarah.
."Bapak dari mana? Kenapa leher Bapak merah-merah seperti ini?" tanya Sarah. Andre mengingat kalau Laura sangat sering meninggalkan jejak di leher nya.