
"Kamu benar-benar tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Aku tidak percaya kamu tidak memiliki pacar, karena dulu semua perempuan di kelas kamu pacarin." ucap Andre.
"Itu dulu, sekarang aku tidak pernah memikirkan perempuan lagi." ucap Zikri.
"Lalu kamu sendiri bagaimana? aku tidak pernah mendengar berita tentang kamu." ucap Zikri.
"Tidak ada yang menarik untuk di ceritakan." ucap Andre.
"Bagaimana bisa seperti itu? Kamu bisa menjadi bos dan memiliki perusahaan seperti ini adalah hal yang menarik dari pada aku." ucap Zikri.
"Seperti yang kamu tau, ini semua juga bantuan orang tua ku." ucap Andre.
"Lalu bagaimana dengan kehidupan pribadi kamu? Apa kamu sudah memiliki Istri? Seperti nya sudah.. Tidak mungkin pria setampan kamu ini tidak memiliki istri." ucap Zikri.
"Sebaiknya kita membahas masalah pribadi nanti, sekarang perusahaan lagi ada masalah, aku sangat butuh bantuan kamu." ucap Andre.
"Baiklah kalau begitu." ucap Zikri.
Tidak terasa Hari yang begitu panjang dan melelahkan menurut Andre sudah selesai, waktu nya dia pulang ke rumah.
"Zikri. Ayo main-main ke rumah." ucap Andre.
"Zikri mengangguk dia langsung masuk ke dalam mobil Andre.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi, apakah sudah memiliki pasangan?" tanya Zikri.
"Aku sudah menikah dan memiliki anak yang begitu cantik bernama Kina." ucap Andre.
"Kamu sangat beruntung sekali." ucap Zikri.
"Namun pernikahan kami tidak bertahan lama, setelah Kina lahir ke dunia istri ku memilih untuk pergi, dan anak ku belum pernah melihat Mamah kandung nya seperti apa." ucap Andre.
Zikri seketika langsung terdiam. "Aku bukan bermaksud untuk mengingat kamu ke masalah lalu kamu." ucap Zikri.
"Santai saja." ucap Andre.
"Dan sekarang kamu tidak ada niat untuk mencari mamah untuk Kina?" tanya Zikri.
Andre menggeleng kan kepala nya. "Tidak ada yang pas untuk saat ini." ucap Andre.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Andre.
"Rumah kamu lumayan bagus yah." ucap Zikri. Andre tersenyum.
"Papah..." Kina langsung berlari dan memeluk papah nya. Andre langsung menggendong nya.
"Papah Tumben banget cepat pulang?" tanya Kina.
"Papah rindu sama Kina." ucap Andre..Kina tersenyum dia menoleh ke arah Zikri.
"Jangan takut. Om ini adalah sahabat papah dari dulu, papah baru ketemu sama dia. Nama nya Om Zikri, dia baik kok." ucap Andre.
Namun tetap saja Kina takut, dia tidak lah mudah untuk dekat dengan orang baru.
"Kina memiliki sifat yang sangat penakut ke orang yang baru, butuh beberapa waktu untuk membuat dia akrab dengan kita." ucap Andre.
"Haii Kina.. Kenalin nama Om adalah Zikri..Kamu sangat mirip dengan papah kamu waktu jaman sekolah." ucap Zikri.
Kina hanya diam saja.
"Bapak sudah pulang?" tanya Sarah yang baru saja keluar dari Rumah dan melihat Andre, kina, Zikri di depan.
Zikri melihat Sarah.
"Saya pulang cepat karena kerjaan di kantor tidak terlalu banyak.. Tolong Buat kan kopi untuk teman saya." ucap Andre.
Sarah menganguk, dia mengambil tas dan juga jas Andre membawa nya masuk ke dalam.
"Ayo masuk ke dalam." ajak Andre.
"Aku mau sama Tante Sarah Pah." kina langsung mengejar Sarah.
"Kamu pasti penasaran Siapa perempuan itu, dia adalah pengasuh nya Kina, baru sekitar dua Minggu lebih bekerja di sini." ucap Andre.
"Oohh begitu." ucap Zikri.
"Dia masih sama seperti dulu, hanya mengandalkan harta orang tua dan sekarang dia lagi merintis usaha dari nol." ucap Andre.
"Kenapa kalian membicarakan aku?" tanya Vito yang ternyata baru datang. "Vito.. kamu apa kabar?" ucap Zikri langsung berpelukan.
"Seperti yang kamu lihat aku, cukup gendut sekarang." ucap Vito.
Mereka bercakap-cakap banyak. Tidak beberapa lama Sarah datang. Vito datang karena di minta oleh Andre Tampa sepengetahuan Zikri.
"Loh kok kopi nya hanya dua saja?" tanya Vito.
"Kak Vito baru datang? Saya tidak tau itu sebab nya saya hanya membuat dua, kalau begitu saya akan membuat lagi kak." ucap Sarah.
"Jangan kopi yah, Susu hangat kalau ada. Yang spesial." ucap Vito. "Iyah kak." jawab Sarah sambil tersenyum.
"Oh iya Susu nya jangan terlalu banyak yah, soalnya kamu sudah sangat manis sekali." ucap Vito.
"Plak!!" Kepala Vito di pukul oleh Andre. Zikri tertawa.
"Kamu benar-benar yah." ucap Andre.
"Kamu kenapa sih? Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya." ucap Andre.
"Iyah aku tau. Tapi tidak perlu berlebihan seperti itu." ucap Andre.
"Kamu cemburu?" tanya Vito.
"Jangan membuat ku kesal." ucap Andre.
"Huff kamu jadi sangat mudah emosi setelah di Selingkuhi oleh Laura." ucap Vito. Andre kesal. Akhirnya Zikri tau hubungan nya dengan mantan sekretaris nya.
Tidak beberapa lama Susu yang di minta oleh Vito datang.
"Ini kak." ucap Sarah.
"Terimakasih banyak yah Sarah." ucap Vito. Sarah menganguk sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong kamu sudah punya pacar belum?" tanya Vito. Sarah terdiam sejenak.
"Seperti nya kamu sudah punya, mana mungkin cewek cantik seperti kamu tidak memiliki pacar." ucap Vito.
"Sarah! Kina di mana? Jang meninggalkan nya sendiri." ucap Andre. Sarah pun langsung melihat Kina yang main..
"ngomong-ngomong Pengasuh Kina cantik banget. Dia juga terlihat ramah, baik, dan juga masih muda." ucap Zikri.
Andre menghela nafas panjang. "Kalian ke sini mau bertemu dengan ku atau mau melihat Sarah?" tanya Andre.
"Humm kalau boleh jujur sih, Sarah lebih menarik dari pada kamu yang selalu marah-marah tidak jelas." ucap Vito.
Zikri tertawa.
Sudah malam, Zikri dan Vito harus pulang besok mereka memiliki kegiatan masing-masing.
"Ini sudah jam delapan, sebaik nya kami pulang." ucap Zikri.. Andre sangat bersemangat ketika mereka pulang. Setelah mereka pergi Andre menutup pintu.
"Kalau tau seperti ini, aku tidak Akan pernah membawa mereka ke sini lagi!" ucap Andre.
Dia mencari Kina dan Sarah, namun mereka tidak ada di lantai bawah.
Andre berjalan ke kamar mereka, sebelum masuk mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ada apa papah?" tanya Kina membuka pintu.
"Tante Sarah mana?" tanya Andre.
"Tante Sarah lagi di dalam, aku lagi makeup in Tante Sarah. Papah mau ngapain?" tanya Kina.
"Papah mau bicara sama Tante Sarah, buka pintu nya, papah mau ngomong." ucap Andre. Sarah berdiri di belakang Kina.
"Kamu lanjut main yah, biar Tante ngomong sama papah dulu." ucap Sarah kepada Kina.
"Gak boleh! papah gak boleh marah sama Tante Sarah. Aku gak boleh kan papah berbicara sama Tante Sarah." ucap Kina melarang.
"Ini sangat penting nak, kamu pergi main dulu yah." ucap Andre menarik tangan Sarah keluar dari kamar.