
"Kamu lanjut main yah, biar Tante ngomong sama papah dulu." ucap Sarah kepada Kina.
"Gak boleh! papah gak boleh marah sama Tante Sarah. Aku gak boleh kan papah berbicara sama Tante Sarah." ucap Kina melarang.
"Ini sangat penting nak, kamu pergi main dulu yah." ucap Andre menarik tangan Sarah keluar dari kamar.
"Ada apa pak? Kenapa bapak harus menarik tangan saya keluar?" tanya Sarah.
Andre menatap Sarah dengan tatapan marah.
"Kenapa Pak Andre terlihat sangat marah kepada ku? Aku tidak melakukan kesalahan." batin Sarah.
"Saya mengingatkan kamu untuk tidak perlu dekat-dekat dengan teman-teman Saya!" ucap Andre.
"Maksud bapak?" tanya Sarah.
"Saya tidak ingin kamu dekat dengan Vito atau pun Zikri." ucap Andre.
"Saya tidak dekat dengan mereka Pak, saya baru bertemu dengan mereka." ucap Sarah.
"Kamu sangat genit kepada mereka! Saya tau kalau kamu suka kan kepada mereka!" ucap Andre.
"Tidak Pak.. Saya tidak pernah genit kepada mereka." ucap Sarah.
"Kalau tidak genit lalu apa tadi? kamu tersenyum kepada mereka!" ucap Andre dengan Nada yang sangat tinggi.
"Saya hanya..."
"Saya tidak mau tau pokoknya kamu tidak boleh melayani mereka." ucap Andre. "bukan nya bapak sendiri yang menyuruh saya membuat kan kopi untuk mereka?" tanya Sarah.
"Mulai sekarang tidak lagi, saya akan membuat kan kopi untuk mereka." ucap Andre.
"Baiklah pak, kalau begitu saya minta maaf." ucap Sarah langsung masuk ke kamar.
"Sangat aneh sekali." ucap Sarah masuk ke kamar dan menutup pintu.
"Ada apa Tante? Kenapa Tante berbicara sendiri? Apa Papah marah-marah?" tanya Kina. "Enggak kok, Papah gak ada marah, hanya membicarakan soal pekerjaan Tante saja." ucap Sarah.
Andre masuk ke kamar nya dia menghela nafas panjang sambil membuka kemeja nya.
"Ada apa dengan diri ku? Kenapa aku begitu kesal melihat Sarah di dekati oleh Zikri dan Vito?" batin Andre.
Andre duduk di pinggir kasur sambil melihat handphone nya sudah banyak pesan masuk dari Laura.
Tiba-tiba ada suara klakson mobil di depan rumah.
Andre melihat nya namun tidak membuka pintu.
"Andre aku tau kamu ada di dalam, aku mohon buka pintu nya, aku mau kita balikan." ucap Laura berteriak dari balik gerbang.
Andre melihat keluar dan ternyata itulah ada Laura.
"Ngapain dia ke sini?" ucap Andre sangat kesal.
Sarah yang sedang berusaha untuk tidur terbangun karena Laura berisik di luar. Sarah melihat ke arah Kina yang tidur.
"Siapa sih?" ucap Sarah. Dia keluar dari kamar namun melihat Andre berjalan keluar dari rumah. Dia mengikuti Tampa sepengetahuan Andre.
"Kenapa kamu ribut-ribut di sini? Anak ku sedang tidur!" ucap Andre.
"Saya maafin aku, aku mohon buka pintu nya dulu, aku mohon Sayang" ucap Laura.
"Sebaiknya kamu pulang saja, aku tidak ingin melihat kamu di sini, aku juga mau istirahat." ucap Andre.
Laura menggeleng kan kepala nya sambil menangis.
"Aku masih mencintai kamu, aku mohon jangan tinggalkan aku." ucap Laura terus berteriak.
"Berhenti teriak Laura!" ucap Andre.
"Aku tau kamu masih mencintai aku kan? aku ingin kita memperbaiki semua nya. Aku sudah meninggal kan pria itu." ucap Laura.
Andre melihat Laura yang berdiri di depan pintu.
Sarah mencoba melawan namun Andre menarik nya cukup kuat dan mencium bibir Sarah tepat di depan Laura.
Sarah terkejut. Laura juga terkejut.
"Gak! Gak mungkin! Dia hanya pembantu, aku tau selera kamu tidak serendah itu." ucap Laura.
Sarah mendorong Andre.
"Tapi aku dengan Sarah sudah benar-benar pacaran. Dia jauh lebih baik dari pada kamu, aku tidak menerima batang murahan dan sampah seperti kamu." ucap Andre.
Laura merasa sakit hati dia langsung pergi begitu saja. Laura pergi Sarah menatap Andre.
Andre juga menatap Sarah sambil tersenyum. Namun tiba-tiba Sarah langsung menampar pipi Andre.
"Bapak Benar-benar sangat jahat! bapak tidak memiliki hati!" ucap Laura marah.
"Saya bisa menjelaskan nya, kamu dengarkan saya baik-baik." ucap Andre.
"Bapak sudah sangat lancang, bapak tidak menghargai saya. Saya sangat membenci Bapak!" ucap Anisa mendorong Andre langsung pergi.
Andre melihat Sarah pergi meninggalkan dia sangat marah sekali.
"Sarah... Sarah.." Ucap Andre. Namun Sarah sudah sangat benci dia bahkan tidak membuka pintu tidak perduli sama sekali.
Andre mengacak-acak rambut nya dengan kasar.
"Aaaaarggg!!! Kenapa aku melakukan itu? seharusnya aku tidak melakukan itu." ucap Andre dia jadi menyesal sendiri, tidak pernah dia melihat Sarah Semarah itu.
Sementara Laura menyetir pulang, dia menangis.
"Kamu sangat jahat Andre, setelah kamu mempermainkan aku, dan memanfaatkan badan ku, kamu langsung pergi begitu saja meninggalkan aku dan memilih wanita lain." ucap Laura menangis.
Dia tidak fokus menyetir tiba-tiba mobil nya menabrak pembatas jalan, dia pingsan di dalam mobil karena kepala nya terbentur.
Keesokan harinya... Andre baru mau keluar dari kamar nya hendak berangkat ke kantor tiba-tiba ada pesan masuk.
"Laura masuk rumah sakit? bagaimana bisa?" t
ucap Andre Heran.
Dia keluar dari kamar. Andre melihat ke arah pintu kamar Kina.
Andre masuk namun hanya melihat kina yang masih tidur. Dia keluar melihat Sarah yang sedang bersih-bersih.
Andre mau menyapa namun Sarah langsung pergi seperti enggan untuk berbicara dengan Andre.
"Huff sudah lah, ini juga salah ku, dia pasti sangat membenci ku." ucap Andre memilih untuk diam saja dan berangkat ke kantor nya.
Sarah melihat Andre yang sudah pergi. Sarah melihat Sarapan yang sudah dia masak tadi.
"Pak Andre jadi tidak mau makan karena aku diamkan. Tapi aku tidak terima perbuatan nya, aku tidak di hargai Sama sekali kalau sudah seperti ini." ucap Sarah.
"Pagi Tante..." Kina bangun langsung minta di gendong. Sarah menggendong nya.
"Papah sudah berangkat kerja yah Tante?" tanya Kina.. Sarah menganguk.
"Sudah dari tadi, kamu mandi gih, setelah itu sarapan." ucap Sarah.
"Oke Tante." ucap Kina.
Setelah mereka berdua mandi mereka makan pagi sama-sama.
"Tante hari ini kesibukan nya apa?" tanya Kina.
"Tidak ada. Semua pekerjaan Tante sudah selesai." ucap Sarah.
"Aku mau ngajakin Tante ke toko kue." ucap Kina.
"Toko kue? kalau mau Makan kue, ada di kulkas kok, Tante ambil kan yah?" ucap Sarah..
"Bukan untuk aku Tante. Tapi untuk papah." ucap Kina.