
Kedua nya langsung senyum-senyum. "Kenapa bapak dan kina menatap saya seperti itu? apa terlihat sangat aneh?" tanya Sarah.
"Sangat cantik Tante, Tante cocok sekali dengan dress yang di belikan oleh papah." ucap Kina.
"Iyah kan pah?" tanya kina kepada Andre. Andre berdiri.
"Kamu sangat cantik sekali dengan pakaian ini, namun saya tidak suka karena bagian punggung kamu terlihat jelas." ucap Andre berbisik pelan ke telinga Sarah.
"Tapi model nya seperti ini." ucap Sarah.
Andre menghela nafas panjang. "Saya tidak ingin punggung kamu di lihat oleh orang lain, segera ganti." ucap Andre.
Sarah menukar nya lagi dengan dress yang di beliin Bu Rosa sebelum nya.
"Bagaimana dengan Ini?" tanya Sarah. Andre meminta nya berputar. "Bagian punggung kamu masih terbuka, apa tidak ada yang lain?" tanya Andre.
"Semua nya seperti ini pak, Bu Rosa memilih untuk ku seperti ini semua." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang.
"Itu sudah bagus papah, Tante Sarah sangat cantik dengan pakaian itu, aku sangat suka, apa Papah tidak suka?" tanya Kina. Andre terdiam.
"Ayo Tante kita masuk ke dalam mobil, papah terlalu banyak protes." ucap Kina menarik tangan Sarah keluar.
"Tunggu in papah." ucap Andre mengejar keluar.
Andre menutup pintu terlebih dahulu setelah itu baru berangkat. Andre mencuri-curi pandang melihat Sarah yang duduk di sebelah nya.
Sementara Kina duduk di belakang sendiri.
"Sarah." panggil Andre.
"Iyah pak?" ucap Sarah.
"Saya mau minum, tolong buka kan satu botol air minum yang ada di depan." ucap Andre. Sarah mengambil nya dan membuka nya.
Setelah itu memberikan nya kepada Andre. "Terimakasih." ucap Andre tersenyum. Sarah mengangguk. Setelah selesai dia menutup nya kembali.
"Seingat saya ada makanan di kursi belakang, kamu boleh mengambil nya? saya ingin mengemil." ucap Andre. Sarah mengikuti perintah Andre dia mengambil cemilan yang ada di belakang. Dan ternyata Kina juga sudah memakan nya dari tadi.
Sarah membuka nya setelah itu memberikan nya kepada Andre.
"Bagaimana saya bisa memakannya kalau sedang menyetir? Tangan saya hanya dua, dan mata saya harus fokus ke jalanan." ucap Andre.
Sarah mengerti dengan apa yang di maksud oleh Andre. Dia menoleh ke arah Kina yang sedang asyik makan jajanan dan juga nonton di tablet nya.
"Huff Bapak seperti nya sengaja mengerjai saya." ucap Andre. Akhirnya Sarah menyuapi Andre. Andre tersenyum. Sepanjang perjalanan Sarah menyuapi Andre sampai tangan nya pegal.
"Tangan ku sudah sangat pegal pak, apa Bapak tidak kenyang?" tanya Sarah. Andre menggeleng kan kepala nya.
"Kalau kamu capek tidak apa-apa, nanti di lanjut kan lagi." ucap Andre, Sarah menghela nafas panjang. Dia meletakkan makanan itu di samping nya.
"Aku mau kakak mengambil nya sendiri!" ucap Sarah.
Sarah diam, Andre juga jadi ikut diam.
"Humm aku boleh meminta ijin ke asrama Gio besok?" tanya Sarah.
"Ngapain? Bukan nya kemarin kamu baru dari sana?" tanya Andre.
"Gio ulang tahun, aku sudah janji mau datang, aku tidak ingin membuat nya sedih kalau aku tidak datang." ucap Sarah.
"Baiklah kamu boleh pergi, tapi dengan satu syarat." ucap Andre.
"Apa pak?" tanya Sarah dengan sangat serius. "Saya dengan kina juga ikut." ucap Andre.
Sarah terdiam sejenak.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Orang tua Andre.
"Mamah...." Ucap Andre memeluk Bu Rosa.
"Kamu benar-benar yah! Bisa-bisa nya sudah satu bulan tidak bertemu kamu tidak ke sini terlebih dahulu dan memilih langsung pulang ke rumah kamu!" ucap Bu Rosa.
"Apa sih yang kamu kejar kembali ke rumah? biasa nya kamu selalu ke rumah Mamah dulu!" ucap Bu Rosa.
"Aku sangat merindukan Kina lah mah, anak ku ada di rumah, kan sekarang aku sudah di sini." ucap Andre.
Mamah nya menghela nafas panjang.
"Mamah yakin kamu sudah tidak sayang lagi kepada Mamah." ucap Bu Rosa. "Enggak gitu mah, aku sayang sama Mamah kok." ucap Andre.
Orang tua nya tersenyum. "Bagaimana kabar kamu di sana? apa kamu menemukan perempuan bule di sana yang akan menjadi menantu mamah?" tanya Bu Rosa.
"Aku ke sana bekerja mah, mana mungkin aku secepat itu menemukan perempuan." ucap Andre.
"Humm kamu sangat pandai berbohong, kamu sering meninggalkan papah demi melihat perempuan-perempuan Bule yang cantik-cantik." ucap Papah nya.
Andre menoleh ke arah Sarah.
"Aduh Papah kenapa ngomong seperti itu sih, aku melakukan itu kan karena bosan di penginapan. Lagian tujuan ku bukan itu, kebetulan saja di sana banyak perempuan-perempuan." batin Andre.
"Humm kamu benar-benar yah! Sudah punya anak tetap saja mata nya jelalatan." ucap Bu Rosa mencubit telinga Andre.
"Bukan hanya aku saja mah, Papah juga merayu menejar kantor yang di sana. Papah juga sering mengajak nya makan siang." ucap Andre.
"Papah sudah berani yah! Awas saja Papah!" ucap Bu Rosa mencubit suami nya.
"Ampun mah, ampun, Andre berbohong. Papah makan siang di kantor lagian ada Andre di sana. Menejer itu sudah memiliki suami, mana mungkin papah seperti itu." ucap suami nya.
Bu Rosa menoleh ke arah Andre.
"Hukuman kamu Mamah Tambah, kamu sudah berbohong kepada Mamah!" ucap Bu Rosa.
Andre menjerit.
"Rasain tuh! Jadi laki-laki kok Ganjen banget." ucap Sarah dalam hati.
"Sudah mah, aku minta maaf, aku tidak akan seperti itu lagi." ucap Andre.
"Pokoknya mamah akan mencari jodoh secepatnya kepada kamu agar tidak duda terus." ucap Bu Rosa.
Andre menghela nafas panjang.
"Tidak perlu mah." ucap Andre.
"Kalau kamu tetap seperti ini, mamah tidak akan berfikir panjang untuk segera menikah kan kamu dengan perempuan pilihan Mamah!" ucap Bu Rosa.
Sarah diam. Andre menoleh ke arah Sarah.
"Sebaiknya tidak perlu mah, aku tidak ingin menikah cepat-cepat sekarang, aku ingin Kina lebih besar lagi. Dan aku harus memuaskan masa kesendirian ku terlebih dahulu agar aku tidak gagal ke lagi." ucap Andre.
"Kamu selalu mengatakan seperti itu! Mamah sudah muak mendengar nya." ucap Bu Rosa.
"setelah menjadi duda tidak jarang Mamah mendengar kalau kamu sudah tidur dengan semua perempuan yang kamu pacari! Mamah jadi malu seperti itu!" ucap Bu Rosa.
"Iyah mah, aku tau aku salah, aku minta maaf, aku tidak akan mengulangi hal seperti itu lagi!" ucap Andre.
"Mamah sama sekali tidak bisa percaya sama kamu, kamu itu tidak pernah serius dengan hal apapun, mamah Heran menghadapi kamu." ucap Bu Rosa.