
Sarah tertawa kecil mendengar pertanyaan Kina. Andre terkejut karena Kina langsung memasang wajah melas dan juga Suara yang sedih.
"Tante bahkan belum sampai Kina. Kamu mau kemana itu? Kenapa ada di dalam mobil?" tanya Sarah karena mereka melakukan panggilan video.
"Aku sudah sangat merindukan Tante, cepat lah kembali." ucap Kina.
"Tante akan pulang secepat nya yah. Tante juga Rindu Kina." ucap Sarah setelah itu panggilan telepon langsung mati.
"Tante Sarah harus kembali mengurus adik nya yang harus di obati.. Kamu harus memberikan waktu untuk Tante Sarah." ucap Andre. Kina menghela nafas panjang.
"Kalau begitu aku ikut dengan Tante Sarah saja Pah." ucap kina. Andre menggeleng kan kepala nya.
"Papah gak mau, Nanti kalau kamu pergi sama. Tante Sarah, lalu papah dengan siapa di sini?" tanya Andre.
Kina menghela nafas panjang.
"Papah sudah sangat dewasa, kenapa papah harus takut Sih?" ucap Kina.
"Papah bukan takut, tapi nanti papah kesepian." ucap Andre.
"Papah kan mempunyai pacar, kenapa papah tidak meminta pacar papah menemani papah di Rumah?" ucap Kina.
Andre menghela nafas panjang.
"Tante Sarah sudah banyak mencuci pikiran kamu." ucap Andre. Kina menggeleng kan kepala nya..
"Nenek Kakek yang mengatakan itu." ucap Kina.
Andre menghela nafas panjang. "Papah sudah putus dengan pacar papah." ucap Andre.
"Humm bagus deh, aku tidak suka papah sama orang lain, aku ingin papah bersama Tante Sarah tidak dengan yang lain." ucap Kina.
Andre memilih diam dari pada harus ribut dengan anak nya sendiri.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kantor.
Semua orang menyapa Kina sampai ke ruangan kerja papah nya.
"Huff semua orang menyapa mu kali ini." ucap Andre sambil menggendong kina ke atas meja. Kina tersenyum.
Andre tersenyum melihat anak nya itu sangat ceria tidak seperti sebelumnya.
"Kalau begitu kamu bermain saja atau menonton TV, papah mau bekerja." ucap Andre. Kina melihat ke arah pintu luar.
"Aku ingin bermain di luar Pah." ucap Kina.
Zikri baru saja datang.
"Kina kamu ikut ke sini?" tanya Zikri. Kina menganguk.
"Tante Sarah nya mana?" tanya Zikri langsung..
Andre menendang kaki Zikri. Zikri langsung terkekeh.
"Pah aku mau main keluar." ucap Kina.
"Biar kan saja dia main di luar, aku akan meminta Staf menjaga nya." ucap Zikri.
"Ya udah kalau begitu Tolong titip kan pada Staf." ucap Andre. Dia keluar membawa Kina.
"Kina Tante Sarah nya mana?" tanya Zikri. Andre yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.
"Untung saja aku aku tidak membawa Sarah ke sini. Kalau aku membawa nya, aku tidak akan bisa fokus bekerja." ucap Andre.
"Tante Sarah pulang bertemu dengan adik nya yang sakit." ucap Kina.
"Oohh nanti kalau bertemu dengan Tante Sarah, bilang kalau Om Titip salam yah." ucap Zikri..Kina tersenyum.
"Iyah Om, tapi om harus tau kalau Tante Sarah sudah jadi milik papah dan aku, Om tidak boleh mendekati Tante Sarah untuk di jadikan pacar." ucap Kina.
Zikri langsung terdiam.
"Ya udah kalau begitu kamu sama Tante ini dulu yah." ucap Zikri. "Iyah Om." ucap Kina.
"Sri! Tolong di jaga yah, pak Andre sedang sibuk dia ingin berjalan-jalan." ucap Zikri.
"Tapi aku sedang bekerja." ucap Sri.
"Tinggalkan saja, nanti pak Andre akan menaikkan gaji kamu. Kalau berhasil menjaga anak nya." ucap Zikri.
"Ayo Tante." Kina sudah kabur.
"Kamu jaga baik-baik, saya mau lanjut bekerja." ucap Zikri.
Sri mengejar Kina.
"Hai cantik, main sama Tante yok. Jangan lari-lari." ucap Sri mengejar Kina.
Namun baru saja bermain dia sudah menabrak seseorang yang membawa berkas-berkas. Kina langsung kabur.
"Kamu jaga baik-baik dong." ucap teman nya kepada Sri.
Sri jadi kesal dia menarik tangan kina agar tidak kabur.
"Kamu jangan kabur-kaburan lagi." ucap Sri.
"Lepasin." ucap Kina. dia terus berlari sampai keluar. Dia menuruni anak tangga.
Sri terus mengejar nya, Kina semakin senang di kejar oleh Sri.
"Kina berhenti! Tante sudah sangat capek." ucap Sri. "Ayo kejar aku Tante kalau bisa." ucap kina meledek.
Semua nya sudah sangat kacau karena Kina. Sri terjatuh dia kesakitan sehingga tidak sadar kalau Kina sudah tidak kelihatan lagi.
Dia heran dia memanggil namun tidak ada di sana. Akhirnya dia ke ruangan CCTV.
Kina sudah berhasil keluar dia berjalan keluar entah mau kemana.
"Kina!" panggil Andre yang langsung datang. Kina melihat papah nya langsung diam.
Semua orang turun dan melihat. "Apa yang kamu lakukan?" tanya papah nya.
"Aku hanya ingin bermain Pah." ucap Kina.
"Kamu kalau bermain, tinggal main saja, jangan mengacaukan seluruh isi Kantor!" ucap Andre.
Kina menunduk kan kepala nya.
"Kalian semua! Kenapa tidak ada satu pun yang bisa menjaga anak saya?" ucap Andre.
"Maafkan kami pak." ucap staf laki-laki.
Andre membawa Kina ke ruangan nya.
"Kamu jangan menangis! Kamu membuat semua orang kesusahan! Kamu sudah janji tidak akan membuat keributan!" ucap Andre.
Kina hanya diam. "papah tidak akan membawa kamu lagi ke sini." ucap Andre.
"Sekarang kamu duduk di situ, jangan bergerak dan jangan kemana-mana!" ucap Andre. Kina Menganguk. Andre kembali bekerja.
"Apa kamu tidak berlebihan? Anak kecil nakal itu adalah hal biasa? Kamu terlalu emosi sekali sampai dia merasa takut seperti itu." ucap Zikri.
"Sesekali harus di marahin." ucap Andre.
"Huff kamu sangat tega kepada anak yang tidak memiliki Ibu itu, kamu tidak memikirkan pers dia?" tanya Zikri. Andre langsung terdiam.
"Ah sudahlah, sudah terlanjur. sebaik nya kamu turunin emosi kamu, tenang kan pikiran kamu dan setelah itu lanjut bekerja." ucap Zikri.
"Ada apa dengan diri ku? Kenapa aku terlalu emosi seperti ini? Sebelum nya aku tidak pernah marah seperti itu kepada Kina." batin Andre.
Dia melihat kina yang sudah tidur. Andre menghela nafas panjang.
Sementara di tempat lain Sarah baru saja sampai di asrama adik nya.
"Mbak Sarah. Mbak baru datang?" tanya penjaga asrama.
"Iyah Bu, Gio nya ada kan?" tanya Sarah.
"Loh bukannya Gio masih di rumah sakit?" ucap penjaga itu.
"Rumah sakit? Gio sakit Bu? Kenapa saya tidak tau? Tidak ada juga yang memberi tau kepada saya!" ucap Sarah.
"Bukan sakit Sarah, Tapi Gio sedang di terapi. Sekarang keadaan nya sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya." ucap Ibu itu.
"Rumah sakit mana Bu?" tanya Sarah langsung.