
"Iyah kina, Tante juga tidak sadar melakukan apa barusan, hiraukan saja." ucap Sarah mengalihkan pemikiran Kina.
"Tapi gak apa-apa sih papah sama Tante Sarah ciuman." ucap Kina. Andre Menaik kan alis nya, Sarah menatap dengan bingung.
"Aku ingin Tante Sarah jadi mamah baru ku." ucap Kina. Andre menoleh ke arah Sarah.
"Ya udah kalau begitu aku ke kamar mandi dulu yah Papah, Tante." ucap Kina.
Kina mengangguk. Setelah kina masuk ke kamar mandi Andre tersenyum menatap Sarah.
"Kenapa kamu senyum-senyum? Aku sudah sangat malu." ucap Sarah langsung menutup wajahnya dengan tangan.
Andre menarik tangan Sarah agar tidak menutup wajahnya. "Alangkah baiknya kalau kina tau hubungan kita, lagian dia juga pasti akan sangat senang." ucap Andre.
Sarah menggeleng kan kepala nya, Kalau kina tau dia pasti akan ngasih tau kepada orang tua kamu." ucap Sarah.
"Minta saja dia untuk menyimpan rahasia ini." ucap Andre. Sarah menghela nafas panjang. "Kina anak kecil, mana mungkin dia paham tentang itu." ucap Sarah.
"Aku bukan anak kecil lagi Tante, aku sudah mau sekolah." ucap kina yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Sarah tersenyum, kina naik ke tempat tidur dan duduk di pangkuan suami nya.
"papah jadi kan mengurus sekolah ku? aku mau cepet-cepet sekolah pah." ucap Kina.
"Iyah nak, Papah sedang mengusahakan nya." ucap Andre. Kina menghela nafas panjang. "Kenapa sangat lama sekali Pah?" tanya kina.
"Sabar yah nak, Papah masih mengusahakan nya kok." ucap Andre.
"Lagian masih lama Kina, bersabar lah papah kan akhir-akhir ini selalu sibuk dengan pekerjaan nya." ucap Sarah.
Kina mengangguk. "Baik Tante." ucap Sarah. Andre tersenyum karena Kina akhirnya mau mendengar kan penjelasan mereka berdua.
"Sekarang aku sangat lapar sekali Tante. Aku mau makan." ucap Kina. "Ya udah kalau begitu Tante masak dulu yah, kamu mau sarapan apa?" tanya Sarah.
"Mau makan naget sama Sosis saja Tante." ucap Kina. Andre menahan tangan Sarah.
"Kamu tunggu saja di sini, saya akan memasak nya." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya. "tidak perlu pak. Bapak harus siap-siap ke kantor." ucap Sarah.
Andre melihat jam. "Ini masih sangat pagi, saya masih sempat membuat sarapan." ucap Andre.
"Kalau begitu aku bantu saja." ucap Andre.
Sarah meragukan Andre itu sebab nya dia tidak mengijinkan nya.
Andre menggendong Kina dari kamar.
"Papah sama Tante Sarah sudah sangat dekat sekali, aku sangat senang melihat nya." ucap kina. Andre dan Sarah tersenyum.
"Ya udah kalau begitu kamu tunggu di sini saja yah, papah sama Tante Sarah masak sarapan dulu." ucap Andre. kina mengangguk.
Andre mengikuti Sarah ke dapur. "Apa yang bisa saya lakukan?" tanya Andre. Sarah menghela nafas panjang.
"Kamu tidak akan bisa membantu ku, aku takut nanti kakak menghancurkan dapur ini dengan kehebohan." ucap Sarah.
Andre menatap Sarah. "Percaya lah kepada saya. Saya juga ingin membantu Kamu." ucap Andre.
Sarah tetap melarang nya dia tidak ingin memberikan nya.
Andre bersekukuh ingin terus membantu Sarah. "Muachhhhh!!" Andre mencium Sarah.. Sarah kaget dia langsung melepaskan sendok.
"Kamu lihat saja kemampuan saya." ucap Andre. Sarah akhirnya pasrah. Sarah membantu mengupas bawang untuk membuat menu lain nya sementara Andre hanya menggoreng untuk Kina saja.
"Sayang.." panggil Andre. Sarah menoleh ke arah samping. "Kamu mau?" tanya Andre.
Sarah mengangguk dia menggigit naget dari tangan Andre.
"Papah... Tante aku sudah sangat lapar..." ucap Kina tiba-tiba datang ke dapur. Sarah dan Andre berhenti bersikap romantis.
"Sudah selesai kok nak, ini sudah mau selesai." ucap Andre langsung menusun nya di atas meja. Tidak lupa juga dengan susu untuk Kina.
Sarah senyum-senyum melihat Andre yang berusaha memalingkan perhatian Kina dari mereka berdua.
"Walaikumsalam..." Ucap Sarah.
"Siapa yang datang pagi-pagi seperti ini ?" tanya Andre. "Aku juga tidak tau pak, aku akan membuka pintu terlebih dahulu." ucap Sarah.
Andre mengangguk.
"Siapa yah?" tanya Sarah.
"Sarah...." ucap Anggun. Sarah terkejut karena Anggun ada di balik pintu.
"Mbak Anggun, apa kabar? Kenapa baru datang berkunjung ke sini?" tanya Sarah langsung memeluk Anggun. Mereka berpelukan karena saling merindukan karena sebelumnya mereka juga pasti sudah sangat dekat.
Andre penasaran siapa yang datang.
"Siapa yang datang Sarah?" tanya Andre keluar melihat nya.
"Anggun.." ucap Andre juga terkejut melihat Anggun datang.
"Bapak. Sudah lama tidak bertemu dengan bapak." ucap anggun langsung menyalim tangan Andre.
"Kamu apa kabar?" tanya Andre.
"Alhamdulillah baik pak." ucap anggun. Andre melihat perut Anggun sudah besar.
"Kamu sedang hamil?" tanya Sarah.
Anggun mengganguk. "Alhamdulillah. Sudah." ucap Anggun.
"selamat yah." ucap Sarah.
"Bapak apa kabar? Sudah lama tidak bertemu dengan bapak banyak perubahan dengan bapak sudah terlihat lebih gemuk dan juga semakin tampan." ucap Anggun.
"Kamu sangat pandai menggoda, kamu datang ke sini hanya sendiri saja?" tanya Andre. Anggun mengganguk. "Aku ke sini sendiri karena kebetulan suami ku tidak jauh ada proyek di sini." ucap anggun.
"Ayo masuk dulu." ucap Andre.
"Kina mana?" tanya Anggun.
"Ada di dalam." ucap Sarah. Anggun melihat Kina makan di meja makan.
"Ini seriusan Kina?" tanya Anggun. Andre dan Sarah mengangguk.
"Ya Ampun dia sangat gemuk dan juga sangat cantik, dia bahkan sudah pandai makan sendiri." ucap Anggun.
"Tante Anggun.." ucap Kina. Dia langsung memeluk Anggun. Anggun menangis memeluk Kina. Dia sangat kaget melihat Kina yang sekarang.
"Kamu benar-benar sangat hebat sekali bisa merubah Kina seperti ini Sarah, bagaimana kamu melakukan nya?" tanya Anggun.
Sarah tersenyum. "Itu hanya pertumbuhan saja, aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan." ucap Sarah.
Anggun tersenyum.
"Bapak tidak kerja? Ini sudah jam delapan lewat." ucap Sarah. "Ya udah kalau begitu saya siap-siap dulu, kamu lanjut lah berbicara dengan Anggun." ucap Andre.
Sarah mengangguk sambil tersenyum. Andre menepuk paha Sarah seakan-akan tidak ingat kalau ada anggun di sana.
Anggun kaget melihat nya namun dia berusaha untuk berfikir biasa saja.
Andre pun pergi.
"Tante Anggun sudah mau memiliki anak lagi? Pantesan saja Tante tidak pernah datang untuk melihat ku." ucap Kina.
"Tante tinggal sangat jauh sayang, kalau dekat Tante Akan datang setiap hari ke sini." ucap Anggun.
"Tante bohong. Tante selalu bilang seperti itu namun ternyata tidak ada datang, aku sangat merindukan Tante." ucap Kina.
Sarah Tersenyum, sementara Anggun sudah bingung harus menjawab apa.