Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 56


kina tersenyum. Dia menarik selimut dan berbaring. "Aku pasti tidur kok Tante." ucap Kina.


"Huff seperti nya Kina sengaja memaksaku keluar agar dia tidak perlu tidur siang, kamu pikir Tante bodoh." ucap Sarah, menunggu beberapa menit Sarah mengintip ke dalam dia melihat tidak ada yang bergerak-gerak dan ternyata Kina benar-benar sudah tidur.


"Humm bagus deh kalau sudah tidur." ucap Anisa tidur di samping Kina.


"Aku tidak boleh tidur, aku harus melihat pak Andre dulu." ucap Sarah


"Tapi aku sangat lah malu untuk ke bawah, aku juga masih kesal kepada pak Andre tentang tadi malam." ucap Sarah.


"Walaupun kesal, kamu harus memberikan nya perhatian kamu juga harus bersikap baik layak nya seperti pembantu di sana." ucap nya kepada diri sendiri.


Sarah memaksa kan diri keluar dari kamar dan melihat Andre duduk di ruang tamu.


"Apakah bapak sudah makan?" tanya Sarah.


Andre langsung berdiri dia menatap wajah Sarah. "Saya belum makan." ucap Andre.


"Ya sudah kalau begitu saya akan membuat kan makan siang untuk bapak." ucap Sarah. Andre mengganguk dia mengikuti Sarah ke meja makan.


Setelah selesai makan siang Andre melihat Sarah pergi meninggalkan dia di ruang tamu.


"Kenapa sih aku harus memiliki perasaan yang aneh kepada kamu Sarah?" ucap Andre.


Keesokan harinya... Andre sangat lelah dia memutuskan untuk istirahat di rumah saja.


"Bapak tidak pergi kerja?" tanya Sarah melihat Andre duduk di meja makan.


Andre menggeleng kan kepala nya. "Badan saya semua terasa sakit-sakit. Kepala saya juga sedikit pusing." ucap Andre.


"Kalau begitu Kenapa bapak tidak berobat saja?" tanya Sarah. Andre menggeleng kan kepala nya.


"Saya istirahat saja, mungkin nanti sudah sembuh." ucap Andre. "Ya sudah kalau begitu." ucap Sarah.


Andre melihat Sarah pergi seolah-olah tidak memperdulikan dia membuat nya kesal.


"Huff percuma saja aku memasang wajah pucat, suara lemas dan mengeluh kepada nya, dia tidak akan pernah perduli kepada ku." ucap Andre.


Dia mengambil obat dan meminum nya sendiri. Sarah dari dapur mengintip nya.


"Aku yakin pak Andre sakit seperti itu karena begadang bersama perempuan itu. Huff rasain saja akibat nya." ucap Anisa dengan kesal.


"Tidak ada juga guna nya aku memperdulikan pak Andre berlebihan, aku tidak ingin membuat aku tidak ingat batasan." ucap Sarah.


Namun semakin siang Sarah mendengar suara batuk Andre dari kamar nya. Sarah menghela nafas panjang.


"Sudah jelas dia sakit, namun kenapa tidak menanggapi dokter?" ucap Sarah dia mendorong pintu yang terbuka sedikit.


"Apakah bapak baik-baik saja?" tanya Sarah. Andre menoleh ke arah Sarah.


"Seperti yang kamu lihat, itu adalah jawaban saya." ucap Andre.


Sarah mendekati Andre dia memeriksa suhu badan Andre.


"Tidak panas, tapi kenapa sampai batuk dan lemas seperti ini?" ucap Sarah. Andre mengangkat kepalanya dia berbantal di paha Sarah.


"Kepala saya sangat sakit sekali." ucap Andre. Sarah memijit-mijit kepala Andre. "Apakah sudah minum obat?" tanya Sarah, Andre menggeleng kan kepala nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Andre menahan Sarah. "saya mau mengambil obat untuk bapak." ucap Sarah.


"Tidak perlu, saya tidak ingin minum obat lagi. Rasanya begitu pahit sekali.'' ucap Andre.


"Kalau tidak minum obat, mana mungkin bapak bisa sembuh." ucap Sarah.


Andre menggeleng kan kepala nya dia berbaring lagi Paha Sarah, memeluk pinggang Anisa merasakan kehangatan tubuh Sarah dan mencium aroma Sarah yang sangat nyaman baginya.


Andre menggeleng kan kepala nya. Kina masuk ke kamar.


"Loh Papah kenapa Tante?" tanya Kina melihat Andre menyembunyikan wajahnya di perut Sarah.


"Pak jangan seperti ini, Kina di sini, tidak enak kalau di lihat oleh nya." ucap Sarah, namun Andre tidak mau mendengar kan nya sama sekali.


"Papah lagi sakit. Tidak tau kenapa." ucap Sarah. Kina naik ke kasur dia melihat papah nya memejamkan mata.


"Papah kenapa? Papah tidak ke rumah sakit untuk berobat?" tanya Kina. Andre menggeleng kan kepala nya.


"Di rumah sakit sangat membosankan, di sana tempat tidur sangat kecil, Papah mau di sini saja." ucap Andre.


"Tapi kalau bapak di sini, setidaknya minum obat dulu." ucap Sarah.


"Loh kenapa Papah tidak minum obat? Bukan nya Papah biasa nya kalau sakit langsung minum obat?" ucap Kina.


"Huff kina kenapa pakai bongkar kebiasaan ku sih? Sarah tidak akan memanjakan ku kalau seperti ini." ucap Andre dalam hati.


"Kina tolong ambilkan obat Papah di luar yah." ucap Sarah, kina mengangguk. Setelah kina keluar Sarah memaksa Andre untuk duduk.


"Bapak harus minum obat, setelah itu baru bisa istirahat!" ucap Sarah. Andre mengangguk dia seperti tidak memiliki tulang dia bersandar di bahu Sarah.


Kina datang membawa obat. Sarah memberikan kepada Sarah.


Andre berbaring namun menarik tangan Sarah agar ikut juga berbaring dengan nya.


Sarah menghela nafas panjang.


"Papah mau istirahat dulu, kamu pergi lah main di luar, nanti Tante nyusul." ucap Sarah karena tidak ingin melihat Andre dan dia ribut.


Kina mengangguk. Setelah kina keluar Sarah langsung mendorong Andre.


"Bapak apa-apaan sih? Aku sudah bilang agar tidak bersifat seperti ini di depan Kina." ucap Sarah marah.


Andre membuka mata nya. Namun dia hanya diam saja karena terkejut Sarah tiba-tiba marah.


"Kalau bapak sakit seperti ini karena mabuk semalaman dan bermain-main dengan perempuan, kenapa tidak meminta dia saja yang mengurus bapak di sini?" ucap Sarah.


Andre menatap Sarah.


"Maksud kamu?" tanya Andre.


"Tidak perlu berpura-pura tidak tau seperti itu! saya tau kalau bapak seperti ini karena bergadang, minum banyak dan juga tidak cukup istirahat. Yah semua karena bermain dengan perempuan kan?" ucap Sarah.


"Saya tidak bisa berfikir dengan baik sekarang. Saya mohon temanin saya di sini." ucap Andre dengan suara yang sangat lemas.


Sarah hendak di peluk oleh Andre namun dia langsung menghindar, dia keluar dari kamar itu.


"Tante kenapa keluar?" tanya Kina.


"Tante mau bekerja. Masih banyak pekerjaan yang lain." ucap Sarah.


"Tapi kalau papah sakit dia tidak mau sendiri. Kalau Tante tidak menemani nya di kamar dia pasti akan semakin sakit." ucap Kina.


"Emang biasa nya siapa yang mengurus papah kalau sakit?" tanya Sarah.


"Nenek.. Nenek pasti akan merasa kesal kalau papah sakit, papah sangat manja, papah tidak akan mengijinkan Nenek keluar sebelum dia sembuh." ucap Kina.


"Kalau begitu telpon lah Nenek, biar nenek yang datang mengurus papah." ucap Sarah.


"Aku sudah menelpon nenek tadi, tapi nenek dan kakek sedang di luar provinsi." ucap Kina.