
Andre melihat jam.
"Ya ampun bagaimana bisa aku lupa kalau Kina akan menyiapkan hal ini kepada ku?" ucap Andre. Dia melihat banyak makanan yang sudah dingin id atas meja dapur dan juga Kue ulang tahun yang bergambar mobil kesukaan nya.
Dia melihat ternyata Kina dan Sarah tidur di sofa memakai baju yang khusus untuk merayakan ulang tahun.
"Ya ampun kenapa aku bisa lupa seperti ini?" ucap Andre sangat kasihan melihat Sarah dan Kina ketiduran menunggu dia.
Kina terbangun. "Papah sudah pulang?" ucap Kina. Sarah juga ikut bangun.
"Maafin papah yah." ucap Andre langsung memeluk Kina. Kina hanya diam saja.
"Kenapa papah sangat bau?" ucap Kina. Andre belum menukar baju setelah pulang dari Club. "Pakaian Papah tidak sengaja terkena tumpahan minuman jadi sangat bau karena sudah lama." ucap Andre.
"Kenapa papah pulang sangat malam sekali? Kami menunggu papah dari tadi. Dan juga makanan yang di masak Tante Sarah sama yang di beli sudah dingin. semua nya sudah tidak bisa di Makan." ucap Kina.
"Tapi kita masih bisa tiup lilin, papah benar-benar minta maaf sekali kepada Kamu dan Tante Sarah." ucap Andre.
"Karena Pak Andre sudah di sini, ayo kita tiup lilin. Jangan sedih lagi." ucap sarah mengambil kue dan menghidupkan lilin.
Andre meniup lilin. Dia menyuapi kue ke pada Kina.
Andre menoleh ke arah Sarah.
"Suapin Tante Sarah juga Pah." ucap Kina. Andre tidak bisa menolak dia menyuapi Sarah.
Selanjutnya dia yang makan.
"Humm kue nya enak sekali." ucap Andre.
"Enak dong pah, itu kue buatan Tante Sarah." ucap kina.
Andre menoleh ke arah Sarah.
"Apa Benar?" tanya Andre, Sarah menganguk.
"Ternyata kamu bisa membuat apa saja." ucap Andre. Sarah tersenyum tipis.
Andre memakan kue itu cukup lahap karena rasa nya sangat enak sekali.
"Oh iya pah, ini ada hadiah dari aku dan juga Tante Sarah." ucap Kina. Andre menghela nafas panjang.
"Sudah berapa kali Papah bilang agar tidak perlu memberikan hal seperti ini, kamu masih anak kecil tidak perlu memberi kan hal seperti ini." ucap Papah.
"Papah buka dulu, lihat dulu." ucap kina. Andre membuka nya. Andre terdiam sejenak. ternyata isinya adalah lukisan mobil dan juga Gambar sepasang suami yang sedang mengandeng anak nya..
"Tidak Bagus sih Pah, tapi aku tau papah suka lukisan.. Kalau aku besar nanti aku mau jadi pelukis." ucap Kina..
"Ya ampun anak Papah pintar'banget sih nak." ucap Andre memeluk Kina.
"Ini adalah Papah, ini adalah aku dan yang ini adalah Tante Sarah." ucap Kina. Andre tersenyum.
"Ini ada lagi. Boleh papah buka?" tanya Dika.
"Jangan pak, ini milik saya." ucap Sarah.
"Tapi kan ini Hadiah ulang tahun untuk Papah." ucap Kina. Sarah sangat malu, dia bingung harus melakukan apa agar tidak di buka karena sangat malu sekali.
"Gak apa-apa Tante, milik Tante sangat bagus.. Pasti Papah sangat suka." ucap Kina. Andre membuka nya dia terdiam sejenak melihat lukisan dari Sarah.
"Kamu membuat ini sendiri?" Tanya Andre.. Sarah menganguk.
"Ini masih kurang detail." ucap Andre.
"Tapi ini sudah sangat bagus Pah, aku sangat suka melihat nya." ucap Kina.
"makanan ini masih bisa di hangat kan." ucap Andre. Sarah melihat nya.
"Saya akan memasak yang baru kalau bapak mau Makan." ucap Sarah.. Andre menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu, Masuk kan saja yang bisa di panaskan ke pemanas makanan." ucap Andre.
Anisa menganguk dia memasukkan yang bisa saja. Setelah itu mereka makan sama-sama.
"Tante aku sudah sangat menganguk. aku tidur duluan yah." ucap Kina. "Loh kamu gak makan dulu?" tanya sarah.
Kina menggeleng kan kepala nya.
"Selamat ulang tahun yah papah."ucap kina mencium pipi papah nya dan pergi duluan masuk ke dalam kamar.
Andre melihat Kina sambil tersenyum.
"Kalau kamu sudah mengantuk, Pergi lah tidur terlebih dahulu." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Saya lapar, saya belum Makan dari sore." ucap Anisa. Andre menghela nafas panjang. Dia tau sebenarnya Sarah hanya ingin menghargai dan menemani dia di sana.
"Saya minta maaf sudah pulang terlalu larut." ucap Andre. Sarah Menatap Andre..
"Bapak sudah minta maaf dari tadi. Sebaiknya Bapak makan. Pikiran Bapak terlihat sangat kacau." ucap Anisa. Andre menganguk.
Setelah selesai makan Andre ke kamar dia melihat Sarah yang sedang menyiapkan pakaian untuk nya.
"Bapak langsung mandi saja agar badan Bapak lebih segar dan tidur lebih nyenyak dan nyaman." ucap Sarah.
Andre duduk di sofa melihat ke arah Sarah.
"Saya minta maaf soal kemarin malam, saya minta maaf." ucap Andre.
Sarah Berhenti dia menoleh ke arah Andre.
"Saya tidak suka bapak seperti itu, kalau bapak memiliki masalah dengan kekasih bapak jangan membawa-bawa saya." ucap Sarah.
"Kalau tidak seperti itu dia tidak akan berhenti mengejar saya." ucap Andre.
"Saya heran dengan wanita yang mengejar bapak. Mereka hanya lah budak **** Bapak, namun mereka sudah buta." ucap Sarah.
Andre menghela nafas panjang dia berdiri mendekati Sarah.
"Siapa pun yang saya inginkan tidak bisa mengelak dari saya termasuk kamu." ucap Andre mengunci Sarah di tembok mengunakan kedua tangan nya.
"Saya tidak akan pernah menyukai pria seperti bapak. Pria yang hanya bisa mempermainkan perasaan perempuan!" ucap Sarah mendorong Andre.
"Apa kamu yakin? Saya bisa membuat kamu jatuh cinta kepada saya." ucap Andre. Sarah menatap Andre.
"Coba saja kalau bisa." ucap Sarah.. Andre tersenyum. Dia menarik Sarah dan mencium bibir nya.
Sarah mengigit bibir Andre namun Andre tidak mau menyerah dia membuka Sarah sampai mau.
"Ada apa ini? Ada apa dengan tubuh ku? Kenapa aku tidak mendorong dia saja?" ucap Sarah. Ciuman Andre semakin dalam.
"Seperti nya ini adalah ciuman ganas pertama kamu, dan kamu juga tidak pandai. Apakah saya perlu mengajari kamu?" ucap Andre.
"Keluar kan lidah mu sayang..." Ucap Andre dengan suara yang begitu berat, Sarah tidak mau dia menutup mulutnya rapat-rapat, namun Andre tidak kunjung melepaskan nya terpaksa Andre mengigit bibir Sarah.
Dia bisa leluasa menguasai bibir Sarah, tidak perduli dengan Sarah yang sudah menangis.
Setelah Puas dia melepaskan Sarah. "Perempuan seperti kamu sama sekali tidak membuat saya bernafsu." ucap Andre langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan Sarah.