
"Saya minta maaf." ucap Andre.
"Kamu juga janji Akan pulang cepat, tapi kenapa tengah malam seperti ini baru pulang?" tanya Sarah.
Andre meletakkan kepalanya di antara kedua paha Sarah dan dia Duduk di karpet.
"Saya minta maaf, saya menerima hukuman apapun dari kamu, jangan marah. Saya sudah mengusahakan nya." ucap Andre.
"Aku tetap akan marah! Aku tidak suka kamu selalu memaksakan diri bekerja seperti ini." ucap Sarah.
Andre menatap Sarah dengan tatapan lesu, sedih.
"Aku kesal kepada kamu, sebaik nya kamu langsung istirahat saja, aku juga mau istirahat ke kamar." ucap Sarah.
Namun Andre menahan nya.
"Jangan pergi saya sangat merindukan kamu." ucap Andre.
Sarah tidak mau, namun Andre langsung memeluk nya, kalau kamu tidak mau saya akan memaksa kamu." ucap Andre. Sarah kesal dia menatap Andre dengan tatapan marah.
"Sayang..." ucap Andre mencium bibir Sarah pelan, namun Sarah tetap kesal.
"Saya minta maaf sudah membuat kamu kesal dan marah. Maafin saya sudah membuat kamu menunggu lama." ucap Andre.
Sarah menghela nafas panjang.
"Jangan marah lagi sayang. please." ucap Andre terus memohon namun Sarah tetap diam.
"Kalau kamu tidak mau memaafkan saya, saya akan memohon di kaki kamu." ucap Andre mau jongkok namun langsung di tahan oleh Sarah.
"Jangan-jangan." ucap Sarah. Andre tersenyum. "Kamu maafin saya kan?" tanya Andre. Sarah memukul dada Andre.
"Aku gak suka kamu bekerja sampai lupa waktu seperti ini." ucap Sarah. Andre tersenyum.
"Janji sayang gak seperti ini lagi." ucap Andre mengacung kan dua jari nya.
"Bagus deh kalau begitu." ucap Sarah. "Kamu gak marah lagi kan?" tanya Andre.
"Kata siapa? aku masih marah." ucap Sarah. Andre memeluk Sarah.
"Kalau kamu masih marah saya akan mencium kamu sampai kesakitan." ucap Andre. Sarah mendorong Andre. "Dasar pria mesum!" ucap Sarah.
Andre tertawa kecil.
"Ini sudah malam, aku harus tidur." ucap Sarah. Andre menahan tangan Sarah.
"Saya tidur di kamar kamu dengan kina yah?" tanya Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya. "saya sangat merindukan kamu, saya ingin bersama kamu." ucap Andre.
"Aku gak mau tidur sama laki-laki yang tidak mandi seharian dan bau rokok, bau keringat." ucap Sarah.
Andre mencium baju nya.
"Ini karena Zikri, dia merokok di dalam ruangan kerja saya." ucap Andre. "Aku tidak mau mendengar alasan apapun, aku tidak mau tidur dengan Orang belum mandi." ucap Sarah.
"Ini sudah tengah malam, mana mungkin saya mandi. Saya juga sudah sangat lelah sekali." ucap Andre.
"Kalau begitu istirahat lah di kamar kamu sendiri, aku juga mau tidur." ucap Sarah.
"Jangan pergi dulu Sarah, baiklah saya akan mandi." ucap Andre. "Bagus." ucap Sarah.
"Setelah saya mandi saya boleh kan tidur di kamar kamu?" tanya Andre.
"Asal hanya tidur saja boleh." ucap Sarah. Andre seketika langsung berlari ke kamar nya mau mandi agar lebih cepat.
Sarah tertawa kecil. Dia pun masuk ke kamar nya mau melanjutkan tidur nya.
Di kamar dia melihat Kina tidur dengan sangat nyenyak. "Dia sudah lelah seharian bermain di luar, pasti sangat kecapean itu sebabnya tidur begitu nyenyak." ucap Sarah.
Sarah pun ikut tidur. Baru saja Memejamkan mata nya dia kaget karena Andre datang ke tempat tidur langsung memeluk nya dari belakang dan mencium pipi nya.
Sarah menatap wajah Andre.
"Bapak biasa nya mengetuk pintu terlebih dahulu, sekarang kenapa masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?" tanya Sarah.
Andre tersenyum.
"Kamu benar-benar yah." ucap Sarah. Andre tersenyum dia mencium bibir Sarah. Namun dia tidak Puas hanya mengecupnya akhirnya dia mencium bibir Sarah cukup lama.
Sarah membalas nya dengan baik. Sarah tidak jadi tidur. Dia harus mengikuti kemauan Andre terlebih dahulu.
Tangan Andre mengelus perut Sarah.
"Sayang... Menikah lah dengan saya." ucap Andre kepada Sarah.
Sarah menatap Andre.
"Tidak semudah itu, aku juga tidak ingin lama-lama seperti ini tapi aku rasa itu terlalu sangat cepat." ucap Sarah.
Andre menghela nafas panjang. Dia menatap wajah Sarah merapikan rambut nya.
"Saya sangat mencintai kamu, saya sayang sama kamu sehingga saya ingin cepat menikahi kamu, tapi saya harus menyelesaikan beberapa masalah dulu." ucap Andre.
"Masalah? Masalah apa?" tanya Sarah.
Andre menggeleng kan kepala nya. "Hanya masalah pekerjaan kok, kamu tidak perlu khawatir." ucap Andre.
Sarah tersenyum dia mengelus pipi Andre. "Aku juga mencintai kamu, aku sudah yakin untuk menikah dengan kamu karena untuk apa aku lama-lama." ucap Sarah.
Andre tersenyum. "tidak akan lama kok, setelah itu saya membicarakan ini kepada orang tua saya." ucap Andre.
Sarah tersenyum.
Andre mau mencium bibir Sarah lagi namun Sarah langsung mengajak tidur. "Sebaik nya kita tidur saja, ini sudah sangat malam." ucap Sarah.
Andre menghela nafas panjang. Dia pun langsung memeluk Sarah dan kedua nya tidur.
Keesokan harinya...
"Papah sama Tante Sarah kok tidur sama sih? Papah peluk Tante Sarah, apa Tante Sarah tadi malam mengigau lagi?" ucap kina yang bangun lebih dulu.
Andre melihat Kina.
"Kamu sudah bangun?" tanya Andre. Kina mengangguk. Andre melihat Sarah di pelukan nya masih tidur.
"Kok papah tidur di sini?" tanya Kina.
"Hummm..."
"Tante Sarah mengigau lagi yah pah?" tanya kina. Andre langsung mengangguk.
"Iyah nak, Papah datang ke sini untuk menemani Tante Sarah agar tidak takut." ucap Andre.
"Kasian banget Tante Sarah, tidur nya selalu terganggu karena mengigau." ucap Kina. Andre tersenyum.
Sarah bergeliat dia bangun melihat Andre dia tersenyum.
"Selamat pagi.." ucap Sarah memeluk leher Andre dan memberikan kiss morning.
Andre sudah tegang, dia mau bicara namun tidak tau harus bagaimana.
"Tante Sarah kok ciuman sama papah?" tanya Kina. Sarah menoleh ke arah Kina. Dia terkejut dia langsung melepaskan Andre.
"Tante Sarah mengigau nak, Iyah mengigau." ucap Andre. "Mengigau?" ucap Kina kebingungan.
Sarah sudah sangat gugup.
"Iyah kina, Tante juga tidak sadar melakukan apa barusan, hiraukan saja." ucap Sarah mengalihkan pemikiran Kina.
"Tapi gak apa-apa sih papah sama Tante Sarah ciuman." ucap Kina. Andre Menaik kan alis nya, Sarah menatap dengan bingung.
"Aku ingin Tante Sarah jadi mamah baru ku." ucap Kina. Andre menoleh ke arah Sarah.
"Ya udah kalau begitu aku ke kamar mandi dulu yah Papah, Tante." ucap Kina.
Kina mengangguk. Setelah kina masuk ke kamar mandi Andre tersenyum menatap Sarah.
"Kenapa kamu senyum-senyum? Aku sudah sangat malu." ucap Sarah langsung menutup wajahnya dengan tangan.