
Sarah melihat Zikri pergi memesan minuman.
"Ternyata kak Zikri baik juga yah, selain Baik dia juga perhatian, dia juga selalu memiliki kata-kata yang bisa membuat ku tertawa." ucap Sarah.
Tidak beberapa lama akhirnya Zikri kembali membawa minuman untuk mereka.
"Ini minum kamu." ucap Zikri. "Terimakasih kak." ucap Sarah.
Zikri tersenyum.
"oh iya Sarah, aku boleh tanya sesuatu gak?" tanya Zikri.
Sarah menatap Zikri.
"Tanyakan Saja." ucap Sarah.
"Sebenarnya aku tidak enak jika bertanya soal ini kepada kamu." ucap Zikri.
"Kok kamu berbicara seperti itu? Ada apa?" tanya Sarah.
"Aku pengen tanya kamu sudah punya Pacar atau belum?" tanya Zikri.
Sarah terdiam sejenak. "Aku hanya ingin tau, bukan maksud apa-apa kok. Aku takut Nanti pacar kamu marah kalau kamu dekat-dekat dengan cowok lain." ucap Zikri.
"Aku sudah punya pacar kak, kami sudah cukup lama mungkin hampir satu tahun setengah." ucap Sarah. Zikri mendengar itu Seketika Menghela nafas panjang.
"Oohh begitu yah." ucap Zikri.
"Tapi bukan berarti kita tidak boleh dekat, pacar ku tidak pernah marah aku dekat dengan Pria mana pun asal jangan melewati batas dan saling menghargai perasaan masing-masing saja." ucap sarah.
"Oohhh begitu." ucap Zikri. Dia masih sangat sedih karena mengingat Sarah sudah memiliki kekasih, dia tidak akan ada peluang untuk mendekati Sarah dan menjadikan nya kekasih hati nya.
"Kakak kenapa diam saja?" tanya Sarah.
Zikri menggeleng kan kepala nya.
"Saya berniat mau mendekati mau karena berfikir kamu tidak memiliki pacar, namun ternyata sudah punya. Orang cantik seperti kamu mana mungkin tidak punya pacar." ucap Zikri.
"Terimakasih sudah memuji ku kak, hanya saja aku rasa kita bisa menjadi teman. Lagian aku hanya pembantu, aku tidak cocok dengan Sekkretaris seperti kakak." ucap Sarah.
"Jangan berbicara seperti itu, semua orang itu sama." ucap Zikri.
Sarah diam.
"Pak Zikri. Ada kerjaan yang harus di periksa." tiba-tiba staf datang. "Baiklah, saya akan segera ke sana." ucap Zikri.
"Baiklah pak." ucap Staf dan pergi.
"Kamu tunggu saja di sini agar tidak terlalu bosan, aku masuk dulu." ucap Zikri. Sarah menganguk.
Setelah Zikri pergi tidak beberapa lama Andre datang. "Pak Andre." ucap Sarah.
"kenapa? Kamu terkejut saya datang? Kamu tidak suka saya mengganggu kamu dengan Zikri?" ucap Andre langsung.
Sarah Menaik kan alis nya karena bingung kenapa tiba-tiba Andre berbicara seperti itu.
"Saya tidak bermaksud sepeda itu pak, saya.."
"Bilang saja iyah." ucap Andre dengan nada yang sangat kesal.
Sarah yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang. "Bapak mau kemana?" tanya Sarah melihat Andre mau pergi meninggalkan dia.
"Saya mau pergi, itu bukan urusan kamu!" ucap Andre. Sarah menghela nafas panjang.
"Baiklah pak." ucap Sarah. Dia melihat Andre memesan minuman dan. kembali ke meja Sarah.
Sarah yang melihat itu hanya bisa melapangkan dada nya melihat tingkah Andre yang menurut nya sangat aneh.
"Kenapa kamu melihat saya seperti itu? apa kamu tidak suka saya Duduk dia sini? Karena kursi ini di duduki oleh Zikri tadi?" ucap Andre.
Andre menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak kenapa-napa saya hanya sedikit kesal." ucap Andre. Sarah menatap Andre.
"Pak Andre bertingkah sangat aneh sekali." batin Sarah.
Di Meja itu kedua nya diam-diam saja, Andre diam-diam mencuri-curi pandang terhadap Sarah.
"Sarah saya tidak bisa menahan ini lagi, Semakin saya melihat wajah kamu dan mencoba untuk menepis perasaan ini tapi saya semakin menyukai kamu." batin Andre.
"Sarah..." Tiba-tiba Zikri datang.
"Loh ada pak Andre juga." ucap Zikri.
"Ini di tempat umum jangan berteriak seperti itu." ucap Andre.
"Baiklah aku tidak sengaja." ucap Zikri. Andre menghela nafas panjang mendengar itu setelah cukup lama mereka duduk di sana Andre dan Sarah akhirnya pulang meninggalkan Zikri yang belum selesai dengan pekerjaan nya.
"Kenapa bapak membawa saya cepat pergi? Bukan nya bapak bilang kalau pekerjaan bapak sangat padat?" tanya sarah.
"Saya sudah menyelesaikan nya, kamu tidak perlu memalingkan perhatian, sebenarnya kamu ingin lama-lama bersama Zikri kan?" ucap Andre.
Sarah menghela nafas panjang.
"Tidak pak, saya hanya memikirkan kata-kata Bapak tadi, saya pikir bapak akan lama di kantor." ucap Sarah.
"Kalau kamu di sini Zikri tidak akan bisa bekerja dengan fokus, saya tidak akan pernah membawa kamu ke sini lagi." ucap Andre.
Sarah di suruh masuk ke dalam mobil.
"Kenapa pak Andre bertingkah sangat aneh sih?" batin Sarah.
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sampai di rumah Andre langsung ke kamar, Sarah hanya bisa berdiri melihat Andre yang memasang wajah sangat kesal sekali, "sulit untuk di mengerti." ucap Sarah.
Sarah melihat tidak ada pekerjaan nya akhirnya dia masuk ke kamar untuk istirahat.
"Kalau seperti ini aku akan bisa tidur begitu nyenyak." ucap Sarah sambil membaringkan tubuhnya ke kasur.
Tidak beberapa lama dia sudah tertidur begitu lelap. sementara Andre masih membayangkan ketika Sarah tersenyum kepada Zikri, begitu juga dengan Zikri kepada Sarah..."Mereka memang sangat Cocok sekali," batin Andre.
"Seperti nya Sarah juga menyukai Zikri, aku tidak bisa melakukan apapun.". batin Andre. Setelah beberapa melamun dia ketiduran di tempat tidur.
Tidak terasa sudah sore hari. Sarah baru saja selesai mandi. Karena mendengar suara dia keluar dari kamar namun tidak sengaja ternyata Andre juga lewat dari Depan kamar nya.
Karena kaget Sarah hampir saja jatuh, namun tangan nya langsung di tangkap oleh Andre. "Lain kali hati-hati." ucap Andre. Sarah menganguk dia melepaskan tangan nya.
"Terimakasih sudah menolong saya pak. Kalau begitu saya akan membuka pintu keluar." ucap Sarah.
Andre menganguk. Sarah berlari ke bawah, Andre memegang tangan nya yang sudah gemetar.
"Gila! Ini membuat ku gila, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini biasanya, namun kenapa sekarang menjadi seperti ini." batin Andre.
"Aaarrrhh...." dia menjerit dalam hati.
"Iyah tunggu sebentar." Sarah membuka pintu.
Ternyata yang datang adalah Vino. "Eh Sarah kamu yang buka pintu?" ucap Vino.
Andre mendengar suara laki-laki dia langsung turun ke bawah. Dia tadi berfikir kalau yang datang adalah orang tua nya.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Andre. Vino terdiam sejenak dia melihat tatapan seram Andre kepada nya.
"Aku mau menjemput kamu ke acara nanti malam, aku tidak memiliki teman ke sana, hanya kamu satu-satunya." ucap Vino.
"Seperti nya aku tidak bisa pergi, aku sangat males." ucap Andre.