
Sudah sangat berkeringat, Dada nya sesak.
Andre melihat semua pewarna yang biasa nya ada di atas Meja nya sekarang sudah tidak ada lagi.
"Seperti nya ada di kamar Kina." ucap Andre segera mengambil ke kamar Kina yang tidak jauh dari ruangan kerja nya.
Setelah membuka pintu dia kaget melihat Sarah menangis.
"Ada apa Sarah?" tanya Andre kaget langsung duduk di samping Sarah.
Sarah memeluk Andre. "Hiks... Hiks.. aku takut..." ucap Sarah memeluk Andre begitu erat dia sangat enggan untuk melepaskan pelukannya.
Andre mengelus punggung Sarah.
"Kamu ada di rumah, kamu jangan takut, saya di sini." ucap Andre Sarah menyembunyikan wajahnya di dada Andre.
Andre bisa merasakan badan Sarah yang sangat bergemetar sekali.
"Sarah..." panggil Andre karena Sarah sudah diam cukup lama.
"Aku takut... Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku mohon..." ucap Sarah.
"Kamu lanjut tidur saja." ucap Andre. Sarah menahan Andre.
"Saya tidak akan kemana-mana, saya akan tidur di sini menemani kamu." ucap Andre. Akhirnya Andre menemani sarah tidur di kamar itu.
"Ada apa dengan Sarah? Kenapa semakin sering dia bermimpi buruk dan menangis ketakutan?" ucap Andre.
Di sore hari nya Sarah bergeliat dia melihat jam sudah jam tiga sore.
"Arghhhh.. Kenapa aku tidur begitu lama sekali?" ucap Sarah. Dia bangun dan lagi-lagi terkejut ada Andre di samping nya.
"Aaaa!!! Kenapa bapak ada di sini?" tanya Sarah langsung menendang Andre.
"Andre yang tadi nya tidur sangat nyenyak tiba-tiba bangun karena sudah jatuh ke lantai. Dia memegang pinggang nya yang sakit.
"Apa yang kamu lakukan Sarah? kenapa kamu menendang saya sampai jatuh seperti ini?" ucap Andre.
"Justru bapak ngapain ada di sini? Bapak mau berniat buruk kan?" ucap Anisa menutup bagian dada nya.
"Ini balasan kamu setelah saya menolong kamu beberapa kali dari mimpi buruk mu? Ini balasan yang saya terima setelah beberapa kali saya menolong, saya menemani dan merawat kamu sampai sembuh?" tanya Andre.
Sarah terdiam.
"Kamu benar-benar membuat saya tidak habis pikir!" ucap Andre.
"Mulai dari sekarang saya tidak akan pernah menolong kamu lagi." ucap Andre keluar dari kamar itu dengan perasaan yang sangat marah sekali.
Sarah memegang kepala nya menarik rambut nya.
"Kenapa aku harus mengingat tentang masa lalu itu lagi? kenapa?" ucap Sarah menangis.
Satu bulan kemudian Waktu nya Sarah gajian. Dia melihat Andre sedang bermain dengan Kina di ruang tamu.
"Pak Andre.." ucap Sarah. Andre melihat ke arah Sarah.
"Ada apa?" tanya Andre.
"Saya ingin mengambil gaji dan juga ingin meminta ijin satu hari menjenguk adik saya." ucap Sarah.
Andre mengambil gaji Sarah yang sebelumnya sudah di siapkan oleh dia.
"Ambillah, saya mengijinkan kamu cuti selama satu Minggu." ucap Andre. Sarah terdiam.
"Dari kemarin pak Andre tidak banyak berbicara dengan ku, bahkan sekarang dia meminta ku cuti satu Minggu, aku yakin pak Andre sangat marah." batin Sarah.
"Baiklah pak, kalau begitu saya siap-siap dulu." ucap Sarah. Setelah Sarah pergi Kina menyusul papah nya setelah mengantar kan Sarah ke depan.
"Papah tidak marah, untuk apa papah marah?" ucap Andre.
Kina duduk di samping Andre.
"Kalau papah tidak Marah, mana mungkin papah mengijinkan Tante Sarah pergi satu Minggu." ucap Kina.
"Papah hanya kesal kepada Tante Sarah." ucap Dika.
"Karena Tante Sarah marah-marah pada papah yah?" tanya Kina, karena dia tau kalau Sarah selalu marah kalau tau Andre tidur satu kasur dia sangat terkejut.
Andre hanya diam. "Tante Sarah pernah bilang kalau dia takut sama laki-laki." ucap Kina.
"Takut karena apa? Papah tidak menyakiti Tante Sarah atau tidak melakukan hal yang aneh-aneh seperti yang di tuduh Tante Sarah.' ucap Andre.
"Tante Sarah trauma sama laki-laki karena Paman nya, Tante Sarah juga trauma kepada binatang karena waktu SD Tante Sarah di tinggal di hutan yang banyak binatang nya." ucap Kina.
"Kamu tau dari mana nak?" tanya Andre.
"Tante Sarah cerita sendiri pah. Itu sebabnya papah gak boleh membuat Tante Sarah sedih atau mengingat trauma nya." ucap Kina.
"Ya Allah Kina... Kamu sangat pintar sekali nak, kamu sudah sangat pintar. bahkan Kamu lebih dewasa dari pada Papah." ucap Andre dalam hati dia tersenyum menatap putri nya itu.
"Papah... Tante Sarah sebenarnya senang kalau papah perduli dan perhatian kepada dia,. tapi Tante Sarah juga takut kepada papah." ucap Kina.
Andre diam. Kedua nya langsung diam sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Huff Papah.. Aku sudah sangat merindukan Tante Sarah." ucap Kina. Andre menatap Sarah.
"Dia baru pergi beberapa menit yang lalu kamu sudah merindukan nya?" tanya Andre.
Kina memasang wajah imut sambil tersenyum dan mengangguk. Andre menghela nafas panjang.
"Papah mau bekerja, papah tidak mau membahas itu." ucap Andre.
"Aku ikut Pah, aku tidak pernah ikut lagi ke kantor papah." ucap Kina. "Apa kamu yakin mau ikut? Bagaimana kalau tiba-tiba kamu diam?" tanya Andre. Kina menggeleng kan kepala nya.
"Aku bukan Kina yang dulu Pah, aku sudah besar, aku tidak akan merepotkan papah." ucap Kina.
"Baiklah kalau begitu kamu mandi yah, papah cari baju untuk kamu." ucap Andre.
Mereka berdua siap-siap berangkat ke kantor.
"Apa Tante Sarah sudah sampai pah? Telpon Tante Sarah Pah, aku sudah sangat merindukan nya sekarang, seperti tidak minum satu hari. Seperti itu aku merindukan Tante Sarah." ucap kina.
"Semenjak kamu di rawat oleh Sarah, kamu menjadi sangat lebay, banyak bicara dan banyak drama." ucap Andre.
"Aku adalah anak Papah, kalau aku seperti itu, itu artinya turun dari papah. Tante Sarah selalu mengajarkan ku yang baik, dia Akan marah kalau aku melakukan hal yang jahat." ucap Kina.
Andre menghela nafas panjang. "Humm terserah kamu saja." ucap Andre.
"Telpon Tante Sarah papah." ucap Kina.
"Baiklah anak papah paling cantik." ucap Andre. Andre membuka handphone nya menelpon nomor Sarah.
"Pak Andre! Akhirnya dia menelpon ku." ucap Sarah merasa senang.
"Halo.."
"Halo Tante, Tante sudah sampai belum? Kapan Tante akan kembali ke rumah?" tanya Kina.
Sarah tertawa kecil mendengar pertanyaan Kina. Andre terkejut karena Kina langsung memasang wajah melas dan juga Suara yang sedih.
"Tante bahkan belum sampai Kina. Kamu mau kemana itu? Kenapa ada di dalam mobil?" tanya Sarah karena mereka melakukan panggilan video.
"Aku sudah sangat merindukan Tante, cepat lah kembali." ucap Kina.