Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 41


Keesokan harinya...


"Papah aku sangat lapar..." ucap Kina mengelus perut nya mendekati Andre yang siap-siap berangkat ke kantor.


"Papah sudah membeli makanan di meja makan, kenapa kamu tidak makan?" tanya Andre.


"Aku mau makan bubur buatan Tante Sarah." ucap Kina, Andre menghela nafas panjang.


"Tidak ada Tante Sarah tidak ada bubur, makan apa yang ada setelah itu papah akan mengantarkan kamu ke rumah nenek." ucap Andre.


"Aku gak mau ke sana Pah." ucap kina.


"Tidak mungkin papah membawa kamu ke kantor lagi." ucap Andre.


"Pahh aku tidak mau kesana." ucap Kina. Andre tidak mendengar kan nya dia membawa Kina ke dalam mobil.


"Aku mau Sama Tante Sarah saja Pah." ucap Kina.


"Tante Sarah sedang sibuk, tidak mungkin dia mau merawat kamu sementara Tante Sarah merawat Adik nya." ucap Andre.


"Aku tidak akan merepotkan Tante Sarah papah, aku mohon. Aku Bosan di rumah nenek sama Kakek." ucap Kina.


"Kamu bisa diam tidak? papah lagi nyetir!" ucap Andre. kina langsung terdiam.


"Papah kenapa jadi sering marah-marah sama ku sih?" ucap Kina.


"Aku mau sama Tante Sarah... Papah marah-marah terus.." ucap kina menangis. Andre menghela nafas panjang.


"Kamu bisa diam gak? Jangan membuat papah semakin emosi!" ucap Andre.


Kina benar-benar Diam, dia menahan tangisnya.


Tidak beberapa lama akhirnya mobil berhenti.


"Aku gak mau Pah, aku di mobil saja." ucap Kina.


"Kamu lihat dulu ini di mana." ucap Andre. Kina bangun dia melihat ke sekeliling nya.


"Rumah sakit? Kenapa Pah?" tanya Kina.


"Ayo turun." ucap Andre.. Kina ikut turun. Tidak beberapa lama sampai di ruangan Gio.


"Kak Gio." ucap Kina.


Andre melihat Kina sangat senang bertemu dengan Gio dia pun tersenyum. Gio melihat Kina datang dia juga tersenyum.


"Tante Sarah kemana?" tanya Kina.


Gio mengambil buku dan pena.


"mbak Sarah pulang ke rumah karena tidak di bolehin dokter di sini untuk menginap." Andre membacanya.


"Tante Sarah di mana Pah?" tanya Kina.


"Tante Sarah pulang ke rumah nya." ucap Andre.


"Yahhh aku sudah sangat rindu sama Tante Sarah. Aku mau ketemu sama Tante Sarah." ucap Kina merengek.


Tante ada di sini." ucap Sarah yang baru saja datang.


"Tante Sarah...." Kina langsung memeluk Sarah sangat erat.


"Kenapa kamu seperti tidak bertemu satu bulan saja? Kita baru tersebut tidak bertemu satu hari." ucap Sarah.


"Aku sangat merindukan Tante, aku mau ikut Tante saja di sini." ucap Kina.


Sarah melihat Andre. "Tante juga rindu kok sama kina." ucap Sarah.


"Hari ini Gio sudah pulang dari rumah sakit. Saya akan menitipkan Kina kepada kamu, saya mau bekerja." ucap Andre.


"Bapak yakin? Saya akan membawa kina ke asrama Gio." ucap Sarah. "Setelah selesai bekerja saya Akan menjemput nya." ucap Andre.


"Sebaik nya saya pulang saja ke rumah pak, saya tidak ingin merepotkan bapak, Gio juga sudah pulang." ucap Sarah.


"Tunggu keadaan Gio sampai pulih total." ucap Andre.


"Tapi Pak."


"Ini perintah dari saya!" ucap Andre.


"Baiklah pak kalau begitu." ucap Sarah.


"Kalau begitu papah berangkat bekerja dulu, kamu jangan membuat kekacauan seperti kemarin lagi!" ucap Andre.


"siap papah, kalau begitu papah berangkat saja. Nanti papah akan telat bekerja kalau lama-lama." ucap Kina.


Andre melihat ke arah Sarah.


"Kenapa wajah kamu Pucat seperti itu? Apa kamu kurang tidur?" tanya Andre.


Sarah menggeleng kan kepala nya. "Saya..." dia mengingat kalau tiba-tiba tengah malam Bibik nya membangun kan dia Memasak dan menyetrika baju. Karena kalau pagi Sarah pasti sudah pergi.


Sarah tidak bisa menolak akhirnya dia mengerjakan semua nya. Sebelum berangkat ke rumah sakit dia juga tidak sarapan.


"Kamu kenapa?" tanya Andre.


"Saya hanya belum sarapan Pak." ucap Sarah. "Kenapa tidak sarapan? Bagaimana kalau kamu sakit? kalau kamu sakit Kina dan Gio tidak ada yang mengurus!" ucap Andre.


Sarah terdiam.


"Saya akan membeli sarapan untuk kamu." ucap Andre.


"Tidak perlu pak, saya bisa membeli nya sendiri." ucap Sarah. Andre tidak mendengar kan dia pun langsung keluar.


"Sudah jangan hiraukan Kina, kamu sehat kan?" tanya Sarah. Kina mengangguk sambil tersenyum.


"Kak Gio sudah bisa berjalan belum? aku ingin melihat kak Gio jalan." ucap Kina.


Gio turun dari tempat tidur dia berjalan mengelilingi tempat tidur dengan sang lancar sekali.


"Horeee...." Kina bersorak sangat senang sekali.


Gio tersenyum begitu juga dengan Sarah.


"Kalau kak gio sudah bisa jalan, aku boleh dong main-main sama kak Gio." ucap Kina.


"Tentu boleh dong, tapi untuk sekarang kak Gio harus menjaga kesehatan dulu, gak boleh kecapean. Main-main biasa saja yah." ucap Sarah.


"Iyah Tante." ucap Kina.


Tiba-tiba ada orang masuk.


"Permisi mbak, ini adalah titipan dari pak Andre, dia tidak bisa ke sini karena buru-buru harus ke kantor." ucap Suster.


"Oohh begitu, terimakasih banyak yah suster." ucap Sarah


Setelah selesai Makan dia kembali memiliki tenaga. Dia tidak sempat sarapan karena takut Gio menunggu nya lama.


Setelah pulang dari Rumah sakit Sarah membawa mereka ke asrama.


Mereka sekarang ada di kamar Gio. Sarah berbicara dengan Ibu penjaga murid-murid di sana, sementara Kina dan Gio asik main-main.


Sarah kembali ke kamar Gio dia melihat Gio sedang merapikan rambut Kina yang menutupi matanya. Dia tersenyum dan mengambil foto.


Dia mengunggah di story Wa nya.


Andre dan Zikri yang sedang istirahat di lobby. Andre membuka handphone nya mau bertanya keadaan kina, namun dia terlebih dahulu melihat postingan Wa Sarah.


Dia tersenyum.


"Hayo.. kamu senyum-senyum, lagi lihatin apa?" Tanya Zikri.


"Kamu Kepo sekali, fokus saja pada laptop mu!" ucap Andre.. Namun jiwa kepo Zikri sangat lah dalam dia mengambil handphone Andre dan melihat foto anak kecil.


"Loh ini sama Siapa?" tanya Zikri.


"Kina dengan Adik nya sarah." ucap Andre.


"Adik Sarah? Pantesan saja terlihat mirip." ucap Zikri.


"Kina bersama Sarah, apa arti nya tadi kamu bertemu dengan Sarah? Kenapa kamu tidak mengajak ku?" tanya Zikri.


Andre menatap Zikri. "sebaik nya kamu fokus bekerja sebelum saya memecat kamu!" ucap Andre. Zikri tersenyum.


"Baiklah-baiklah. Tapi nanti aku harus ikut menjemput Kina." ucap Zikri.


Andre Hanya diam, setelah selesai melihat postingan itu dia tidak lagi bertanya apa Anak nya baik-baik saja.


Dia sudah tau jawabannya karena Kina sebelum nya tidak pernah memiliki teman, sekali memiliki teman dia sangat menyukai nya.