Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 25


"Enggak lagi kok." ucap Sarah sambil tersenyum.


"Aku minta maaf yah Tante, karena aku mengajak ke kebun binatang Tante jadi sakit." ucap Kina.


"Gak usah minta maaf seperti itu, ini salah Tante karena tidak Ngomong dari awal kalau Tante trauma melihat binatang." ucap Sarah. Kina memeluk Sarah.


"Aku janji tidak akan pernah mengajak Tante ke sana, aku gak mau lagi." ucap Kina. Sarah tersenyum.


"Terimakasih yah sayang sudah mau mengerti Tante, tapi gak apa-apa kok kalau kina ke sana, tapi Tante gak bisa temanin." ucap Sarah.


Kina menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak ingin ke sana kalau Tante tidak bisa ikut." ucap Kina.


Sarah tersenyum. "Ya udah." ucap Sarah. Mereka berbaring sebentar di kasur.


"Papah sangat mengkhawatirkan Tante tadi malam karena Tante tiba-tiba menangis." ucap Kina.


"Loh kok bisa? Tante menangis?" ucap Sarah heran.


"Iyah. Tante memeluk Papah sangat erat.. Setelah itu Papah tidur bareng Tante." ucap Kina. Sarah terdiam sejenak.


"Humm kenapa Kina bisa tau sih? Ini sangat memalukan sekali." ucap Sarah dalam hati.


"Papah tidak pernah perduli kepada orang seperti itu Tante. Tapi Papah begitu baik kepada Tante." ucap Kina.


Sarah hanya tersenyum saja.


"Kalau begitu Tante mau keluar dulu yah, Tante sudah bosan di kamar saja." ucap Sarah.


"Papah bilang kalau Tante jangan keluar kamar dulu sebelum sehat." ucap Kina.


"Tapi sekarang Tante sudah benar-benar sehat." ucap Sarah.


"Belum Tante, nanti Papah akan marah." ucap Kina.. Sarah menghela nafas panjang akhirnya dia memilih untuk tidur lagi bersama Kina.


Sementara di tempat lain Andre baru saja sampai di kantor nya dia langsung di sambut oleh Laura.


"Sayang... aku sangat merindukan kamu." ucap Laura mau memeluk Andre namun langsung di tahan oleh Andre.


"Ini di luar, kamu harus bisa menjaga sikap, gak enak kalau di lihat orang lain." ucap Andre. Laura menghela nafas panjang. "Huff Iyah deh, kamu kenapa tidak datang kemarin?" tanya Laura.


"Aku sudah bilang kalau orang tua ku datang." ucap Andre sambil berjalan ke ruangan nya.


"Oohh gitu yah," ucap Laura. Andre menganguk.


Sampai di ruangan nya.


"Kamu sudah sarapan belum?" tanya Laura. Andre menggeleng kan kepala nya karena memang dia tidak sarapan di rumah dia hanya membelikan sarapan untuk kina dan Sarah.


Tidak beberapa lama akhirnya sarapan mereka berdua datang.


Setelah selesai sarapan Andre Dan Laura lanjut bekerja.


Andre termenung sejenak karena tiba-tiba mengingat Sarah.


"Kenapa aku tiba-tiba memikirkan nya?" ucap Andre. Dia mengambil handphone nya mau menelpon Sarah namun tiba-tiba Laura datang.


"Sayang kamu periksa ini dulu deh." ucap Laura. Andre melihat wajah serius Laura dia juga jadi sangat serius sekali.


"Ada apa?" tanya Andre.


"Kamu harus lihat ini." ucap Laura memberikan berkas-berkas.


Andre membuka nya.


"Loh kenapa bisa seperti ini?" tanya Andre. Laura menggeleng kan kepala.


"Aku sudah minta kamu mengerjakan ini beberapa hari yang lalu, namun kenapa sampai sekarang belum juga selesai, akhirnya jadi seperti ini!" ucap Andre.


"Kamu tau sendiri aku sibuk dengan kamu terus." ucap Laura. Andre menatap Laura.


"Kita hanya beberapa kali bertemu dalam satu Minggu." ucap Andre.


Laura menghela nafas panjang. "Kita bisa membuat yang baru lagi, kenapa harus mempermasalahkan ini sih?" tanya Laura langsung.


"Kenapa dengan mudah nya kamu berbicara seperti itu?" ucap Andre.


"Kamu kenapa jadi marah sih?" ucap Laura.


"Laura kamu tau ini pekerjaan yang sangat penting sekali, ini bahkan membuat aku rugi banyak." ucap Andre.


"Aku tidak mau tau kamu harus menyiapkan nya malam ini sebelum terlambat." ucap Andre.


"Sayang malam ini malam Minggu loh. Aku mau istirahat." ucap Laura.


"Tidak ada protes, kamu harus menyiapkan nya dan memberikan ini kepada pusat." ucap Andre. Laura melihat Andre yang sudah sangat marah dia tidak bisa menolak nya lagi.


"Cepat bawa ini." ucap Andre memberikan surat itu kepada Andre.


Setelah Laura pergi Andre mengusap kepala nya.


"Laura!! Laura!!" Dia menghela nafas panjang. Tiba-tiba klien nya menelpon dia.


Andre menghela nafas panjang.


"Huff bagaimana aku harus menjawab ini?" ucap Andre dengan pusing.


Dia menjawab telpon nya, mereka sudah marah-marah dan Andre hanya bisa meminta maaf kepada klien nya itu..


Tidak terasa sudah sore. Andre mengumpulkan semua barang-barang nya dan langsung pulang.


"Bapak mau langsung pulang." ucap staf nya.


"Iyah." jawab Andre. "Kenapa begitu cepat?" tanya Staf.


"Anak saya di rumah sendirian." ucap Andre langsung pergi begitu saja.


Setelah Andre pergi Staf itu langsung melapor kepada Laura.


"Pak Andre sudah pulang Bu." ucap Staf itu kepada Laura.


"Ini baru jam tiga, kenapa dia sangat cepat pulang?" ucap Laura. Staf itu menggeleng kan kepala nya dan diam saja.


Laura menelpon Andre namun tidak di jawab. Sementara Andre baru saja pergi meninggalkan kantor nya. Dia sengaja mengabaikan telpon dari Laura.


"Apa yang harus saya bawa pulang untuk Sarah dan kina?" batin Andre. Dia melihat banyak jajanan akhirnya dia memborong semua nya sampai memakan waktu banyak.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah.


"Kemana mereka?" batin Andre dia melihat rumah masih sangat sepi sekali.


Dia mendengar Suara Kina dari arah balkon kamar. "Kina.." panggil Andre menyusul ke balkon.


"Papah..." Ucap kina langsung memeluk papah nya. Sarah melihat Andre dia langsung berdiri.


"Tumben banget pak Andre pulang jam segini." batin Sarah.


"Bapak sudah pulang? saya tidak masak karena berfikir Bapak tidak akan pulang cepat." ucap Sarah.


"Kamu tidak perlu masak, kita bisa memesan dari luar, saya membeli banyak jajanan." ucap Andre.


"Hore..." ucap Kina bersorak sangat senang ketika di berikan jajan.


Sarah melihat sangat banyak jajanan di bawa oleh Andre. "Kenapa begitu banyak Pak?" tanya Sarah heran.


"Say tidak tau makanan apa yang kamu suka, saya melihat ini dan saya membeli ini." ucap Andre.


"Tapi saya tidak meminta jajanan." ucap Sarah.


"Kamu bisa menghargai pemberian orang lain tidak? Ambil dan makan." ucap Andre. Sarah langsung terdiam dia tidak bisa mengatakan apapun lagi.


"Saya sudah susah membawa ini untuk kamu dan juga kina, seharusnya kamu menghargai nya." ucap Andre.


"Tapi pak, ini semua pedas. Kina tidak bisa memakan nya, saya juga tidak bisa makan pedas." ucap Sarah.


Andre terdiam sejenak. Dia memang membeli tampa tau rasanya seperti apa.


"Saya tidak tau." ucap Andre. "Tapi saya akan memakan yang bisa saya makan pak, saya tidak ingin membuat ini mubajir." ucap Sarah.