
"Bapak baru pulang?" ucap Sarah melihat jam sudah jam sebelas malam.
"Kenapa kamu tidak membawa Kina tidur di kamar?" tanya Andre.
"Kina mau menunggu bapak pulang, dia tidak mau saya bawa ke kamar." ucap sarah. Andre mendekati Kina yang di pangkuan Sarah.
."Bapak dari mana? Kenapa leher Bapak merah-merah seperti ini?" tanya Sarah. Andre mengingat kalau Laura sangat sering meninggalkan jejak di leher nya.
Andre langsung menutup leher nya dan menjauhi Sarah.
"Itu hanya bekas gigitan nyamuk." ucap Andre. Sarah menghela nafas panjang.
"Bapak yakin? saya melihat itu bukan hanya satu kali." ucap Sarah.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Saya yakin lah!" ucap Andre.
"Saya bukan anak kecil yang bisa di bohongi Pak. Saya hanya mau mengingatkan kepada bapak agar lebih hati-hati. Kalau Kina atau pun orang lain yang melihat itu akan sangat memalukan." ucap Sarah.
Andre jadi sangat malu karena perkataan Sarah.
"Kamu tidak sopan kepada saya!" ucap Andre. Sarah menahan tawa namun kena marah langsung dia segera meminta maaf.
"Saya minta maaf Pak." ucap Sarah. Andre menatap Sarah.
"Huff kenapa aku jadi merasa malu seperti ini kepada Sarah? biasanya aku tidak pernah perduli dengan tanggapan orang lain." batin Andre.
"Oh iya satu hal lagi Pak. Kina adalah anak perempuan. Seharusnya bapak tidak boleh mempermainkan perempuan karena itu Akan berefek pada masa depan Kina.
"Kamu hanya anak kecil yang tidak mengerti apa-apa! Jangan menasehati saya seperti kamu mengerti semua nya!" ucap Andre.
Sarah berdiri. "Kalau begitu kami ke kamar dulu pak." ucap Sarah. Andre melihat Sarah pergi ke kamar mengendong Kina.
"Ada apa dengan dia? kenapa tiba-tiba jadi Cemberut seperti itu?" ucap Andre. Sarah berbaring di tempat tidur.
"Kenapa aku jadi kesal sih kepada Pak Andre? Kenapa aku mengatakan hal seperti itu?" ucap nya merenungi semua perkataan nya.
"Pak Andre pasti sangat marah sekali." ucap Sarah dalam hati.
Di kamar Andre dia mengoleskan obat ke leher nya agar cepat hilang. sebenarnya Andre tidak pernah menginginkan bekas itu cepat hilang karena itu adalah salah satu lambang kepuasan di tubuh nya.
Namun karena memikirkan kata-kata Sarah dia ingin menghapus itu dengan cepat.
Keesokan harinya...
Andre turun ke bawah sambil berbicara lewat telepon.
Dia berjalan ke meja makan meletakkan tas nya di kursi dan terus berbicara membahas pekerjaan.
Sarah yang sedang menata makanan Melihat Andre masih sangat berantakan sekali.
"Kalau begitu saya akan menemui kamu di kantor kamu, sampai jumpa nanti." ucap Andre mematikan handphone nya.
"Silahkan di Makan pak. hanya ini yang tersisa di dapur." ucap Sarah.
Andre melihat makanan yang di masak oleh Sarah.
"Ini sudah cukup." ucap Andre.
Andre makan begitu lahap sekali, setelah selesai makan dia mau berangkat.
"Pak Tunggu dulu." ucap Sarah menahan Andre yang mau pergi.
"Ada apa?" tanya Andre, Sarah langsung berdiri di depan Andre membenarkan kerah baju, dan juga memasang dasi Andre.
Andre menatap wajah Sarah. "Kenapa Sarah semakin hari semakin perhatian kepada ku? Aku juga sangat senang dia seperti ini. Tapi ini tidak baik untuk pikiran dan hati ku." batin Andre.
"Sudah selesai. bapak hati-hati di jalan, semangat kerja nya." ucap Sarah sambil tersenyum. Andre yang di berikan senyuman oleh Sarah membuat nya terpesona.
"Cie.. Cie.."Kina melihat Sarah senyum-senyum.
"Ada apa sih kina, kamu selalu saja meledek Tante." ucap Sarah..Kina tertawa.
"Tante sangat perhatian sama papah, Tante sudah mulai suka sama papah kan?" tanya Kina.. Sarah.menggelitik Kina.
"Apa benar aku mulai menyukai pak Andre? Tapi aku merasa seperti itu. Pak Andre memang sangat lah cuek, dingin, kejam dan juga galak. Tapi..." Sarah senyum tiba-tiba.
Di kantor Andre baru saja masuk ke ruangan nya.. Laura sudah menunggu nya di sana.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Siapa yang mengijinkan kamu masuk ke sini?" ucap Andre.
Laura mendekati Andre.
"Aku minta maaf sayang, aku tidak bermaksud untuk menyelingkuhi kamu, aku benar-benar minta maaf." ucap Laura memeluk Andre.
"Keluar dari sini! kamu sudah di pecat dan juga sudah ada sekretaris baru yang masuk ke sini." ucap Andre.
"Sayang.. aku minta maaf, aku sudah meninggal kan pria itu, aku hanya mencintai kamu. Aku mohon jangan tinggalkan aku." ucap Laura.
Andre menggeleng kan kepala nya. Security di panggil untuk membawa Laura dengan paksa keluar dari ruangan itu.
"Keluar kan dia dari sini!" ucap Andre.."Sayang kenapa kamu sangat jahat kepada ku? Aku mohon jangan seperti ini, Kita bisa membicarakan ini dengan baik." ucap Laura.. Andre langsung menutup pintu tidak perduli sama sekali kepada Laura.
Andre membuka Laptop nya. Baru saja membuka Laptop dia sudah sangat pusing karena banyak pekerjaan yang berantakan.
Menggunakan sekretaris yang baru itu artinya Andre harus mengajari nya mulai dari nol.
Kali ini sekretaris nya adalah laki-laki.
"Tok!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu.
"masuk!" sudah Andre.
"Sekretaris baru sudah datang Pak." ucap Staf.
"Silahkan langsung masuk saja." ucap Andre. mereka langsung masuk ke dalam.
"Perkenalkan nama saya Zikri Pak." ucap pria itu. Andre melihat wajah nya seketika dia terkejut karena itu adalah teman lamanya.
"Zikri!" ucap Andre.
"Andre!" ucap Zikri. Kedua nya sama-sama terkejut.
"Mereka mulai berteman dari SMP sampai SMA, setelah tamat mereka berpisah karena kuliah di tempat yang berbeda.
Mereka berpelukan syaking senang nya bertemu.
"Loe tidak perlu interview, langsung bekerja saja, tapi tidak ada yang membingbing karena sekretaris ku sebelum nya sudah tidak di terima di kantor ini. Aku sendiri yang akan langsung menjelaskan kepada kamu." ucap Zikri..
"Aku akan melakukan yang terbaik." ucap Zikri.
"Aku mendengar kamu memiliki nilai yang bagus, berpengalaman cukup bagus." ucap Andre.
"Yah tidak terlalu sih, hanya saja aku Akan berusaha." ucap Zikri.
"kamu semakin Tampan saja sekarang, sudah menikah belum? Anak kamu sudah berapa?" tanya Andre.
"Boro-boro punya anak, pacar saja tidak punya. Aku masih sibuk dengan dunia ku, aku masih sibuk mencoba hal-hal yang baru." ucap Zikri.
"Kamu benar-benar tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Aku tidak percaya kamu tidak memiliki pacar, karena dulu semua perempuan di kelas kamu pacarin." ucap Andre.
"Itu dulu, sekarang aku tidak pernah memikirkan perempuan lagi." ucap Zikri.
"Lalu kamu sendiri bagaimana? aku tidak pernah mendengar berita tentang kamu." ucap Zikri.