Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 29


Sarah Tersenyum. "Sayang sekali lukisan itu sedikit lagi baru selesai." ucap Sarah.. Namun dia harus segera mengantarkan map itu ke ruang tamu.


Bu Rosa melihat Sarah dia selalu Menatap dengan tatapan tajam. Sarah tidak berani melihat karena dia takut...


"Ini map nya pak." ucap Sarah. Andre mengambil namun tidak sengaja dia memegang tangan Sarah. Bu Rosa melihat itu dia sangat kesal sekali sementara suami nya hanya bisa senyum-senyum saja.


"Maaf." ucap Andre langsung melepaskan tangan Sarah. Sarah permisi pergi dari ruang tamu.


Dia duduk di kursi dapur sambil memijat-mijat leher nya dengan tangan nya sendiri.


"Sini aku pijitin Tante." ucap kina.


"Gak perlu Sayang, kamu main aja gih." ucap Sarah. Kina menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau pijatin leher Tante aja, pasti Tante kecapean." ucap kina. Sarah tersenyum.


"Makasih yah sudah perduli sama Tante, tapi Tante hanya pegal sedikit saja kok." ucap Sarah.


"Tante yakin?" tanya Kina. Sarah Menganguk.


"Nih lihat badan Tante sehat, wajah Tante juga sudah segar." ucap Sarah.


"Ya udah deh kalau begitu, Tante istirahat kalau kecapean." ucap Kina, Sarah menganguk..Kina pun kembali lanjut bermain sendirian di tempat bermain nya.


Sarah melihat Pekerjaan nya belum selesai dia lanjut Dulu bersih-bersih dapur, setelah itu dia harus mencuci. Karena beberapa hari dia tidak menyuci kain.


Tidak terasa sudah siang. Sarah baru saja selesai masak untuk makan siang mereka semua.


"Pak makan siang nya sudah selesai." ucap Sarah kepada Andre.


"Mah, Pah. Ayo makan siang dulu." ucap Andre.


"Gak mau, mamah Belum lapar." ucap Bu Rosa. Namun tiba-tiba perut nya bunyi.


Suami nya tersenyum. "Ayo buruan makan mah, Sarah sudah capek-capek masak." ucap suami nya.


Mereka memaksa Bu Rosa, karena Bu Rosa sudah lapar akhirnya dia mau. Sarah merapikan ruang tamu.


"Kamu sudah makan?" tanya Andre menyusul Sarah ke ruang tamu.


"Sudah pak, bapak lanjut saja makan." ucap Sarah.


Andre mendekati Sarah di meletakkan telapak tangan nya di dahi Sarah.


"Apa yang kamu lakukan? Saya sudah bilang kalau belum sembuh total jangan memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan rumah." ucap Andre.


"Bukan kah Bapak tidak suka hal yang berantakan? Kenapa tiba-tiba bapak jadi seperti ini? Saya hanya lah pembantu di rumah ini, jangan memperlakukan saya terlalu berlebihan." ucap Sarah.


Andre menatap Sarah bingung. "Kenapa kamu berbicara seperti itu? Saya perduli kepada kamu, namun kamu tidak menghargai saya." ucap Andre.


"Bukan seperti itu pak, hanya saja saya tidak ingin membuat orang yang tinggal di rumah ini tidak nyaman karena semua nya berantakan." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang dia meletakkan telapak tangan nya di pipi Sarah memeriksa suhu badan Sarah.


"Badan kamu kembali hangat, wajah kamu Pucat sekali." ucap Andre.


"Itu karena kecapean saja Pak, nanti saya akan istirahat setelah pekerjaan saya selesai." ucap Sarah. Andre mengambil kain Dari tangan Sarah meletakkan nya di atas meja dan menarik tangan Sarah.


"Bapak mau membawa saya kemana?" tanya Sarah.


"Ikut saja, Jangan membantah." ucap Andre.


"Pekerjaan saya belum selesai pak, nanti orang tua Bapak Akan marah-marah kepada saya." ucap Sarah.


"Pah, Andre tadi kemana yah? Kok dia gak ikut makan siang?" tanya Bu Rosa.


"Sebaiknya mamah makan dulu. Tidak perlu menunggu Andre. Buruan di makan." ucap suami nya.


"Melihat suaminya sangat menikmati makanan nya membuat Bu Rosa ngiler.


"Humm kenapa sambal ini kelihatannya sangat enak sekali." batin Bu Rosa.


Akhirnya dia mengambil dan memakan, setelah di coba Bu Rosa sangat suka ia makan begitu lahap sekali. Suaminya yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


"Kamu tidak perlu berubah dari dulu, selalu gengsian, selalu pemarah, cerewet dan tetap selalu protes." ucap suami nya.


"Mamah bisa seperti ini karena papah." ucap Bu Rosa. Suaminya langsung terdiam karena di salah kan, mereka berdua Makan dengan begitu lahap sampai perut kedua nya kenyang.


"Kamu minum obat dan setelah itu istirahat." ucap Andre mendudukkan Sarah di tempat tidur..


"Tapi Pak." ucap Sarah.


"Urusan orang tua saya tidak perlu di pikirkan, saya tidak ingin kamu sakit lebih parah lagi, kalau kamu sakit yang Susah saya dengan Kina." ucap Andre.


Sarah melihat Kina yang sudah tidur siang.


Andre melihat Obat yang tidak berkurang dia menghela nafas panjang.


"Kenapa kamu begitu sulit meminum obat? apa kamu ingin sakit Terus? Kamu sengaja?" ucap Andre.


"Obat itu sangat pahit." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. Dia memecahkan Oba itu dan mencampur nya dengan madu.


"Kamu minum lah ini." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak mau pak. jangan paksa saya." ucap Sarah karena dia pasti memuntahkan nya.


Andre putus asa dia bingung harus memberikan Sarah Obat apa lagi karena sebelumnya dia emang tidak minum obat.


Andre menggigit obat di mulut nya dan menyuapi Sarah dengan mulut nya. Sarah kaget dia tidak bisa berontak karena kepala nya di tahan oleh Andre.


Andre juga memberikan minum dari mulut nya. Sarah tidak lagi merasakan pahit obat itu karena pikiran nya sudah hilang dia syok dan juga bingung.


"Waktu nya istirahat, jangan keluar dari kamar ini sebelum membaik." ucap Andre. Sarah berbaring, Andre membenarkan selimut dan setelah itu langsung keluar.


"Andre kamu dari mana saja? Makanan nya sudah hampir habis karena mamah kamu." ucap papah nya. Andre melihat sudah banyak yang habis.


"Mamah hanya lapar saja. Habis bukan berarti enak, semua orang bisa memasak makanan seperti ini." ucap Bu Rosa.


Andre duduk dan memakan apa yang tersisa.


"Sarah sudah makan siang? dia kemana?" tanya papah nya.


"Kok Papah malah Nanya in perempuan itu sih? Kenapa tidak bertanya kina sudah makan apa belum?" tanya Bu Rosa.


"Untuk apa papah bertanya lagi? Sudah jelas-jelas Sarah memberikan Kina makan siang di ruang tamu." ucap suami nya. Bu Rosa langsung terdiam.


"Sarah seperti nya akan demam lagi Pah, wajah nya sangat Pucat. Jadi dia sedang istirahat di kamar." ucap Andre.


"Seperti nya juga begitu, seperti nya dia juga tidak berselera makan." ucap papah nya. Bu Rosa hanya Diam.


Setelah Andre selesai Makan mereka lanjut memeriksa pekerjaan. Setelah selesai orang tua nya pamit pulang karena masih ada pekerjaan lain.


"Mamah pulang dulu yah, ingat jangan mudah percaya kepada Sarah. Dan ingat juga untuk segera menikah." ucap Bu Rosa.