
"Kamu terlihat seperti wanita pemberani, ternyata takut sama binatang yang ada di dalam kurungan." ucap Andre.
"Siapa yang takut pak? Saya tidak takut." ucap Sarah berlagak berani berdiri dengan benar di depan kandang harimau.
"Rawrrrrr." Suara harimau.
"Aaaaa!!!" Sarah memekik sangat kuat menutup telinga dan jongkok memeluk lutut nya.
Andre menahan tawa. Karena semua orang menoleh ke arah sarah dia jadi malu.
Sarah langsung berdiri. "Saya hanya terkejut saja." ucap Sarah memperbaiki baju nya.
"Kalau kamu tidak berani ngaku saja! Kamu bisa menunggu di luar." ucap Andre.
Mengingat di luar ada binatang yang bebas dia tidak berani.
"Saya berani." Sarah masih mengakui kalau dia bisa dan tidak takut. Walaupun wajah nya terlihat sangat tegang sekali.
Andre tidak melihat Kina. Ternyata dia sudah pergi berjalan duluan. Mereka langsung mengejar nya. Waktu melihat ular Sarah geli dan juga takut. Dia memegang kemeja Andre sambil menundukkan kepalanya.
Andre yang melihat itu hanya bisa tersenyum diam-diam.
Saat mendekati monyet. Kina memberikan mereka makan, tiba-tiba monyet mendekati Sarah berharap di kasih makan.
Namun ternyata Sarah menjerit ketakutan dan melompat ke arah Andre memeluknya begitu erat.
"Aku takut... Aku mau pulang, aku mau pulang aku tidak mau di sini, aku mau pulang..." Dia menjerit-jerit.
Andre menghela nafas panjang.
"Kalau takut ngaku saja takut." ucap Andre.
"Kalau dari awal kamu bilang tidak berani ke sini, saya tidak akan membawa kamu." ucap Andre.
"Jauh kan monyet itu dari ku, aku mohon.. Aku takut.." ucap Sarah sambil menangis. Andre mendengar Sarah menangis dan badan nya sudah berkeringat bergemetar akhirnya dia mengajak Kina keluar.
Kina tau kalau Sarah takut akhirnya mereka keluar dari sana.
"Uwekk-uwekk..." Tiba-tiba Sarah muntah setelah di luar. Andre panik dia memijit-mijit punggung Sarah. Seketika Sarah sangat Lemas dan tidak berdaya.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Andre, setelah memberikan air minum.
"Hummm" ucap Sarah, dia bersandar di dada Andre yang duduk di samping nya.
"Sebaiknya kita pulang saja." ucap Andre.
"Tante Sarah mau istirahat dulu Pah, tunggu dulu." ucap Kina. Andre membiarkan Sarah bersandar di dada nya.
Kina membeli eskrim menunggu Sarah menjadi lebih baik.
"Aku takut, aku tidak ingin ke sana lagi." ucap sarah.
Andre merasakan badan Sarah panas.
"Sarah badan kamu kok hangat?" tanya Andre, namun Sarah tidur dia tidak menjawab pertanyaan Andre.
"Kina kita pulang saja." ucap Andre. Andre terpaksa menggendong Sarah di keramaian ke dalam mobil.
Kina mengikuti dari belakang, dia senyum-senyum melihat papah nya sangat mengkhawatirkan pengasuh nya itu.
Setelah di mobil, Andre menggendong Kina dan langsung meninggalkan wilayah kebun binatang itu.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah..
Sarah sama sekali tidak sadar dia sudah di kamar di gendong oleh Andre pun tidak lagi sadar.
"Pah bagaimana keadaan Tante Sarah? Kenapa Tante Sarah gak bangun-bangun?" tanya Kina.
"Kamu tidak perlu khawatir, Tante Sarah hanya tidur, kamu juga istirahat yah." ucap Andre.
"Kalau hanya tidur pasti Tante Sarah bangun kalau di bangun kan, sekarang kenapa tidak bangun Pah?" tanya Kina.
"Ini salah saya, seharusnya saya tidak mengajak ke kebun binatang." batin Andre terus melihat wajah Sarah yang sangat Pucat.
Sarah perlahan bangun dia memegang kepala nya yang terasa sangat pusing sekali.
"Aku ada di mana ini?" dia membuka mata nya dengan sempurna ternyata sudah ada di kamar Kina, Sarah merasa lega.
Namun tiba-tiba dia keingat kejadian di kebun binatang itu.
"Kina dan Pak Andre kemana?" ucap nya berusaha untuk duduk namun baru sadar kalau ternyata Pak Andre dan juga Sarah sudah di kasur mereka tidur dengan sangat lelap.
Sarah melihat Andre yang tidur duduk.
"Seperti nya pak Andre yang membawa ku ke sini." batin Sarah.
"Aarrr..." Dia memegang kepala nya yang terasa sangat sakit.
Andre membuka mata nya.
"Kamu sudah bangun? Kamu mau minum? Mau apa?" tanya Andre langsung mengambil minum dan memberikan kepada Sarah.
"Terimakasih banyak Pak." ucap Sarah..
"Seharusnya kamu ngomong kalau kamu tidak kuat dan takut sama binatang yang ada di kebun binatang." ucap Andre.
Sarah diam, Andre meletakkan telapak tangan nya di dahi Sarah. Sarah sangat terkejut dia langsung gugup m
"Badan kamu masih panas, Pipi kamu merah. Seperti nya kamu akan demam." ucap Andre. "Saya baik-baik saja Pak." jawab Sarah.
Andre menggeleng kan kepala nya.
"Kalau kamu baik-baik saja mana mungkin kamu sakit dan sangat pucat seperti ini? Jangan berpura-pura kuat dan berpura-pura bisa!" ucap Andre.
Sarah menoleh ke arah Kina.
"Saya akan memindahkan Kina tidur ke tempat tidur nya." ucap Andre agar panas tubuh Sarah tidak berpindah kepada nya.
Andre memberikan obat kepada Sarah.
"Kamu minum agar panas nya reda." ucap Andre. Sarah mengambil dan langsung meminum nya.
Setelah itu Andre keluar. Tidak beberapa lama dia kembali lagi membawa mangkuk berisi Air dan juga handuk kecil.
"Tunggu dulu, bapak mau ngapain?" tanya Sarah.
"Saya akan mengompres badan kamu, ini bisa membantu mengurangi panas badan kamu." ucap Andre.
"Saya bisa melakukan nya sendiri Pak. Bapak istirahat lah, saya tidak ingin merepotkan bapak." ucap Sarah.
Andre menghela nafas panjang. "Justru kamu yang harus istirahat." Andre mendorong badan Sarah dengan pelan agar tidur lagi.
"Tidak ada penolakan, masih syukur saya mau membantu mengompres kamu, dari pada saya membiarkan kamu sakit begitu saja." ucap Andre.
Dia mulai membasahi handuk dan di peras, setelah itu di tempelkan ke dahi Sarah.
"Rasa nya lebih baik kan?" ucap Andre. Sarah diam, dia menutup mata nya hanya bisa memejamkan mata nya menahan sakit.
Andre memerhatikan wajah Sarah yang terlihat menahan sakit.
"Seperti nya Sarah memiliki trauma kepada binatang." batin Andre dia memegang tangan Sarah. Sarah langsung menggenggam nya begitu erat, padahal dia hanya ingin memeriksa suhu badan Sarah.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku di sini, aku takut. Ibu... Ayah..." Sarah mengigau dia menangis meminta tolong.
"Aku takut buuu." Sarah menangis Andre langsung memeluk nya agar Sarah lebih nyaman dan tidak takut.
"Saya di sini, kamu tidak sendirian, kamu tenang saja." ucap Andre mengelus rambut Sarah.
"Aku takut.... Hiks!!!!!" dia mulai diam, hanya gemetar dia pun lanjut untuk tidur sambil memeluk Andre.
"Kamu ada masalah apa? kenapa sampai seperti ini?" batin Andre.