Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 19


"Papah bisa melakukan nya sendiri." ucap Andre.. Namun Sarah tiba-tiba mengambil kain dari tangan Andre.


"Anak kecil sudah banyak mengerti hal, jadi kalau saya tidak menuruti, dia akan mengikuti hal yang dia lihat." ucap Sarah.


Andre tersenyum tipis. Setelah selesai dari Sana mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.


Namun sebelum kembali Andre membawa mereka ke Transmart untuk membeli Susu Kina dan semua yang mereka butuhkan di rumah.


Sesampainya di rumah Andre buru-buru mandi.


"Kina papah berangkat kerja dulu yah." ucap Andre mencium Pipi kina.


"Bapak langsung berangkat? Apa bapak tidak makan dulu?" tanya Sarah.


"Saya masih kenyang makan sarapan yang kamu buat tadi." ucap Andre. "Oohhh.." ucap Sarah.


"Humm saya berangkat kerja dulu." ucap Andre.


Sarah menganguk. Andre pergi.


"Pak Andre ijin kepada ku? kok aku jadi baper gini sih? Gak-gak ini gak mungkin. Loe harus sadar Sarah sudah punya pacar dan hanya baby sister di sini." ucap nya kepada diri sendiri.


"Tante...." Panggil Kina.


"Iyahh... Kenapa?" tanya Sarah berlari mendekati Kina.


"Aku mau mandi, ayo mandi. Nenek sama Kakek pasti datang hari ini." ucap Kina.


"Loh Kina tau dari mana?" tanya Sarah.


"Kemarin mereka bilang begitu." ucap Kina.


"Ya udah kalau begitu kita mandi yah." ucap Sarah.


Mereka mandi setelah selesai mandi berpakaian.


"Tante Sarah cantik deh." ucap kina.


"ah kamu bisa aja, kina juga cantik." ucap Sarah.


Kina tersenyum.


"Papah tidak terlalu suka dengan perempuan yang cantik, tapi papah suka perempuan yang perhatian." ucap Kina.


"Kok kamu ngomong gitu?" tanya Sarah. Kina tersenyum.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh yah Kina." ucap Sarah. Kina tertawa.


"Kalau Tante mau tau, pacar papah selalu ganti-ganti, tidak ada satu pun yang di sukai oleh aku, mereka semua hanya menginginkan papah dan uang nya saja." ucap Kina.


"Sssttt jangan berbicara seperti itu, kina masih anak kecil gak boleh ngomong seperti itu." ucap Sarah.


"Itu adalah kenyataan Tante." ucap Kina.


Sarah Menghela nafas panjang. "Ya udah kalau begitu kita turun yok, ada yang menekan bel seperti nya itu adalah mereka." ucap Sarah.


Mereka pun turun ke bawah.


"Kina..." Ucap Bu Rosa yang baru saja sampai dengan suami nya.


Kina tersenyum. Sarah langsung membantu membawa barang-barang bawaan Bu Rosa yang sangat banyak.


"Nenek sangat merindukan kamu, apa kamu merindukan Nenek dan Kakek?" tanya Bu Rosa sambil menggendong Kina.


Kina mengangguk.


"Humm kamu makin gemuk saja. Kamu juga terlihat semakin cantik." ucap nenek nya mencubit pipi Kina.


"Tante Sarah mengurus ku dengan baik." ucap Kina. Bu Rosa menoleh ke arah Sarah. Sarah hanya tersenyum.


"Ya udah kalau begitu ayo duduk. Lihat nih Nenek bawa apa untuk kamu." ucap nenek nya.


"Pak, Bu. Mau saya Masakin apa untuk makan siang?" tanya Sarah setelah meletakkan teh di atas meja.


"Kamu paling bisa nya masakan kampung, kamu tidak perlu masak kami akan memesan dari luar." ucap Bu Rosa.


"Sudah tidak perlu, Nenek akan memesan makanan di luar. Atau kamu mau ikut main-main keluar?" tanya nenek nya.


"Mau nek, aku mau. Papah tidak mengijinkan aku keluar dengan Tante Sarah hanya berdua, aku sudah sangat Bosan." ucap Kina.


Nenek nya tersenyum.


"Kamu tolong siap kan keperluan Kina. dia akan ikut dengan kami." ucap Bu Rosa.


"Tapi bagaimana dengan pak Andre? Bapak Akan marah." ucap Sarah.


"Saya akan ijin kepada nya, kamu tidak perlu khawatir. Lagian kamu juga bersantai untuk hari ini." ucap Bu Rosa. Sarah hanya diam dan mengambil barang-barang Kina.


Setelah itu dia memberikan nya kepada Bu Rosa.


"Mungkin malam hari kamu baru bisa pulang, kamu tidak perlu menunggu." ucap nenek Kina.


Sarah melihat Kina pergi di bawa Kakek dan neneknya.


"Yahh aku kesepian deh." ucap Sarah Menghela nafas panjang.


Karena sangat bosan dia diam-diam masuk ke ruangan kerja Andre mengambil kertas dan juga beberapa pewarna.


Dia sangat hobi melukis. Bahkan tidak jarang juga lukisan nya di beli oleh orang-orang di sekitar nya. Namun itu tidak bisa dia kembang kan, karena harus fokus sekolah dan mengurus Adik nya.


Setelah lulus dia harus bekerja dan tidak kefikiran ke arah sana lagi.


Di ruangan itu dia sangat kagum ternyata banyak lukisan-lukisan yang begitu cantik dan dia tau itu semua pasti sangat mahal sekali.


"Ternyata pak Andre menyukai lukisan seperti ini." ucap Sarah.


Akhirnya dia memakai alat seadanya untuk melukis sampai dia ketiduran di ruangan itu. Bangun melihat Kina tidak ada dia kembali ke ruangan itu melanjutkan melukis.


Tidak terasa sudah sore, lukisan nya sudah selesai. Tiba-tiba gerimis dia berlari keluar karena menjemur bantal Kina di luar.


"Huff kenapa rumah sebesar ini tidak ada penghuninya sih? Sangat sepi sekali. Bentar lagi hari semakin gelap, aku takut." ucap Sarah dalam hati.


Dia menonton TV namun karena petir dia mematikan nya, tidak lupa juga dengan handphone nya.


Hujan semakin deras, petir bersautan di luar membuat Sarah semakin takut.


"Kenapa sampai sekarang kina belum pulang yah?" batin Sarah melihat keluar dari jendela.


Sarah sangat khawatir dia harus menelpon Andre menanyakan di mana Kina sekarang.. Namun ada SMS masuk dari Andre.


"Saya akan pulang telat. Kamu Tutup pintu." isi pesan.


"Loh pak Andre gak tau, kalau kina tidak sama ku?" ucap Sarah heran.


Dia mau menelpon namun tidak aktif, mungkin karena hujan. Akhirnya dia mengirim kan pesan.


"Kina tidak bersama saya pak, Ibu dan Bapak datang menjemput kina pagi tadi.. Dan sampai sekarang tidak pulang." ucap Sarah.


Sarah menutup jendela karena sudah gelap.


"Huff Kina takut hujan dan juga petir, dia pasti menangis kalau tidak di peluk." ucap Sarah.


Sementara di tempat lain Andre masih bekerja di ruangan nya.


"Kenapa hujan hari ini begitu deras?" ucap Andre.


"Sayang..." ucap Laura masuk ke ruangan Andre.


"Ada apa lagi Laura?" tanya Andre.


"Kok kamu marah-marah Mulu sih? Dari pagi sampai sekarang kamu mengabaikan aku, apa aku melakukan kesalahan?" tanya Laura.


"Kamu masih bertanya?" ucap Andre.


"maafin aku yang akhir-akhir ini tidak bisa menemani kamu,. tapi kan aku selalu datang bekerja, setiap jam kerja itu adalah jam kita juga. Waktu untuk kita melepaskan rindu." ucap Laura. Andre menghela nafas panjang.


"Jangan ganggu aku dulu, aku sedang bekerja." ucap Andre. Karena Laura duduk di paha nya.