
"Ada apa lagi Laura?" tanya Andre.
"Kok kamu marah-marah Mulu sih? Dari pagi sampai sekarang kamu mengabaikan aku, apa aku melakukan kesalahan?" tanya Laura.
"Kamu masih bertanya?" ucap Andre.
"maafin aku yang akhir-akhir ini tidak bisa menemani kamu,. tapi kan aku selalu datang bekerja, setiap jam kerja itu adalah jam kita juga. Waktu untuk kita melepaskan rindu." ucap Laura. Andre menghela nafas panjang.
"Jangan ganggu aku dulu, aku sedang bekerja." ucap Andre. Karena Laura duduk di paha nya.
"Aku tau kamu marah sama aku, tapi jangan cuekin aku gini dong." ucap Laura. Andre menghela nafas panjang.
"Kamu butuh sesuatu kan? apa yang kamu butuhkan?" tanya Andre sudah mengerti apa maksud Laura.
Laura menggeleng kan kepala nya. "Aku hanya ingin kamu malam ini." ucap Laura mengelus leher Andre.
Andre melepaskan tangan Laura.
"Aku mohon jangan seperti itu, bagaimana kalau ada yang melihat?" ucap Andre.
Laura menghela nafas panjang. "Huff seperti nya kamu masih marah tentang malam itu. Baiklah aku mengerti." ucap Laura.
Laura mau pergi namun tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Laura.
Laura tersenyum dia langsung mencium bibir Andre. Mereka berciuman di dalam ruangan itu.
Tampa pikir panjang Andre dan Laura menyewa hotel terdekat dari perusahaan itu.
Di rumah Sarah sudah sangat mengantuk menunggu Andre di ruang tamu.
"Hufff aku sudah sangat mengantuk, ini sudah jam sepuluh namun pak Andre tak kunjung pulang." ucap Sarah.
Dia berbaring di sofa seperti biasa namun malah ketiduran.
Keesokan harinya dia terjatuh karena berguling dari sofa.
"Bukk!!!" Bunyi jatuh ke lantai.
"Awwww.." Dia menjerit kesakitan.
"Kok aku masih tidur di sini sih?" ucap Sarah Heran.
Dia melihat pintu terkunci.
"Seperti nya pak Andre tidak pulang, dia kemana yah?" batin Sarah.
"Eh tunggu dulu. Perasaan setiap hari aku ketiduran di sofa. Namun bangun-bangun aku sudah di kamar. Atau jangan-jangan pak Andre yang mengangkat aku ke kamar?" batin Sarah.
Sarah menghela nafas panjang.
"Hufff ini sangat memalukan sekali." ucap nya kepada diri nya sendiri.
Tiba-tiba dia mendengar Kina menangis di kamar.
"Kina..." ucap Sarah langsung berlari ke atas. Dia melihat kina tidur sendiri.
"maafin Tante yah, cup.. cupp.." ucap Sarah menenangkan Kina. Setelah Kina tenang dia terlihat masih mengantuk akhirnya Sarah menemani nya tidur sebentar.
Sementara di tempat lain Laura mengerjap kan mata nya.
"Hoammmm badan ku sangat sakit sekali." ucap Laura. Dia melihat Andre sudah mandi dan sudah rapi.
Andre sedang menyisir rambut nya di depan cermin.
"Kamu sudah bangun?" ucap Andre. Laura tersenyum dia turun dari kasur dan memeluk Andre dari belakang.
Andre berbalik.
"Sebaik nya kamu mandi dan berangkat ke kantor, hari ini jadwal kita cukup padat." ucap Andre.
Laura menganguk. Andre memberi nya ciuman singkat.
Setelah mereka berdua rapi, mereka keluar dari hotel itu.
"Terimakasih yah.. Aku sudah mengirimkan kan uang yang kamu mau." ucap Andre yang menyetir kepada Laura.
"Kamu serius sayang?" tanya Laura. Andre menganguk.
"Terimakasih yah sayang." ucap Laura.
"Kalau kurang bilang saja," ucap Andre.
"Ini sudah cukup kok sayang. Ini justru kebanyakan." ucap Laura.
Sesampainya di kantor mereka meminta sarapan di bawa ke ruangan masing-masing.
Andre masuk ke ruangan nya.
"Huff..." Dia menghela nafas panjang. Dia melihat Handphone nya yang masih ada di atas meja.
Andre membuka nya ternyata ada pesan masuk dari Sarah.
"Bapak kenapa tidak pulang? Kina terus bertanya." isi pesan dari Sarah. Andre terdiam sejenak dia mengingat kejadian tadi malam.
"Maafin Papah yah Kina, papah sangat jahat sudah seperti ini di belakang kamu, maafin Papah." ucap Andre.
Di siang hari nya...
"Tok!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu.
"Masuk." ucap Andre dari dalam.
"Permisi pak, Maaf mengganggu ini ada makan siang dari Rumah." ucap pak supir.
"Makan siang?" ucap Andre. "Iyah pak." jawab supir. Andre mengambil nya.
"Kalau begitu saya keluar dulu yah pak.. Permisi..." ucap pak supir.
Andre membuka nya. Dia melihat surat yang ada di atas Bekal.
"Walaupun bapak sangat Sibuk jangan lupa untuk makan, dan kalau bapak sudah lelah bekerja pulang lah ke rumah. Kina terus bertanya bapak kalau tidak pulang." isi surat.
Andre mengambil bekal dan membuka nya.
Dari kelihatan nya saja sudah sangat enak sekali. Andre menghentikan pekerjaannya dan langsung makan semua masakan yang di bawa oleh pak supir itu.
"Sayang ayo makan siang bareng." ucap Laura masuk ke ruangan Andre.
Namun dia melihat Andre sedang Makan begitu lahap sehingga tidak menjawab Laura.
"Apa yang kamu makan? Kamu kok gak ngajakin aku?" ucap Laura.
"Kalau kamu mau sarapan di luar ya sudah kamu makan di luar saja. Saya sudah ada Bekal." ucap Andre.
Laura menghela nafas panjang.
"Ya udah deh kalau begitu." ucap Laura meninggalkan Andre langsung.
Setelah kenyang Andre bersendawa.
"Benar-benar enak sekali." ucap nya. "Huffff."
Tidak terasa sudah Sore. "Laura kamu malam ini mau kemana?" tanya Andre masuk ke ruangan Laura.
"Aku mau ke mall sama teman-teman aku, aku sudah memiliki janji." ucap Laura.
"Oohh begitu." ucap Andre.
"Emang nya kenapa? Kamu mau ikut?" tanya Laura.
Andre menggeleng kan kepala nya.
"Aku ingin kamu ikut ke rumah. Seperti yang kita bicara kan sebelum nya kalau kamu sebaiknya mendekati Kina." ucap Andre.
"Aku ingin Kina dekat dan kita bisa memperjelas hubungan kita, aku sudah lelah untuk bermain-main." ucap Andre.
"Orang tua ku juga sudah meminta aku menikah. Aku yakin dengan kamu." ucap Andre.
"Lain kali aja yah, aku sudah memiliki janji. Kan gak enak kalau di batal kan, kamu pasti mengerti dong." ucap Laura.
"Ya udah kalau gitu..Tapi kamu sisihkan waktu kamu untuk menemui kina yah." ucap Andre.
"Iyah, kamu tenang saja yah.. Maafin aku gak bisa ikut kamu kembali ke rumah bertemu Kina." ucap Laura.
Andre mengelus rambut Sarah.
"Gak apa-apa, kamu hati-hati lah. Aku harus pulang karena kina sudah menunggu di rumah." ucap Andre.
Laura tersenyum.
"Titip salam sama Kina." ucap Laura. Andre menganguk sambil tersenyum.
Andre keluar dari ruangan itu. "Huff aku sudah capek-capek kerja malah di suruh mendekati anak kecil yang sangat songong." ucap Laura dengan kesal.
"Aku tidak suka anak kecil, aku tidak mau bertemu dengan Kina." ucap Laura dengan kesal.