Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 55


Andre turun ke bawah dia melihat Sarah yang masih fokus pada TV. Andre duduk saja di sofa tidak Jauh dari dia, namun tidak di hiraukan oleh Sarah.


"Ekhem-Ekhem." Andre berdehem. Sarah menoleh ke arah Andre. Dia terkejut karena Andre di samping nya.


"Sejak kapan bapak duduk di sini? Bapak membuat ku terkejut saja!" ucap Sarah.


"Saya minta maaf." ucap Andre, Sarah Menaik kan alis nya. Andre mengode sesuatu namun membuat Sarah kebingungan.


Sarah melihat ke arah Kina yang berdiri di tangga.


"Saya meminta maaf." ucap Andre memegang tangan Sarah.


Sarah terkejut namun dia berusaha untuk biasa saja karena Kina sedang memerhatikan mereka dari atas.


"Ayo Tante Sarah maafin papah, Tante ana papah gak boleh berantem." ucap Kina dari atas. Sarah menatap wajah Andre.


"Bapak meminta maaf kepada saya karena apa? Ini karena Kina? lagian kenapa bapak minta maaf?" tanya Sarah melepaskan tangan Andre.


"Dari tadi saya memerhatikan kamu marah kepada saya, kamu bahkan tidak mau berbicara dengan saya." ucap Andre.


Sarah diam. "Saya tau. Saya pasti melakukan sesuatu yang membuat kamu marah kan?" tanya Andre. Sarah diam.


"Kalau saya salah saya minta maaf, jangan memasang wajah seperti itu di depan Kina." ucap Andre. Sarah menghela nafas panjang.


"Bapak tidak ada salah apapun, kenapa bapak harus minta maaf? Aku tidak akan memaafkan." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang mendengar Sarah.


"Katakan kamu memaafkan saya agar kina tidak lagi marah kepada saya!" ucap Andre. "Sarah menghela nafas panjang.


"Baiklah saya memaafkan bapak." ucap Sarah. Tiba-tiba Kina bersorak sangat senang.


"Horeee... Tante Sam papah sudah baikan." ucap kina. Sarah hanya bisa diam, sementara Andre sangat senang.


"Ya udah deh, Tante sama Papah lanjut ngobrol saja, aku mau main. Jangan buat Tante Sarah marah dan memasang wajah menakutkan yah papah." ucap kina.


Sarah menatap Andre.


"Maksud Kina apa? wajah yang menakutkan?" tanya Sarah Andre menganguk.


"Kina tidak berani ketika melihat wajah cemberut, kesal, marah, dia sangat takut. Jadi lain kali jangan memasang wajah seperti itu. Karena ia tau kamu adalah pengasuh nya yang ramah dan juga baik." ucap Andre.


Sarah menghela nafas panjang.


"Humm baik lah pak." ucap Sarah. Andre menatap Sarah.


"Kenapa kamu sangat berubah hari ini? Apa yang menggangu perasaan kamu? Apa saya benar-benar membuat kesalahan?" tanya Andre lagi. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Tidak kok,. bapak tidak melakukan kesalahan." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang.


"Katakan yang jujur. Apa saya membuat kesalahan? jawab!" ucap Andre.


Sarah diam.


"Apa yang harus aku katakan, ini bukan lah kesalahan yang harus aku ikut campuri, hanya saja aku sangat kesal dan marah karena pak Andre menginap dengan perempuan lain di hotel." batin Sarah.


"Tidak ada Pak. Saya lagi PMS jadi sedikit sensitif." ucap Sarah langsung pergi meninggalkan Andre.


Andre menghela nafas panjang. "Sarah-sarah.. Semua perempuan memang sangat sulit di mengerti, sulit juga untuk mengerti." batin Andre.


"Bapak ingat saja sendiri apa salah Bapak." ucap Sarah. Andre terdiam. "Berarti benar, aku memiliki kesalahan, kira-kira apa yah yang membuat Sarah seperti ini." batin Andre.


Sarah hendak pergi namun tiba-tiba di Tahan oleh Andre. Sarah melihat tangan nya yang di pegang oleh Andre.


"Bapak mau ngapain? Sebaiknya bapak melepaskan saya." Ucap Sarah. "Kamu belum jujur kepada saya. Kamu kenapa bisa seperti ini? Apa saya melakukan kesalahan yang begitu besar sehingga tidak bisa di maafkan?" tanya Andre.


"Saya sudah bilang agar bapak memikirkan nya sendiri." ucap Sarah langsung pergi.


Andre mengikuti nya. "Saya tidak tau, saya merasa tidak melakukan kesalahan." ucap Andre.


"Kalau begitu, bapak tidak perlu mengganggu saya, sebaiknya bapak pergi lah." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang dia melihat Sarah naik ke atas.


Andre memegang kepala nya karena pusing dan bingung. "Kenapa aku tidak terima dengan sifat Sarah? Aku tidak terima dia mengabaikan ku, memarahi ku dan ngambekan," ucap Andre.


"Huff aku yakin sih dia pasti marah kepada ku tentang hal yang lain, bukan masalah gak pulang atau karena saya marah tentang pekerjaan." batin Andre.


Seharian Andre di rumah. Dia duduk di ruang tamu sambil melihat ke arah tangga berharap Sarah turun ke bawah.


"Papah lagi apa?" tanya kina ikut duduk dan samping Andre. "Nih papah Lagi nonton film barat." ucap Andre.


"Oohh." ucap Kina, Andre menoleh ke arah Kina.


"Kamu sudah selesai main nya?" tanya Andre. "Sudah papah, sudah waktunya tidur siang, aku mau tidur siang dulu, nanti Tante sarah marah-marah." ucap Kina.


"Ya udah. Sebelum tidur makan siang dulu." ucap Andre. "Sudah kok pah sama Tante Sarah. Papah sendiri yang tidak makan siang." ucap Kina.


"Tante Sarah tadi turun?" tanya Andre, kina mengangguk. "Tadi papah sangat fokus menonton bola. Jadi tidak sadar kalau aku sama Tante Sarah sudah makan." ucap Kina.


"Ya udah deh pah, aku mau ke kamar dulu, Tante Sarah pasti sudah menunggu ku." ucap Kina langsung pergi. Andre melihat Kina pergi.


"Aargg!!! apa-apaan kamu Andre, kenapa kepada anak kamu sendiri saja kamu cemburu." ucap nya kepada diri nya karena di a sangat ingin di posisi Kina yang di sayangi oleh Sarah.


"Tante..." ucap Kina.. Sarah yang sedang melukis di atas meja menoleh ke arah Kina..


"Akhirnya kamu datang juga, ayo tidur siang." ucap Sarah, kina tersenyum.


"Oh iya Tante, papah belum makan, kasian papah tidak makan siang." ucap Kina.


"Tante harus menemani kamu tidur dulu, Tante juga mau tidur siang." ucap Sarah.


"Kasian papah Tante, Tante tau kalau papah tidak makan kalau tidak di ambil kan nasinya." ucap Kina.


"Ya udah kalau begitu, kamu tidur dulu, setelah itu Tante ke bawah melihat papah." ucap Sarah.


Kina menggeleng kan kepala nya.


"Aku bisa sendiri Tante, sebaik nya Tante pergi saja menemani papah makan." ucap Kina.


Sebenernya Sarah tidak mau, namun karena Kina dia terpaksa harus pergi.


"Baiklah -Baiklah kalau itu yang kamu mau." ucap Sarah.


kina tersenyum. Dia menarik selimut dan berbaring. "Aku pasti tidur kok Tante." ucap Kina.


"Huff seperti nya Kina sengaja memaksaku keluar agar dia tidak perlu tidur siang, kamu pikir Tante bodoh." ucap Sarah, menunggu beberapa menit Sarah mengintip ke dalam dia melihat tidak ada yang bergerak, dokter tadinya ada adegan lucu.