Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 37


"Keluar kan lidah mu sayang..." Ucap Andre dengan suara yang begitu berat, Sarah tidak mau dia menutup mulutnya rapat-rapat, namun Andre tidak kunjung melepaskan nya terpaksa Andre mengigit bibir Sarah.


Dia bisa leluasa menguasai bibir Sarah, tidak perduli dengan Sarah yang sudah menangis.


Setelah Puas dia melepaskan Sarah. "Perempuan seperti kamu sama sekali tidak membuat saya bernafsu." ucap Andre langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan Sarah.


Sarah menghapus air mata nya dia langsung keluar dari kamar itu.


Dia tidak mengatakan apa-apa lagi.


Di pagi hari nya. Sarah sedang duduk di taman belakang sendirian. Kina dan Andre tidak bangun pagi karena masih sangat mengantuk akibat tadi malam.


Sarah melihat foto Adik nya dan keluarga nya di ponsel nya.


"Aku sangat merindukan kalian semua." ucap Sarah mencium layar handphone nya.


Andre memerhatikan Sarah dari balkon kamar nya. Dia baru saja bangun namun sudah melihat Sarah di taman.


"Apa yang dia lakukan di sana?" ucap Andre.


Dia langsung turun ke bawah.


"Selamat pagi anak Mamah..." Bu Rosa datang. Memberikan kejutan kepada anaknya itu. Andre sangat senang.


Orang tua nya juga membawa kue untuk Andre seperti Tiap tahun nya.


"Selamat ulang tahun anak mamah yang paling tampan.. Kamu sudah semakin tua, Kapan kamu akan menikah lagi nak?" ucap Papah nya.


Andre tersenyum.


"Tenang yah Pah mah, kalau ada rejeki aku menikah lagi pasti akan menikah kok." ucap Andre. Orang tua nya menghela nafas panjang.


"Kina mana?" tanya Bu Rosa.


"Seperti nya masih tidur mah, tadi malam mereka menunggu ku sampai shubuh untuk merayakan ulang tahun ku." ucap Andre.


"Kebiasaan banget di malam ulang tahun malah pulang malam!" ucap mamah nya, Andre tersenyum tipis.


"Lalu Sarah mana? Kenapa dia tidak ada?" tanya Papah nya.


"Papah ke sini hanya bertanya Sarah saja!" ucap Bu Rosa.


"Apa salah nya mah?" ucap papah Andre. Bu Rosa hanya bisa menghela nafas panjang.


"Ah sudahlah tidak ada gunanya berdebat." ucap Bu Rosa.


"Sarah ada di taman belakang Pah, aku baru saja bangun. Terimakasih sudah mau datang jauh-jauh ke sini dan sudah mengingat hari ulang tahun ku." ucap Andre.


"Kamu adalah anak satu-satunya kami, mana mungkin kami lupa." ucap Bu Rosa. Andre tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kamu siap-siap gih, sekalian bangunin Kina. Kita jalan-jalan keluar dan makan di luar." ucap Papah nya.


"Aku mau di rumah saja Mah," ucap Andre.


"Sudah lama kita tidak keluar sama-sama, ayo lah. Mamah juga ingin ikut kamu jalan-jalan." ucap Bu Rosa.


Andre tetap tidak mau.


"Ya udah kalau kamu tidak mau Mamah tidak mungkin memaksa kamu," ucap Mamah nya. Andre tersenyum.


"Tapi boleh kan Mamah bawa kina keluar?" tanya orang tua nya.


"Kalau kina mau mah, bawa saja." ucap Andre. Bu Rosa langsung masuk ke kamar.


"Kina... Kenapa kamu belum bangun?" tanya Bu Rosa.


Kina bergeliat dia membuka matanya.


."Nenek." ucap Kina.


"Kamu kaget yah ada Nenek di sin?" tanya Bu Rosa. Kina menganguk. "Nenek ke sini mau mengucapkan selamat ulang tahun kepada papah kamu, sekalian mau ngajak kamu jalan-jalan." ucap Bu Rosa.


Sarah masuk ke rumah dia baru sadar ternyata ada orang tua bos nya.


"Sarah.. Kamu masih kurang enak badan yah?" tanya papah nya Andre.


"Sudah sehat kok pak." ucap Sarah. "Kenapa wajah kamu Pucat seperti itu? mata kamu juga sembab, apa Andre memarahi kamu?" tanya papah Andre.


"Enggak kok Pak, lagi kelipatan saja tadi pas duduk di taman. Bapak mau minum kopi?" tanya Sarah.


"Tidak perlu.. Kami mau pergi dengan ibu membawa Kina jalan-jalan." ucap Papahnya Andre.


"Oohhh." ucap Sarah.


"Kalau kamu mau ikut, ayo ikut.. Lebih ramai jauh lebih menyenangkan, Andre sama sekali tidak mau ikut." ucap papah Andre.


"Tidak pak, saya di rumah saja." ucap Sarah.


Kina dan Bu Rosa turun.


"Tante aku mau pergi Sama nenek dan kakek." ucap Kina.


"Ya udah hati-hati yah, selamat bersenang-senang." ucap Sarah tersenyum.


Mereka pun pergi meninggalkan Sarah dan Andre.


Andre melihat Sarah langsung pergi dari ruang tamu.


Andre menghela nafas panjang dia memegang leher belakang nya.


"Aku selalu saja tidak bisa mengontrol diri ketika lagi bersama Sarah, ada apa dengan ku ini? Aku bahkan membuat nya tersinggung, aku selalu menyakiti dia." batin Andre.


"Andre kenapa kau sekarang begitu bodoh. kalau kau tertarik dengan Sarah katakan baik-baik." ucap nya kepada diri sendiri.


Setelah cukup lama berdebat dengan pikiran nya sendiri dia menghela nafas panjang.


"Aku tidak boleh lebih sering berinteraksi dengan Sarah. Semua yang di lakukan oleh Sarah membuat aku semakin tertarik kepada nya." batin Andre.


"Sarah sudah sangat membenci ku, tidak ada harapan untuk ku mendekati dia." batin Andre.


Dia masuk ke ruangan kerja nya.


"Sarah tolong buatkan saya kopi dan antar ke ruangan kerja saya." ucap Andre.


Sarah menganguk. Tidak beberapa lama dia datang membawa Kopi untuk Andre.


"Tunggu dulu Sarah." ucap Andre. Sarah menahan langkah nya.


"Tentang tadi malam saya minta maaf, saya minum itu sebab nya saya tidak mengontrol diri. Saya juga terpancing emosi karena kata-kata kamu." ucap Andre.


Sarah hanya diam saja.


"Saya minta maaf sekali lagi. Dan lain kali di saat saya sedang tidak bisa mengontrol diri jangan dekat-dekat dengan saya atau pun jangan membuat saya emosi, saya takut kamu tidak bisa selamat." ucap Andre.


Setelah Andre Selesai ngomong Sarah langsung keluar.


"Aku tidak merasa marah kepada pak Andre sama sekali karena aku senang, namun tetap saja aku merasa kesal karena pak Andre tidak menghargai aku." ucap Anisa.


"Jangan lebay Sarah. Kamu hanya lah wanita gampangan di mata Pak Andre, walaupun sebenarnya kamu suka kepada pak Andre kamu tidak boleh terlihat murahan." ucap nya kepada diri sendiri.


Sarah masuk ke kamar dia berbaring di sana. Tidak beberapa lama dia ketiduran. Tiba-tiba dia mimpi yang membuat dia berkeringat.


Dia menangis, meminta tolong namun tidak ada yang menolong dia.


Sudah sangat berkeringat, Dada nya sesak.


Andre melihat semua pewarna yang biasa nya ada di atas Meja nya sekarang sudah tidak ada lagi.


"Seperti nya ada di kamar Kina." ucap Andre segera mengambil ke kamar Kina yang tidak jauh dari ruangan kerja nya.


Setelah membuka pintu dia kaget melihat Sarah menangis.