
"Aku takut buuu." Sarah menangis Andre langsung memeluk nya agar Sarah lebih nyaman dan tidak takut.
"Saya di sini, kamu tidak sendirian, kamu tenang saja." ucap Andre mengelus rambut Sarah.
"Aku takut.... Hiks!!!!!" dia mulai diam, hanya gemetar dia pun lanjut untuk tidur sambil memeluk Andre.
"Kamu ada masalah apa? kenapa sampai seperti ini?" batin Andre.
Keesokan harinya.. Sarah membuka mata nya karena mendengar suara Kina yang sedang tertawa di ruangan itu.
Sarah memegang kepala nya yang terasa sangat pusing sekali.
"Tante sudah bangun Pah." ucap Kina. Andre langsung mendekati Sarah.
"Bagaimana keadaan kamu? Apa yang sakit? Kamu dari kemarin tidak mau bangun." ucap Andre.
Sarah melihat wajah Andre dan Kina.
"Masih sedikit pusing." ucap Sarah. "Kamu minum obat ini dulu." Andre memberikan obat kepada nya.
Tampa banyak tanya itu obat apa, Sarah langsung meminum nya.
"Saya memesan bubur, kamu makan lah." ucap Andre memberikan bubur kepada Sarah.
"Saya belum mau makan pak." ucap Sarah.
"Kamu harus makan dari kemarin kamu tidak mengisi perut kamu." ucap Andre.
"Tante bilang kalau tidak mau makan nanti tambah sakit." ucap Kina. Sarah harus makan demi membuktikan ke pada kina kalau kata-kata nya benar.
"Pah di suapin aja, kalau orang sakit harus di suapin." ucap Kina. Andre menoleh ke arah Sarah.
"Tante bisa sendiri kok." ucap sarah.
"Yang di katakan oleh kina benar, biarkan saya menyuapi kamu." ucap Andre. Sarah memakan dari sendok suapan Andre.
Setelah selesai makan Sarah sudah mulai bertenaga dia melihat jam sudah jam sepuluh.
"Bapak tidak pergi bekerja?" tanya Sarah.
"Kalau Papah bekerja yang merawat Tante Siapa? Aku tidak tau cara merawat orang sakit." ucap Kina.
Sarah terdiam sejenak.
"Maafkan saya pak, karena saya bapak tidak berangkat bekerja." ucap Sarah. "Sudah tidak perlu di pikirkan, saya bisa bekerja dari rumah. Kamu istirahat lah." ucap Andre.
Sarah menganguk.
"Kina sudah makan?" tanya Sarah kepada Kina.
"Sudah Tante." jawab Kina.
"Tante cepat sembuh yah, kalau Tante sakit aku tidak ada teman, jadi sangat sepi." ucap Kina.
"Iyahhh..." ucap Sarah mengelus pipi Kina.
Di sore hari nya Andre dan Sarah masuk ke kamar Kina dan juga Sarah.
"Loh kenapa kamu mandi?" tanya Andre melihat Sarah sudah menukar pakaian nya dan rambut nya basah.
"Saya sudah mendingan Pak." ucap Sarah.
Andre mendekati Sarah dan langsung memeriksa suhu badan Sarah dengan tangan nya.
"Masih hangat, sehari kamu tidak boleh mandi." ucap Andre.
"Tapi saya sudah sehat Pak." ucap Sarah.
"Kamu harus istirahat, jangan banyak Membantah. Kalau kamu tidak istirahat kamu akan semakin lama sembuh." ucap Andre.
Sarah Menghela nafas panjang akhirnya dia kembali duduk di kasur.
"Sebenarnya badan ku masih sangat lemas, namun aku tidak enak seperti ini, aku jadi merepotkan Pak Andre dan Kina harus di urus oleh pak Andre." batin Sarah.
Andre menemani Kina sampai tidur. Setelah Kina tidur dia mau pergi ke kamar nya istirahat juga.
"Selamat malam nak, bobok yang nyenyak yah." ucap Andre mencium kening Kina.
Andre menoleh ke arah Sarah. Ternyata Sarah juga sudah tidur. Andre mendekati nya dia memerhatikan wajah Sarah yang terlihat sangat cantik dan manis.
"Perempuan secantik kamu ini tidak seharusnya menjadi baby sister di sini, tapi saya bersyukur karena wajah kamu benar-benar sangat positif dan sangat enak di pandang. walaupun sifat awal kamu aneh tapi semakin ke sini saya mulai mengerti kamu." ucap Andre dalam hati.
Andre memeriksa suhu badan Sarah lagi.
"Bagus deh kalau sudah normal. Semoga kamu mimpi indah, jangan yang aneh-aneh lagi." ucap Andre menyelimuti Sarah.
Setelah di selimuti dia keluar tidak lupa untuk mematikan lampu. Sarah antara sadar dan tidak sadar dia tersenyum dan menarik selimut memeluk nya begitu erat.
Mereka tertidur begitu nyenyak. Namun tepat di jam Tiga shubuh Andre tiba-tiba terbangun karena mendengar suara tangisan dari kamar sebelah.
"Dia pasti mengigau lagi." ucap Andre dengan cepat langsung keluar. Dan benar saja Sarah menangis sambil tidur, selimut dan bantal nya sudah jatuh ke lantai.
"Sarah... Sarah sadar." ucap Andre menepuk pipi Sarah. Sarah membuka mata nya dia melihat Andre dan langsung memeluk nya.
"Saya takut pak... Saya takut..." ucap Sarah menangis di pelukan Andre. Andre memeluk Sarah.
"Kamu jangan takut, saya ada di sini." ucap Andre mengelus punggung Sarah.
Sarah mulai tenang. Andre membantu nya untuk berbaring dan ternyata Sarah kembali tidur. Namun dia tidak mau melepaskan tangan Andre.
Akhirnya Andre tidur di samping Sarah.
Keesokan harinya...
Sarah merabah tempat tidur nya. Namun tidak ada siapapun. Dia membuka mata nya.
"Tadi malam pak Andre di sini, kenapa dia tidak di sini lagi?" ucap Sarah.
"Kamu sudah bangun?" ucap Andre datang dengan pakaian rapi.
Sarah langsung duduk. "Kina masih tidur. Kamu sudah lebih baik, saya harus pergi bekerja hari ini." ucap Andre.
Sarah hanya diam.
"Kamu jangan melakukan banyak hal hari ini, cukup urus Kina saja. Saya mengusahakan cepat kembali. Sarapan sudah saya pesan untuk kalian." ucap Andre.
"Pak tunggu dulu." ucap Sarah. "Ada apa?" tanya Andre.
"Saya minta maaf sudah merepotkan bapak. Saya juga mau mengucapkan terimakasih sudah mengurus saya. Pasti waktu saya sakit banyak merepotkan bapak." ucap Sarah.
"Maka nya jangan sakit!" Ucap Andre. "Saya tidak ingin sakit Pak." ucap Sarah. "Sudah lupakan saja, saya mau berangkat dulu." ucap Andre.
Sarah menganguk. Andre keluar dari kamar itu sambil tersenyum.
"Kalau sedang berbicara lembut dia begitu menggemaskan." batin Andre.
Sarah mengingat kejadian tadi malam. "Kenapa akhir-akhir aku sering bermimpi aneh yah?" batin Sarah. Dia melihat Kina sudah bangun langsung pindah ke tempat tidur nya.
"Tante sudah bangun?" ucap Kina. Sarah menganguk. Kina langsung duduk di depan Sarah.
"Tante jangan sakit lagi yah." ucap Kina.
"Enggak lagi kok." ucap Sarah sambil tersenyum.
"Aku minta maaf yah Tante, karena aku mengajak ke kebun binatang Tante jadi sakit." ucap Kina.
"Gak usah minta maaf seperti itu, ini salah Tante karena tidak Ngomong dari awal kalau Tante trauma melihat binatang." ucap Sarah. Kina memeluk Sarah.
"Aku janji tidak akan pernah mengajak Tante ke sana, aku gak mau lagi." ucap Kina. Sarah tersenyum.
"Terimakasih yah sayang sudah mau mengerti Tante, tapi gak apa-apa kok kalau kina ke sana, tapi Tante gak bisa temanin." ucap Sarah.