Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 60


"Siapa yang berani menolak bapak? mereka akan sangat rugi sekali kalau menolak bapak." ucap Sarah.


"Kenapa rugi?" tanya Andre.


"Karena bapak tampan, bapak kaya, bapak juga baik walaupun terkadang mengesalkan." ucap Sarah.


Andre tersenyum mendengar pujian dari Sarah.


"Saya selalu mendengar pujian, namun kenapa kata-kata yang keluar dari mulut Sarah sangat membuat ku bahagia?" ucap Andre dalam hati sambil tersenyum malu-malu.


"Jadi menurut kamu, kalau perempuan itu menolak saya bagaimana?" tanya Andre.


"Humm menurut saya sih dia adalah perempuan yang bodoh, dia yang akan rugi sendiri." ucap Sarah.


"Tapi saya yakin perempuan itu tidak mungkin menolak bapak, pasti di terima." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang.


"Saya berharap seperti itu sih." ucap Andre. Kedua nya sama-sama diam.


"Kira-kira siapa yah perempuan yang di sukai oleh pak Andre? kenapa aku sangat cemburu mendengar nya." batin Sarah.


"Ini sudah sangat malam, sebaik nya kita masuk pak. Angin malam tidak begitu baik " ucap Sarah.


"Saya masih mau di sini, kamu pergi lah masuk ke dalam menemani kina." ucap Andre.


Sarah me mengangguk. Setelah beberapa lama Sarah di kamar Andre masuk karena sudah dingin di luar.


"Kamu belum tidur?" tanya Andre kepada Sarah yang sedang bermain ponsel.


Sarah melihat ke arah Andre.


"Belum." ucap Sarah. "Kenapa?" tanya Andre. Sarah mengelus perut nya.


"Saya sangat lapar Pak." ucap Sarah. Andre melihat jam.


"Bukan kah Sore tadi kamu sudah makan?" tanya Andre. "Tapi biasanya sebelum tidur saya makan dulu pak." ucap Sarah.


Andre melihat badan Sarah. "Kamu Rajin makan, namun badan tetap saja seperti itu." ucap Andre.


Sarah diam. "Kamu tunggu lah di sini ,saya akan membeli makanan ke bawah." ucap Andre.


Sarah mengangguk. Sepuluh menit kemudian. Andre tak kunjung kembali.


"Pak Andre kemana sih? Kenapa dia tidak kunjung datang?" ucap Sarah.


Bolak-balik membuka pintu melihat keluar namun tidak ada tanda-tanda Andre datang.


"Saya sudah datang, kamu bangun dan makan lah." ucap Andre. Namun dia terkejut melihat Sarah duduk di lantai sambil memegang perutnya.


"Kamu kenapa Sarah?" tanya Andre langsung membantu nya duduk di kursi.


Andre membawa Air hangat.


"Minum lah yang banyak terlebih dahulu," ucap Andre.


"Bapak dari mana? Kenapa begitu lama sekali?" tanya Sarah.


"saya minta maaf sudah lama datang membawa makanan kamu, saya pikir tidak Akan seperti ini. Saya tidak sengaja bertemu dengan teman saya, kami bertegur sapa di bawah." ucap Andre.


Sarah sudah sangat lemas, wajah nya pucat.


Andre menyuapi Sarah.


"Kamu hanya makan sedikit di cafetaria tadi." ucap Andre.


Sarah diam. Dia terus makan. Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia sudah sangat kenyang.


Tidak beberapa lama dia sudah mengantuk, Andre merapikan tempat tidur namun sudah melihat Sarah ketiduran di sofa.


"Sarah! Sarah pindah ke tempat tidur saja." ucap Andre.


Sarah bangun dia langsung pindah sendiri ke tempat tidur, namun dia ke tempat tidur Andre bukan ke tempat tidur nyenyak dengan Kina.


Andre membiarkan saja.


Keesokan harinya... Sarah bangun terlebih dahulu dia melihat di samping nya tidak ada Kina, melihat ke sebelah kasur nya ternyata dia salah tempat tidur.


"Huff kenapa aku bisa di sini?" ucap Sarah. Dia mencium Aroma bantal Andre. "Ya ampun bantal ini wangi pak Andre, sangat wangi sekali." ucap Sarah dalam hati.


Ternyata Andre dan Kina belum bangun.


"Huff sebaiknya aku ke bawah dulu mencari sesuatu untuk di makan, perut ku tiba-tiba lapar setelah Buang air besar." ucap Sarah.


Andre bangun, dia melihat Kina dia tersenyum dan mencium nya, dia melihat ke tempat tidur Sarah, tidak ada Sarah.


Dia langsung mencari nya namun tidak ada. Akhirnya dia menelpon Sarah.


Sarah langsung kembali ke kamar setelah mendapat telepon dari Andre.


"Ada apa pak? kenapa bapak menelpon saya?" tanya Sarah. "Kamu data mana?" tanya Andre.


"Saya dari luar pak, saya minta maaf tidak ijin terlebih dahulu." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. "Lain kali kamu tidak boleh keluar sendirian.. Sangat berbahaya di luar sana." ucap Andre.


"Pak Andre memperlakukan ku seperti anak kecil saja, aku sudah terbiasa di luar. Di hotel ini tidak mungkin aku hilang." ucap Sarah dalam hati.


"Saya sudah memesan sarapan, kamu tunggu saja, saya ke kamar mandi dulu." ucap Andre. Sarah mengangguk.


Tidak beberapa lama sarapan pun datang, kebetulan juga Kina bangun.


"Selamat pagi sayang, sini- sini." ucap Sarah menggendong Kina.


"Papah mana Tante?" tanya Kina. "Papah di sini." ucap Andre. Kina tersenyum. Andre mendekati Kina.


"Bagaimana tidur nya? Nyenyak kan?" tanya Andre.


Kina mengangguk.


"Sangat nyenyak sekali Pah, kita harus sering-sering tidur di hotel." ucap Kina.


Andre senang karena anak nya sekarang sudah tidak pemilih tempat, makanan dan tidak banyak menangis seperti dulu.


"Sarapan nya sudah datang, sebaik nya kita sarapan." ucap Sarah, Andre dan Kina ikut bergabung dengan Sarah di meja makan.


"Oh iya pak, saya boleh minta ijin untuk keluar siang nanti?" tanya Sarah.


"Kamu mau kemana?" tanya Andre.


"Saya ada janji pak, saya hanya sebentar saja, setelah saya sudah bertemu dengan teman saya, saya akan pulang." ucap Sarah.


"Ya sudah kalau begitu, kebetulan hari ini saya bisa menunda pekerjaan saya." ucap Andre. Sarah Tersenyum dia sangat senang sekali.


"Terimakasih yah pak, saya Pasti Akan cepat pulang." ucap Sarah.


Setelah selesai makan, Sarah, Andre dan kina berenang sebelum pulang. Namun Sarah tidak berani masuk.


"Masuk Tante, ayo." ucap Kina, Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Tante tidak pandai berenang, kamu saja yah." ucap Sarah.


"Yahh Tante Sarah..." ucap Kina dengan lesu.


"Kalau begitu mari saya bantu kamu berenang." ucap Andre menjulurkan tangannya.


Sarah menggeleng kan kepala nya. Dia tetap tidak mau.


"Sebaik nya bapak menjaga Kina saja." ucap Sarah.


"Kina ada pelampung, dia juga sudah pandai berenang, dari kecil sudah di ajarin." ucap Andre.


"Tapi saya tidak berani pak." ucap Sarah.


Andre langsung menarik tangan Sarah yang duduk di pinggir kolam.


"Aaaaa!!" Sarah panik, kaget dia langsung memeluk Andre begitu erat sekali.


Kina hanya bisa tertawa.


"Kalau di rumah kamu bisa menemani Kina berenang, kenapa sekarang tidak mau?" tanya Andre.


"Kolam di rumah hanya sepinggang, cukup menakutkan, hanya saja saya masih berani, kalau di sini sangat lah dalam, bapak saja tenggelam." ucap Sarah. Mendengar itu Andre tertawa.