Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 42


Andre menatap Zikri. "sebaik nya kamu fokus bekerja sebelum saya memecat kamu!" ucap Andre. Zikri tersenyum.


"Baiklah-baiklah. Tapi nanti aku harus ikut menjemput Kina." ucap Zikri.


Andre Hanya diam, setelah selesai melihat postingan itu dia tidak lagi bertanya apa Anak nya baik-baik saja.


Dia sudah tau jawabannya karena Kina sebelum nya tidak pernah memiliki teman, sekali memiliki teman dia sangat menyukai nya.


Di sore hari nya..


"Papah seperti nya tidak akan datang menjemput ku Tante, dia pasti sibuk pacaran. Sebaiknya aku ikut dengan Tante saja." ucap Kina.


Sarah terdiam sejenak.


"Tapi Tante takut nanti kamu tidak nyaman di rumah Bibik Tante." ucap Sarah.


"Gak apa-apa Tante. aku mau sama Tante aja." ucap Kina, Sarah tidak bisa menolak akhirnya dia menginyakan dan membawa Kina pulang.


Gio tinggal sendirian di asrama karena tidak boleh orang lain menginap di sana.


Sarah dan Kina sebelum pulang mereka makan dulu. Terpaksa Sarah membawa ke tempat yang lebih bagus. Kina tidak akan berselera kalau Makan di tempat yang biasa saja.


Setelah selesai makan Kina sangat senang karena pulang dengan Sarah.


"Tante.. Semenjak Tante tidak di rumah, papah selalu marah kepada ku. Aku gak mau sama Papah kalau tidak ada Tante." ucap Kina.


"Papah marah mungkin karena Kina salah." ucap Sarah.


Kina menggeleng kan kepala nya. "Aku hanya mau main-main di luar kantor papah, tapi Papah malah marah-marah dan juga aku tidak mau ke rumah nenek. namun Papah marah-marah lagi." ucap Kina.


Sarah tersenyum. "Sekarang Kina sudah pandai berbicara dengan lancar bukan berarti Kina boleh berbohong. Gak boleh juga Membantah kata-kata orang tua." ucap Sarah.


Kina menunduk kan kepala nya.


"Maafin aku Tante." ucap kina.


Sarah mengelus kepala Kina.


"Kamu jangan minta maaf sama Tante, minta maaf lah sama papah nanti. Jangan membuat hal seperti itu lagi yah." ucap Sarah.


Kina menganguk. "Iyah Tante." ucap Kina. Sarah tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Bibik Sarah.


Bibik nya sedang duduk di depan rumah.


"Siapa yang kamu bawa ini?" tanya Bibik nya.


"Ini Kina bik, anak dari bos ku." ucap Sarah.


"Kenapa kamu membawa nya ke sini? Bagaimana kalau orang tua nya marah?" tanya Bibik Sarah.


"Tidak kok Bik, sebelum nya aku sudah ijin." ucap Sarah.


"Ya udah masuk sana, jangan lupa masak dulu, Bibik lapar." ucap Bibik nya.


Sarah menganguk. Kina melihat Bibik nya Sarah sangat takut dia hanya Diam saja.


"Kamu tunggu di sini sambil Nonton yah, Tante mau beres-beres Dulu." ucap Sarah kepada Kina.


Kina melihat Sarah yang Memasak, membersihkan semua nya sampai dia kecapean.


Bibik nya masuk namun protes karena lantai basah. Kina melihat Sarah di marahin hanya bisa diam, dia sangat kasihan karena melihat Sarah diam juga.


Sarah dan Kina selesai mandi mereka istirahat di tempat tidur.


"Di sini hanya ada kipas angin tidak seperti di kamar Kina ada AC nya." ucap Sarah. Kina tersenyum.


"Gak apa-apa kok Tante, kipas Lebih enak karena seperti di luar." ucap Kina. Sarah tersenyum.


"Ya udah kalau begitu ayo tidur." ucap Sarah. Sarah berbaring dia melihat Kina yang tidak ikut berbaring.


"Sini aku bantu pijat tangan Tante. Pasti sangat capek kan?" ucap Kina.


Sarah tersenyum. Tidak beberapa lama handphone Sarah berdering telpon dari Andre.


"Papah menelpon." ucap Sarah kepada Kina,


"Halo pak."


"Kamu di mana?" tanya Andre.


"Seperti nya Papah akan datang ke sini menjemput kamu." Ucap Sarah kepada Kina.


"Tante... Aku mau ikut sama Tante." ucap Kina.


"Tante belum bisa pulang, papah masih marah sama tante." ucap Sarah..Kina memasang wajah sedih.


"Tante harus ikut pulang kalau aku tidak boleh ikut dengan Tante." ucap Kina.


Tiba-tiba klakson mobil di depan.


Sarah langsung keluar.


"Siapa itu? kenapa sangat berisik sekali? Bibik mau istirahat." ucap Bibik nya marah.


"Itu pak Andre Bik." ucap Sarah.


"Pak Andre? Bos kamu itu?" tanya Bibik nya. Sarah menganguk.


Bibik nya langsung merapikan rambut dan berjalan mendahului Sarah ke depan.


"Permisi Bu, saya mau mencari sarah dengan Kina anak saya." ucap Andre.


"Oohh mereka lagi ada di dalam sedang istirahat, saya akan memanggil mereka, bapak duduk lah sebentar." ucap Bibik.


"Tidak perlu Bu, terimakasih." ucap Andre.


Tiba-tiba Sarah datang bersama Kina. "Ayo kita pulang." ucap Andre menatap Sarah.


"Saya pak?" tanya Sarah.


"Jangan lupa yah, kamu masih bekerja dengan saya, kamu harus kembali kapan pun saya suruh." ucap Andre.


"Baiklah Pak." ucap Sarah. Kina sangat senang akhirnya Sarah ikut pulang dengan mereka.


Bibik nya hanya bisa terdiam. Melihat wajah Andre saja sudah membuat nya takut.


"Bik kamu pergi dulu yah." ucap Sarah. "Tunggu dulu! Apa kamu memiliki uang? Bibik butuh uang." ucap Bibik nya.


Sarah sudah menghabiskan uang nya untuk Adik nya dan sisanya membawa kina makan di restoran yang menurut nya sangat mahal sekali.


"Aku tidak memiliki uang bik." ucap Sarah. Dika mengambil uang dari dompet nya langsung memberikan nya kepada Bibik Sarah.


"Ambil lah untuk Ibu." ucap Andre. "Terimakasih banyak pak Andre, Bapak memang sangat baik, ponakan saya sendirian saja sangat pelit kepada saya." ucap Bibik.


Sarah hanya bisa diam, dia menanggung malu yang sangat luar biasa untuk saat ini..


Di dalam mobil..


"Aku tidak mau bertemu dengan Bibik itu lagi, aku sangat takut ,dia sangat jahat sekali." ucap Kina.


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" Tanya Andre.


"Bibik itu sangat jahat dia memarahi Tante Sarah, memaki Tante Sarah dan meminta Tante Sarah untuk bersih-bersih semua isi rumah itu." ucap Kina.


"Itu sudah kebiasaan Tante, wajar saja Tante mengerjakan itu semua." ucap Sarah.


Kina menatap papah nya.


"Pahh.. Jangan marah lagi Sama Tante Sarah, jangan menyuruh Tante Sarah pulang.. Kasian Tante Sarah kalau pulang." ucap Kina.


"Kina hanya berbicara sembarangan Pak." ucap Sarah.


Andre hanya diam saja, dia tidak bisa mengatakan apapun karena dia juga masih kesal kepada Sarah.


Karena Andre hanya diam saja, sarah dan Kina langsung diam.


Setelah beberapa lama akhirnya sampai di rumah Andre.


Andre menoleh ke arah Sarah.


ternyata kedua nya sudah tidur. Andre menghela nafas panjang.


"Huff." ucap Andre.


Dia mengambil Kina dari pangkuan Sarah. Andre menatap wajah Sarah dengan sangat dekat sekali.


"Bukan hanya sarah saja yang merindukan kamu, tapi saya juga." batin Andre.