
"Kenapa kamu di sini? Sangat menjijikkan sekali." ucap Andre.
"Aku di sini karena kamu lah, kamu tidur di kloset, aku sudah membawa mu ke tempat tidur, namun tidak tau terimakasih!" ucap Andre dengan sangat kesal.
Andre terdiam sejenak.
"Aku minta maaf. Aku tidak tau." ucap Andre.
"Cindy kemana? apa dia sudah pergi?" tanya Andre.
"Dia marah, dia sangat kesal karena sedang bersama nya kamu Malah menyebut nama perempuan lain." ucap Vito, Andre terdiam dia mencoba memancing, namun dia tidak mengingat apapun.
Vito berdiri dia memegang pinggang nya yang sangat sakit sekali. "Huff sangat apes sekali aku menemani kamu di sini!" ucap Vito.
"Saya tidak tau, saya minta maaf." ucap Andre. Vito memasang wajah kesel dia kembali ke kasur dan lanjut tidur.
"Kenapa kamu malah tidur? Ini sudah pagi, sebaiknya kita pulang saja." ucap Andre. "Aku masih ingin tidur di sini." ucap Vito. Andre membiarkan Vito tidur dan langsung mengambil baju nya segera memakai dan pergi dari sana.
"Sarah dan kina pasti bertanya-tanya, kenapa aku tidak pulang." ucap Andre. Saat perjalanan pulang dia teringat kejadian tadi malam.
Dia memanggil nama Sarah berulang kali dan berfikir kalau Cindy adalah Sarah.
"Pantesan saja Cindy pergi." ucap Andre.
"Tapi aku kenapa tidak tertarik kepada Cindy? Tidak seperti biasanya." ucap Andre. Karena dirinya penjahat wanita.
Selamat pagi Tante." ucap Kina yang baru saja bangun langsung turun ke bawah dan melihat Sarah di dapur. Sarah tersenyum.
"Pagi juga sayang..." ucap Sarah. Kina melihat ke sekeliling ruangan itu.
"Ini hari libur, apa Papah belum bangun? Biasanya dia duduk di ruang tamu sambil minum kopi." ucap kina.
"Papah Belum pulang." ucap Sarah.
"Papah Kemana? Kenapa Papah tidak pulang?" tanya Kina.. Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Tante juga tidak tau, mungkin Papah memiliki kesibukan di luar sehingga tidak bisa pulang ke rumah dengan cepat." ucap Sarah.
"Oohhh begitu yah Tante." ucap Kina.. Sarah menganguk.
"Sibuk dengan perempuan maksud Tante Kina." ucap Sarah dalam hati.
"Huff sudah lah tidak ada gunanya aku memikirkan itu. Sebaik nya aku menyiapkan sarapan Sarah dulu." ucap Sarah. Dia membawa sarapan untuk Kina.
"Wahh.." ucap Kina tersenyum karena melihat nasi goreng dan di atas nya ada kecap yang dapat buat tersenyum.
"Kamu suka?" tanya Sarah.
"Aku sangat suka Tante, aku jadi sangat Lapar.. Ayo Makan bersama Tante." ucap Kina Sarah menganguk.
"Papah pulang.." ucap Andre membuka pintu. Kedua nya menatap Andre.
Andre terdiam sejenak karena tatapan mereka berdua.
"Ada apa dengan kalian? kenapa menatap saya seperti itu?" tanya Andre.
"Papah baru bangun yah? papah dari mana? Lalu kenapa Papah bisa seperti ini? sangat berantakan sekali." ucap kina.
Andre melihat buah. baju nya ternyata tidak di kunci dia Memegang kepala nya yang Terasa sangat pusing.
Masih ada efek minuman tadi malam.
"Papah ada pertemuan dengan teman-teman Papah." ucap Andre.
"Oohhh. Tapi kata Tante, Papah Sibuk." ucap Kina. Andre menoleh ke arah Sarah.
"Sibuk dengan urusan pribadi." ucap Sarah.
"Enggak kok, papah hanya sedikit mabuk tadi Malam dan menginap di rumah teman." ucap Andre.
"Ya udah kalau begitu ayo sarapan sama-sama Pah, Tante Sarah masak sarapan enak lagi hari ini." ucap Kina. Andre menganguk.
Setelah selesai makan Sarah membersihkan meja Makan.
"Papah sangat bau sekali, sebaik nya papah mandi dulu." ucap Kina.
"Iyah deh, kamu juga jangan lupa mandi yah." ucap Andre. Dia melihat ke arah Sarah sebelum ke atas.
"Tolong siap kan Air mandi saya dan juga pakaian saya." ucap Andre.
"Apa bapak tidak melihat saya sedang apa? bapak bisa mengambil nya sendiri kenapa harus menyuruh saya?" ucap Sarah.
Andre seketika langsung terdiam mendengar Kata-kata Sarah.
"Ada apa dengan mu?" tanya Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya dia memasang wajah Judes.
Andre naik ke atas sendiri.
"Ada apa dengan Sarah? kenapa dia terlihat sangat marah kepada saya?" ucap Andre.
Dia kefikiran karena sifat Sarah yang tiba-tiba cuek dan juga judes kepada dia.
"Huff aneh sekali.." ucap Andre. Setelah beberapa lama akhirnya dia selesai mandi. Andre duduk di kasur bersandar.
"Sarah... Nama yang tidak bisa terlupakan oleh ku, bagaimana aku harus mengatakan nya kepada Sarah. Apa Ku perlu mengatakan dengan jujur?" ucap Andre bingung sendiri.
"Huff ini benar-benar sangat lah menyiksa." ucap Andre, dia membuka handphone nya dan melihat-lihat foto Sarah yang sengaja dia ambil oleh Andre Tampa sepengetahuan Sarah.
"Ceklek!!" Pintu tiba-tiba terbuka. Andre langsung mematikan handphone nya dan melihat Kina masuk.
"Papah sudah selesai mandi?" tanya Kina, Andre menganguk.
"Yeiii Papah sudah ganteng dan wangi lagi. Kenapa papah tidak turun? aku takut melihat wajah Tante Sarah kelihatan nya marah." ucap Kina.
"Marah?" ucap Andre.
"Iyah.. Tante Sarah tadi sangat baik, sekarang tiba-tiba jadi sangat marah. apa papah membuat kesalahan?" tanya Kina.
Andre menggeleng kan kepala nya. "Kalau begitu tanyakan lah kenapa Tante Sarah seperti itu." ucap Andre.
"Tidak bisa nak, Papah mau istirahat." ucap Andre.
"Aku mohon papah." ucap Kina. Andre di tarik keluar dari kamar.
Andre dan Kina berdiri di tangga melihat Sarah yang duduk menonton di ruang tamu namun tetap Memasang wajah marah menakutkan.
"Ada sih dengan Tante Sarah Pah?" tanya Kina.. Andre menggeleng kan kepala nya.
"Ya udah kalau begitu Papah coba tanya kan pada Tante Sarah." ucap Kina.
Andre menggeleng kan kepala nya.
"Masa iya Papah yang menanyakan nya?" tanya Andre. "Iyah Pah,. kalau bukan Papah Tante Sarah tidak akan mau berbicara. aku sudah sangat takut melihat wajah nya." ucap Kina.
"Cepat pah. Sebagai laki-laki kata Tante Sarah harus jadi pemberani, pengertian dan juga harus jadi pahlawan." ucap Kina.
Andre Menghela nafas panjang.
"Mau yah Pah. Bujuk Tante Sarah." ucap Kina.
"Ya sudah kalau begitu." ucap Andre.
Andre turun ke bawah dia melihat Sarah yang masih fokus pada TV. Andre duduk saja di sofa tidak Jauh dari dia, namun tidak di hiraukan oleh Sarah.
"Ekhem-Ekhem." Andre berdehem. Sarah menoleh ke arah Andre. Dia terkejut karena Andre di samping nya.
"Sejak kapan bapak duduk di sini? Bapak membuat ku terkejut saja!" ucap Sarah.
"Saya minta maaf." ucap Andre, Sarah Menaik kan alis nya. Andre mengode sesuatu namun membuat Sarah kebingungan.