Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 91


"Apa benar yang di katakan oleh anggun? Kelihatan nya memang seperti itu karena pak Andre selalu baik kepada semua perempuan. Bahkan yang di ceritakan oleh Anggun sama persis yang terjadi kepada ku." ucap Sarah.


"Sarah minum, kamu jangan bengong." ucap Anggun baru kembali. Sarah mengangguk.


"Oh iya aku mau nanya sama kamu." ucap Sarah.


"Iyah mau nanya apa?" tanya Anggun.


"Humm kamu dengan pak Andre sempat dekat?" tanya Sarah. Anggun menggeleng kan kepala nya. "Cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan karena saingan ku adalah wanita-wanita cantik berpendidikan." ucap Anggun.


"Aku tidak ingin jadi bahan omongan dan jadi ejekan teman-teman ku akhir nya aku memilih untuk mundur saja." ucap Anggun.


"Oohh begitu." ucap Sarah.


"Kalau kamu suka sama pak Andre sebaiknya kamu cepat-cepat deh cari pacar, aku takut kamu sakit hati karena cinta kamu tidak di balas." ucap Anggun.


Sarah hanya diam. Tiba-tiba Kina datang pembahasan mereka pun berubah.


"Oh iya bagaimana dengan data-data Kina? apa sudah selesai dan lengkap?" tanya Anggun. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak tau." ucap Sarah. "Aku tidak pernah mendengar kabar mantan istri pak Andre lagi, aku yakin sulit untuk mencari nya." ucap Anggun.


"Humm kamu benar, seperti nya pak Andre juga pusing memikirkan tentang hal itu." ucap Sarah.


"Iyah aku tau kok. Kelihatan banget dari wajah pak Andre." ucap Anggun.


"Oh iya sebelumnya kamu sudah pernah bertemu dengan mantan istri pak Andre gak?" tanya Sarah.


Anggun mengangguk. "Dia pernah datang untuk mengantarkan surat undangan nya mau menikah lagi di saat anak nya baru umur Lima bulan." ucap Anggun.


"Oohh begitu." ucap Sarah.


"Sebenarnya aku tidak tau banyak sih tentang mantan istri pak Andre, aku juga tidak ingin tau " ucap Anggun.


Cukup lama mereka di sana. Setelah selesai makan mereka pindah tempat sesuai kemauan Kina lagi. Mereka berdua juga menikmati tempat-tempat yang mereka kunjungi.


Tidak terasa sudah lewat jam dua siang. Mereka berkunjung ke salah satu Toko Mainan.


"Sarah..." Ucap Vito yang kebetulan ada di sana.


"Kak Vito.." ucap Sarah.


"Kamu di sini juga?" ucap Vito. Sarah tersenyum sambil mengangguk.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini." ucap Vito.


"Anggun kamu kapan ke sini? Kamu sudah banyak berubah dan kamu lebih berisi sekarang, bagaimana kabar kamu?" tanya Vito.


"Baik kak, aku sangat baik. Sekarang aku lagi hamil." ucap Anggun.


"Oohh pantesan saja kamu sangat berisi sekali, kamu juga cantik sekarang. Suami kamu di Mana?" tanya Vito.


"Dia sedang ada kerjaan tidak jauh dari rumah pak Andre kak, itu sebabnya aku datang berkunjung juga." ucap Anggun.


"Oohh begitu." ucap Vito.


"Kakak kok bisa di sini? Siapa kah itu?" tanya Sarah melihat anak kecil perempuan yang di bawa oleh Vito.


"Oohh itu adalah keponakan ku, dia sering ikut dengan ku kok." ucap Vito.


"Oohh." ucap Sarah. Mereka membeli mainan untuk Kina dan di bayar oleh Vito.


Mereka sedang asyik bercerita menunggu kina dan keponakan nya mencari mainan.


Vito dengan iseng mengambil gambar Kina dan Juga keponakan nya mengirimkan kepada Andre.


"Aku rasa kina dan keponakan ku sudah sangat kompak, keponakan ku juga sangat suka kepada Sarah." isi pesan.


Andre membaca nya dia langsung membalas.


Vito tertawa kecil. "Sungguh posesif sekali." ucap Vito.


"Bagaimana bisa Vito bertemu dengan Sarah? apa mereka janjian?" ucap Andre.


"Kenapa pak Andre berbicara sendiri?" tanya karyawan nya. Andre menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa, kamu lanjut lah bekerja." ucap Andre.


"Lagi balas pesan siapa sih kak?" tanya Anggun penasaran karena Vito senyum-senyum.


Setelah selesai dari sana mereka makan. Tidak terasa sudah sore mereka kembali ke rumah.


Sarah duduk di kamar sendiri. "Ini sudah jam tujuh kenapa pak Andre belum pulang? dia janji akan pulang cepat, namun tetap saja pulang lambat!" ucap Sarah dalam hati.


Dia menelpon Andre. "Halo sayang..." ucap Andre.


"Ini sudah jam Tujuh Malam, kenapa belum pulang juga?" tanya Sarah.


"Sebentar lagi yah, ini masih ada kerjaan yang harus di selesaikan." ucap Andre. Sarah menghela nafas panjang.


"Kamu sama sekali tidak bisa di percaya. Ya sudah kalau begitu tidak perlu pulang." ucap Sarah langsung mematikan telepon.


"Sarah! Sarah!!" panggil Andre namun sudah terlanjur di matikan terlebih dahulu.


Dia melihat pekerjaan nya masih banyak. "Bagaimana aku bisa pulang kalau masih banyak seperti ini?" ucap Andre.


Dia menelpon Sarah lagi namun tidak di jawab. "Jangan menelpon ku lagi kalau kamu tidak pulang." Isi pesan Sarah kepada Andre.


Sarah keluar dari kamar dia melihat suami Anggun sudah datang.


"Sayang kenalin ini Sarah, dia Baby sister Kina. Sarah kenalin ini suami aku." ucap Anggun.


Sarah bersalaman dengan suami Anggun.


"Baby sister Kina ternyata lebih muda." ucap suami Anggun. Anggun mencubit Pinggang suami nya.


"Kamu sama sekali tidak bisa melihat perempuan cantik. Langsung saja tertarik dan melupakan istri mu yang sedang hamil!" ucap Anggun.


"Istri ku juga cantik kok." ucap suami nya. Anggun sudah terlanjur cemberut.


"Ya udah kalau begitu aku nganterin suami ku ke kamar dulu yah, dia pasti sangat lelah." ucap Anggun. Sarah mengangguk.


"Humm mereka terlihat sangat saling mencintai, aku jadi iri deh." ucap Sarah dalam hati.


"Tante kenapa termenung sih?" tanya Kina.


"Enggak kok, gak kenapa-kenapa, kamu Abis dari mana?" tanya Sarah.


"Abis nyusun mainan yang kita beli tadi Tante." ucap Kina.


"Oohh, ya udah Tante kita tidur yok, aku sudah sangat mengantuk." ucap Kina. Sarah mengangguk.


Mereka berdua pun pergi ke kamar.


"Tante aku mau minum susu." ucap kina. Sarah mengangguk dia mau membuat susu ternyata tidak ada air panas di kamar.


Sudah jam sembilan malam akhirnya Andre pulang. Dia memasukkan mobil nya ke garasi.


"Ini mobil siapa?" ucap Andre. Karena dia tidak pernah melihat mobil itu.


Andre masuk ke dalam rumah. Dia melihat Sarah sedang membuat Air panas.


"Sayang aku sangat merindukan kamu." ucap Andre memeluk dari belakang.


"Pak Andre.. Apa yang bapak lakukan membuat ku terkejut!" ucap Sarah. "Kamu kenapa marah sih? aku hanya merindukan kamu dan ingin memeluk kamu." ucap Andre.


"Tidak harus seperti itu, aku sangat terkejut!" ucap Sarah. "Ya sudah kalau begitu saya minta maaf." ucap Andre mau mencium Sarah namun di tahan oleh Sarah.


"Kamu belum mandi." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang.