
Ini namanya gali kuburan sendiri. Masih ingetkan?? Kejadian kemarin? Ketika aku ‘menolak’ Zain?. Asli ini pengalaman paling berarti di sepanjang rumah tanggaku dengan Zain. Kalau suami minta jatah itu jangan di tolak. Ya meskipun, kadang adakalanya kita ga mood, males, capek, dan lain sebagainya. Mungkin kita bisa memberikan penjelasan yang masuk akal, agar dia ridho. Menghindarinya sungguh itu tidak baik mak.
Dari kemarin, sepulang kerja Zain hanya terus fokus pada ponselnya. Entah apa yang dia lakukan. Masa iya dia masih marah padaku? Yakin Zain bisan ngambek selama itu padaku?? Awalnya aku gak yakin, tapi setelah melihat faktanya aku jadi yakin.
Lagian dia liatin hp melulu ngapain sih?? Apa iya dia selingkuh?? Mungkin dia sedang chatingan dengan perempuan lain?? Duh ... jiwa kepoku meronta-ronta. Tapi Zain kan suamiku, aku berhak tau dengan siapa saja Zain berkomunikasi. Karena di tolak olehku, mungkin saja suamiku mencari pelampiasan lain. Duh gaswat ini.
“Zain, makan dulu” ajakku, membuka pintu kamar, menatapnya yang tengah tergelak sendiri menatap layar ponsel.
“Iya kak” jawabnya tanpa berpaling.
Aku melengos, melangkahkan kaki, memutar tubuh menuju dapur. Duduk di kursi makan menunggu Zain, untuk makan bersama. Sepuluh menit berlalu, lima belas menit berlalu, aku merasa bosan menunggunya. Kuputuskan untuk kembali memanggilnya.
Kkrriieettt ... pintu kamar dibuka
“Ya ampuuuunnn Zain!! Kamu aku panggil dari tadi, kenapa masih disini sih?? Ayo makan!!” setengah kesal aku berteriak, kala melihat Zain malah jadi rebahan sambil tergelak dengan ponselnya.
“Ah iya” Zain bangkit, lalu berlalu menuju dapur, duduk dikursi, dengan tatapan masih tetap pada ponsel.
“Zain makan dulu, kamu tuh kenapa sih?? Liatin ponsel terus??” Aku mulai kesal dengan sikapnya. Mungkin darah tinggiku juga mulai kumat. Ku elus perutku pelan. Agar aku bisa menahan emosiku.
“Ah iya” Zain meraih piringnya, mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya, kemudian makan tanpa basa basi lagi.
Hap ... hap ... hap ... dia makan secepat kilat, setelah selesai dia berlalu kembali, beranjak menuju kamar, masih dengan ponselnya di dalam genggamannya.
“O. M. G“ Aku marah!
Aku mengikutinya masuk kedalam kamar. Kulihat Zain kembali asyik dengan ponselnya.
“HP teroooosssss!!!“ teriakku sarkis.
Dia menatapku sekilas, kemudian melanjutkan kegiatannya.
Kesel banget di cuekin Zain. Jangan-jangan dia lagi balas dendam sama aku yah?? Gara-gara kejadian kemarin?? Dia pendendam juga ternyata.
“Zain? Kamu lagi apa sih?? Liatin hp melulu??” Aku mencoba mengintip handphonenya, tapi secepat kilat dia menyembunyikannya. Mencurigakan!.
“Apa sih Kak??” Zain mendelik, kemudian dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Tau rasanya apa?? Kesel banget!.
Malam berikutnya ...
Aku masih berusaha memikirkan segala cara, untuk menebus kesalahanku pada Zain, agar dia tidak mencuekan aku terus.
“Ah, iya juga, kenapa aku tidak mencoba yang satu itu? Zain mana tahan jika melihatku berpakaian seksi??” Aku terkikik sendiri, segera ku acak-acak lemari, mencari benda benda keramat yang bisa meluluhkan hati si bocah yang lagi ngambek.
Aku sudah menggunakan lingerie berwarna pink bunga-bunga, tau kan?? Itu pemberian Zain dulu.
Di dalam kamar mandi, aku mondar-mandir, jika di fikir-fikir malu juga lho, aku pakai beginian, yah meskipun Zain suamiku sih, tapi rasanya kayak gimana gituh?? Iiieewww ...
Tapi demi baikan dengan si Bocah, baiklah aku akan mengalah.
Kkrriieett ... pintu kamar mandi di buka.
Aku berjalan menghampiri Zain, tapi dia masih cuek bebek. Kita lihat bisa tahan seberapa lama dia?? Nganggurin aku?? Ku keluarkan segala pesonaku. Tapi dia tak bergeming. Kuat juga ni anak.
“Zain??” Aku mengguncangkan pahanya.
Dia masih tetap fokus pada layar ponselnya sambil senyam-senyum.
“Zain” kembali kulakukan hal yang sama.
Lima menit aku melipat tangan di sampingnya, tapi dia masih aja cuek.
“Zain!! kamu ngapain aja sih??! Terus liatin hp??” Aku merebut ponsel Zain, dan mencoba melihat apa saja yang dia lakukan dengan ponselnya.
Aku mengotak atik ponselnya, dan terlihat beberapa aplikasi yang sepertinya baru di downloadnya. Salah satu aplikasi yang terlihat di layar ponsel Zain adalah aplikasi Mangatoon. Sebuah aplikasi yang menyediakan bacaan berjenis komik bagi para penggemarnya, jadi selama ini Zain sering tergelak karena membaca komik??.
“Kakak!! Apaan sih?? Balikin” Zain merajuk.
“Enggak!!” Aku menyembunyikan ponsel Zain di belakang punggungku.
“Balikin Kakak, aku mau baca komik lagi” Dia mencoba menggapai tanganku yang tengah memegang ponselnya.
“Gak!! Kamu asyik terus maen ponsel sampe lupa sama aku Zain!” peringatku.
“Ya habis Kakak juga PHPin aku melulu” Dia cemberut.
Greeeppp ... Zain berhasil mengambil ponselnya dari tanganku.
“Kamu Zain lebih seneng ngabisin waktu sama ponsel ketimbang sama aku??” mataku berkaca-kaca.
“Ya bukan gitu Kakak” Zain menunduk.
“Aku sebel sama kamu” Aku menutupi tubuhku dengan selimut, menangis terisak.
“Maafin aku Kakak” Dia berusaha membuka selimut yang menggulungku, tapi aku tidak bergeming.
“Kakak, jangan marah dong, aku kan cuman bingung, Kakak kalau nolak aku, aku harus melampiaskannya sama siapa coba??” bujuknya.
“Aku benci sama kamu, kamu tuh lebih mentingin hp daripada aku, aku tuh lagi hamil anak kamu” Aku kembali terisak.
“Iya, maafin aku yah” Zain berusaha membuka selimutku, tapi aku malah semakin mengeratkannya.
“Kamu tuh gak bisa apa kayak yang lain, suami temen-temen aku tuh pada romantis, dewasa, bijaksana, ngertiin istrinya, kamu?? Romantis aja gak pernah” Aku masih merajuk dari dalam selimut.
“Ya ampuunnn ... Kakak romantis tuh kayak gimana sih??” tanyanya, terdengar suaranya agak prustasi.
“Kamukan masih muda, pasti tau dong, romantis tuh kayak gimana??”.
“Romantis, tapi kalau gak bertanggung jawab buat apa Kakak??” iya sih, bener.
“Ya romantis tuh penting, perhatian juga penting” Aku tak mau kalah.
“Aku gak ngerti sama romantis yang sering di lakuin orang-orang, yang aku tau romantis tuh kayak gini”.
Cetrek ... lampu di matikan, suasana jadi gelap, Zain menarik tubuhku perlahan kedalam pelukannya, mengapit tubuhku dengan kedua kakinya.
Eeeeeeaaaaaaa ...
Kibas lingerie ...
Jangan pada mikirin yang iya iya ya mak....... wkwkwkwk.
Bersambung ..............
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers ....
Dukung terus author dengan semampunya ya readers, boleh like, komentar, bintang lima dan vote, semuanya gratis kok.
Follow juga Ig author yaaaa .... Teteh_neng2020. Terimakasiiihhh ......