
“Zain” Aku meraba orang disampingku, yang dari tadi terus memelukku dengan posesif.
“Zain” Kembali aku mengguncang tubuhnya, setelah tau panggilanku tidak mendapatkan respon
“Zain” Lagi aku mengguncang tubuhnya agak keras
“Eeenngghh ... “ Dia menggumam, lalu menggeliat, membuka sebelah matanya dengan malas
“Apa Kak??” Tanyanya, sambil mengusap kepalaku lembut
“Zain, aku mau bubur” Rajukku
“Hah?? Bubur?? Ini jam berapa Kak?? Gak akan ada yang jualan bubur jam segini” Dia meraba ponsel di samping nakas untuk melihat jam
“Siapa yang nyuruh kamu beli bubur Zain??” Tanyaku mendelik, menyibak selimut kemudian membenahi posisiku menjadi duduk, lalu ku senderkan kepalaku di kepala ranjang
“Maksudnya??” Zain mengerutkan dahinya sambil menguap
“Aku mau kamu yang bikinin” Jawabku
“Hah?? Ini baru jam tiga pagi Kak, aku gak bisa juga masak bubur, waktu itu juga keasinan kan??” Zain mulai cemberut, merasa terganggu, karena sudah aku bangunkan
“Aku mau bubur kacang ijo Zain” Aku masih ngotot
“Hah?? Aku gak bisa Kak” Zain masih menolak keinginanku
“Oh gituh??” Kulipatkan tangan di dada, dengan ujung jari mengelus perutku, menatap calon bapak muda di hadapanku dengan tatapan membunuh
“Ish ... iya iya, aku bikinin ... hhhoooaaammm” Zain bangkit dari kasur sambil berkali kali menguap, memaksakan diri berjalan kearah dapur.
Sejurus kemudian aku mendengar segala bunyi bunyian dari arah dapur, lebih wajar jika aku menyimpulkan Zain lagi perang, bukan lagi masak. Pasti dia masak dengan hati yang gak rela. Huh ... dasar.
Dua puluh menit, tapi Zain masih belum juga kembali ke kamar, dengan semangkuk bubur kacang ijo yang mengepul, yang tadi tiba tiba saja aku inginkan, berkali kali aku menelan salivaku membayangkannya. Tapi, Zain begitu lama. Hingga sayup aku kembali tertidur dengan sendirinya.
“Kak, “ Terasa tubuhku ada yang mengguncangkan.
“Kak” Lagi, suara imut itu yang terdengar, aku membuka mataku, semangkuk bubur kacang ijo, terlihat begitu kental dan wangi terpampang di hadapanku. Sekali lagi aku menelan ludahku, bisa di pastikan rasanya begitu enak, buburnya masih panas.
“Hah?? Pasti enak, makasih yaa” Aku mengelus wajah Zain dengan hati senang
“Hmh ... ini gak gratis” Zain memundurkan mangkuknya
“Hah?? Aku harus bayar??” Tanyaku tak percaya
“Ya iyalah,” Zain mengedikkan bahunya
“Berapa??” Tanyaku
“Sepuluh kali di sini, disini, dan disini” Zain mengetuk semua bagian wajah kesukaannya, yang harus aku hujani dengan ciuman. Ck
“Dasar mesum !!”
“Eeehhheeee “ Zain tersenyum “ Atau Kakak mau lebih dari itu??” Tanyanya dengan tatapan mesumnya
“Ish, lima kali deal, muach muach muach muach muach” tanpa persetujuan, aku langsung menghujani Zain dengan ciuman. Iiiieeewww ...
“Eeehhheee” Zain tersenyum, lalu menyerahkan mangkuk bubur kepadaku, aku langsung menerimanya, menyendoknya, lalu meniupnya perlahan
“Awas kalo gak enak!!” Ancamku
“Pasti enaklah” jawab Zain dengan PDnya
Hap ... satu sendok bubur kacang ijo langsung kulandaskan di lidahku.
Ppuuuiihhh .... wweekkkk ...
“Kamu cicipin aja rasanya kayak apa??” Aku mendelik
Zain kemudian menyendok bubur hasil karyanya, mulai meniup niupnya, dan langsung memakannya.
“Wwwwweeekkk” Zain pun memuntahkan buburnya
“Gimana rasanya??” Tanyaku sambil mengedikkan wajahku
“Rasanya gurih Kak, mungkin aku tadi salah masukin gula” Jawabnya sambil mengelap bibirnya
“Kamu gak bisa bedain mana gula mana micin??
“Ya kan warnanya sama Kak, aku tadi ngambilnya sambil ngantuk sih” Jelas Zain
“Nyesel aku, udah bayar mahal mahal” Aku melipat tangan sambil memalingkan wajah
“Aku balikin deh bayaran Kakak” Zain mendekatkan wajahnya
“Di balikin?? Di balikin gimana??” Tanyaku bingung
“Ya inih, muach muach muach “
“Ish ... kamu dasar”
“Itu aku kasih bonus satu, tadi Kakak kan nyium aku lima kali, sekarang aku balikin jadi enam kali, hhee” Zain menggaruk tengkuknya
“Nanti aku beliin aja buburnya yah” Zain mengusap kepalaku lembut, mungkin merasa bersalah karena tidak bisa mewujudkan keinginanku.
“Gak usah, aku udah gak selera” Jawabku ketus, tau dong, gimana rasanya keinginan tidak terpenuhi?? Gondok banget.
“Ganti aja dengan keinginan yang lain Kak” Zain mengusulkan
“Enggak, awas aku mau shalat aja” Aku menyibakkan selimut, lalu berlalu memasuki kamar mandi.
“Gitu aja marah “ Sempat kudengar Zain masih menggerutu.
Siang ini, aku dirumah di temani oleh Tina, setelah Zain berangkat kerja, aku baru berani mengajak Tina masuk kedalam rumah, tau sendirikan?? Zain gak suka sama Tina, dan dia melarang keras Tina untuk datang kerumah, selama Zain masih ada di rumah. Ck jahat dia.
“Kakak, Kak Zain kerja di mana??” Tanya Tina sambil mengupas sayuran, hari ini, rencananya aku mau masak makan siang untuk Zain. Jika di fikir fikir, aku belum pernah sekalipun datang ke kantor Zain. Sekali kali aku ingin memberikan kejutan untuknya, membawakan makan siang untuk suami, biar kayak di film film gituh.
“Emh, aku tau alamat kantornya, tapi aku belum pernah kesana” Jawabku, sambil mengaduk sambal goreng kentang di hadapanku.
“Oh gituh?? Ya udah, masak yang banyak Kak, nanti biar di bagi sama teman temannya Kak Zain juga” Usul Tina
“Iya, ini juga sengaja porsinya aku banyakin” Jawabku, dengan pandangan tak beralih dari wajan.
Lama, aku berkutat memasak dengan Tina, sambil ngobrol kesana kemari, tak terasa dua jam sudah aku memasak, waktu menunjukkan pukul sebelas siang. Segera aku mandi lalu bersiap siap menuju kantor Zain.
Aku sudah berdandan dengan secantik mungkin, tapi kali ini tidak dengan menggunakan alis dengan rumus phitagoras yah, soalnya ribet. Apalagi di tambah bulu mata anti badai, duh susah, aku gak bisa. Aku memoles wajahku dengan seadanya saja. Yang penting tidak mengurangi kecantikanku. J
Rantang di penuhi makanan, dandanan yang cantik dan keceh, semoga tidak membuat Zain malu karena kedatanganku. Zainkan bekerja di bagian administrasi, di bagian terpenting di sebuah perusahaan. Jadi aku gak boleh bikin malu suamiku. Aku harus membuatnya bangga di hadapan teman teman kerjanya. Bissmillah ... aku berangkat.
Bersambung .............
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers, like, komentar positif, bintang lima dan votenya juga. Aku tunggu yaaaa ,,,,
Follow akun IG aku
Teteh_neng2020
Makasiiihhh ................