
“Tamu undangan, fotoghrafer, perias, baju adat, eeemmmhhh apalagi yah???” Mamah memutar kedua bola matanya keatas, pertanda sedang berfikir hebat.
Yah, semua acara akhirnya diserahkan oleh Mamerku pada Mamah, di antara perdebatan yang panjang kemarin, akhirnya pemenangnya adalah Mamah, sementara Mamer memilih untuk mengalah saja. Yah, daripada urusannya jadi ribetkan??.
Sementara aku dan Zain hanya memperhatikannya. Kami duduk di atas karpet bulu-bulu, yang di pasang di ruang tv. Aku menyelonjorkan kaki di atas paha Zain, sementara Zain dengan refleks memijit betisku.
Aku menikmati sentuhan lembutnya, aku gak nyuruh Zain buat mijitin aku lho ya, catat! dia yang mau sendiri, ya walau aku menikmatinya sih, he.
“Yas, kamu mau acara apalagi??” tanya Mamah menatapku.
“Emmhh ... gimana Mamah aja” jawabku acuh, percumah juga memberikan Mamah ide, ingin seperti ini dan seperti itu, ujung-ujungnya pasti akan di tolak juga, jadi mendingan cari aman, kami semua diam, dan menyerahkan semua acara pada sang Ratu. He ...
“Zain, kamu mungkin menginginkan sesuatu di antara acara kamu?” tatapan Mamah beralih pada Zain, Zain hanya menggeleng sambil tersenyum imut.
“Ah, anak muda sekarang kenapa sangat tidak bersemangat ketika di tanya untuk acaranya sendiri??” Mamah mendelik sambil mengetukkan pulpen pada dahinya.
Yah ... begitulah Mamah, ketika aku mengutarakan keinginanku, Mamah langsung mendebat, ketika aku diam dan menyerahkan semuanya pada Mamah, Mamah langsung bilang aku pemalas. Mamah emang yang maha benar.
“Apalagi yah?? Ah, iya gedung, Mamah belum sempat liat liat gedungnya, kalian berdua, daripada diem aja mendingan sanah liat gedung yang sudah Mamah pesan” perintah Mamah pada kami.
Zain menatapku “Ayo Kak“ Zain menaik turunkan alisnya, menghentikan pijatan manjanya pada kakiku. Aku langsung mengerti, daripada di rumah dengerin ocehan Mamah, ada baiknya jika aku jalan-jalan saja dengan Zain, iya kan??.
“Ayo,” Aku menuntun tangan Zain, setelah pamitan pada Mamah, kami berangkat menuju gedung untuk acara resepsi kami.
“Kakak?” Zain menatapku kala kami berada di dalam mobil, kali ini Zain yang mengendarai mobilnya, ck. Sekarang aku sungguh merasa punya suami. Zain sekarang sudah mendapatkan SIM nya.
“Hhmmhh??” Aku memalingkan wajah dari jendela mobil, berbalik menatap Zain.
“Kakak seneng gak??” tanyanya, dengan tatapan lurus kedepan.
“Buat?” tanyaku mengerutkan kening.
“Buat acara resepsinya” jawabnya,
“Seneng dong” jawabku sambil tersenyum.
“Kak??” tanyanya lagi, aku kembali menatapnya.
“Nanti jangan undang si Udin di resepsi kita ya?” pintanya.
“Kenapa?” tanyaku pura-pura tak mengerti.
“Aku gak suka Kakak” Zain menghentakkan kakinya.
“Hmht” jawabku lagi.
“Kakak, jangan undang si Om itu juga, aku juga gak suka sama dia” lagi permintaan Zain kali ini agak aneh, mungkin maksudnya Riyan,
“Siapa?? Riyan??” tanyaku.
“Iya” jawabnya singkat, sudah terlihat gurat kesal di wajahnya.
“Kamu cemburu?” tanyaku, lucu sekali ketika aku mencoba menggodanya, wajah putihnya langsung memerah.
“Jangan tanya Kakak, cemburu itu artinya cinta, kalau gak cemburu artinya gak cinta, dan aku sangat mencintai Kakak, dan itu artinya aku harus cemburu” jawabnya lancar.
“Ya ya ya” jawabku sambil manggut-manggut.
“Tapi zain, gak mungkin juga jika aku tidak mengundang Riyan, Riyan itu adiknya Om Bayu lho, lagian kamu gak pantes Zain cemburu sama Riyan, Riyan itu sudah menikah, sudah punya anak juga” lanjutku, rasanya tidak mungkin jika aku tidak mengundang Riyan di acara resepsiku, selain partner kerja, saudara, Riyan juga sahabatku.
“Tapi aku tidak suka Kakak!” teriaknya.
“Iya, baiklah” jawabku akhirnya mengalah pada si Bocah.
Tiba di gedung untuk acara resepsiku di gelar, kami turun dari mobil, dan langsung di sambut oleh beberapa karyawannya di sana, mereka menunjukkan pada kami tempat tempat yang akan di gunakan oleh acaraku nanti.
Setelah puas berkeliling, dan meminta WO nya untuk menyesuaikan kemampuan mereka dengan keinginan Mamahku, kami kembali pulang kerumah.
Bersambung .................
Yang udah kangen banget sama Kak Yas dan Dede Zain, mohon dukungannya yaaa....