TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Pengakuan


Saat ini semua keluarga tengah berkumpul diruang keluarga, setelah sebelumnya Yasmin telah menelpon Mamah mertua dan Papah mertuanya, semua orangtua terlihat panik, cemas dan penasaran akan berita yang akan di berikan oleh pasangan suami istri tersebut. Semuanya tidak ada yang bicara. Diam, hening. Suasana ini sungguh bukan suasana biasanya.


“Mamah, Papah, ada hal penting yang ingin kami sampaikan” Yasmin memberanikan diri untuk bicara, meski hatinya berdebar, sementara Zain hanya diam, menunduk dalam.


“Apa itu?? Apa kamu menginginkan sesuatu??” Mamah Zain heboh.


“Apa kamu mengidam hal yang sulit kami wujudkan?? Hingga kami harus di undang datang kesini??” Papah Zain kini angkat bicara, tidak mengerti akan tingkah anak dan menantunya.


Sementara di seberang kursi yang diduduki Zain, Papah dan Mamah Yasmin menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan, terutama Papah Yasmin.


“Bukan Pah, Mah, sejujurnya berat bagi kami untuk mengatakan kejujuran ini” Yasmin menunduk.


“Kejujuran?? Kejujuran apa??” kini Mamah Yasmin ikutan nimbrung.


Diam sejenak “Huuuhhh ...” Yasmin membuang napas berat, sementara tangannya tengah berada dalam cengkraman tangan Zain. Seolah sedang memberi kekuatan, Zain tidak melepaskan tangan istrinya.


“Sebenarnya ... sebenarnya ... emmmhh ...” Yasmin menghentikan ucapannya, terlihat bingung dan cemas menguasai dirinya.


“Iya, apa?? Katakan nak” Mamah Zain semakin penasaran dengan apa yang akan di katakan menantunya.


“Jangan malu-malu, kamu mau apa?? Katakan saja” Papah terlihat begitu antusias, meski dalam suasana mencekam.


“Kak Yas tidak hamil! kami berbohong!” tiba-tiba Zain berteriak.


Para orangtua terdiam, menatap Zain dan Yasmin bergantian, dengan wajah-wajah kagetnya.


“Eeeeiiihhhh ... Zain? Bercandamu keterlaluan” Papah Zain tersenyum, mencoba menetralisirkan suasana.


Sementara Papah Yasmin, menatap menantunya dengan tatapan membunuh.


Gleekkk ...


Zain mencoba menelan salivanya dengan susah payah.


“Ka kami tidak bohong Pah, Mah, Kak Yas memang sedang tidak hamil, waktu itu aku yang memulai semua kebohongan ini” Zain menunduk, merasa sangat bersalah atas semua kebohongan yang telah diciptakannya.


“Tapi, kenapa Zain?? Kalian tau? Kami sangat bahagia ketika kabar itu sampai di telinga kami, kenapa kamu tega Zain??” Mamah Zain mulai berkaca kaca, tidak bisa menerima kebohongan putranya.


“Ish ... putraku mana bisa berbohong?? Kamu pasti lagi nge-prank kita kan?? Mana?? Disini pasti ada kamera tersembunyi 'kan??” Papah Zain celingukan, masih tidak percaya akan pernyataan putra semata wayangnya.


“Pah, aku serius Pah, sebagai pria sejati, sebagai kepala keluarga yang baik, aku harus mengatakan kejujuran ini, waktu itu aku sangat mencintai Kak Yas, aku tidak ingin berpisah, makanya aku menjalankan ide


ini Pah” Zain mengatupkan tangannya di dada, memohon pengampunan pada orangtuanya.


“Tidak, Zain kami bukan orang yang seperti itu, hiks ... Papah, kita gagal punya cucu” Mamah Zain menempelkan kepalanya di bahu sang suami, dengan berderai air mata.


“Mamah juga kecewa pada kamu Yas” Mamah Yasmin ikutan menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.


“Aku tidak jadi, jadi Nenek Pah” Mamah Yasmin menghela napas dalam, kemudian mengeluarkannya kasar.


Sementara Papah Yasmin hanya menatap anak mantunya dengan tatapan yang datar, jika sebelumnya tatapannya selalu menyeramkan, tapi kali ini tatapannya jadi sangat sulit di artikan. Tak ada yang tau apa yang sedang difikirkannya saat ini.


Lagi-lagi Zain berusaha menelan salivanya, nyalinya menciut ketika beradu tatapan dengan Papah mertuanya.


“Maaf Pah, Mah, semua ini salah Zain, Zain yang merencanakan semua ini, Kak Yas tidak tau apa-apa” Zain kembali memberanikan diri untuk bicara.


“Aku sangat mencintai Kak Yas, aku tahu aku hanya anak kecil yang tidak tau apa-apa, aku juga hanya bocah nakal yang tidak bisa di percaya, tapi aku mau belajar menjadi suami yang baik Papah” kini pandangan Zain terpaut pada Papah Yasmin.


“Aku janji, aku akan berusaha menjadi suami yang baik, aku juga akan berusaha menjadi Ayah yang baik untuk anak-anakku nanti, jadi, aku mohon, tolong restui hubungan kami dengan sepenuh hati Pah, Mah, biarkan kami membina rumah tangga kami sendiri” lanjut Zain dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


“Kami saling mencintai Pah, jadi tolong jangan pisahkan kami lagi” tak hentinya Zain mengajukan permohonan.


“Aku tau, kebohongan yang kulakukan adalah sebuah kesalahan besar, tapi semua ini aku lakukan karena aku tak ingin berpisah dari Kak yas Pah, hanya dengan kebohongan itu, hubungan kami bisa di restui, dan pernikahan kami bisa diselamatkan” air mata Zain mulai meleleh tanpa aba-aba.


“Zain, udah“ Yasmin menepuk bahu suaminya, kata katanya begitu berat.


“Kak" Zain menatap istrinya lekat.


Yasmin tersenyum, gurat bangga terlihat di wajahnya.


Papah Yasmin mengurut keningnya perlahan, dia mengepalkan tangannya kuat, menahan segala amarah yang bergejolak didada.


Tiba-tiba dia berdiri, berjalan mendekati Zain, lalu ...


Bugh ...


Sebuah bogeman mentah mendarat di wajah mulus Zain. Membuat semua orang histeris dan kaget sejadi-jadinya, tanpa terkecuali kedua orangtua Zain.


“Zain!!!”


“Anak kurang ajar!! berani kamu membohongi kami semua??”


Bugh ...


Bogeman mentah kembali diterima Zain.


“Bahkan kamu berani meninjuku hari itu?? Cih!!!” Papah Yasmin semakin berapi-api.


“Pah, please jangan pukul Zain lagi” mohon Yasmin.


“Apa kamu begitu mencintai bocah ini??” Papah menunjuk wajah Zain yang mulai membiru.


“I iya Papah, tolong jangan pisahkan kami, Yasmin mohon Pah” Yasmin berkata dengan berurai air mata.


“Besan!!! sepertinya kamu mulai keterlaluan, jangan berani berani menyakiti Zain kami!!” teriak Papah Zain.


“Zain, apa kamu tau?? Kenapa aku belum bisa merestui hubungan kalian saat itu??” tatapan mata Papah Yasmin terarah pada Zain.


“Ke kenapa Papah?? Karena usiaku jauh lebih muda dari Kak Yas??” tanya Zain ragu, sambil memegang pipinya.


“Bukan karena itu,” Papah Yasmin menjeda kata katanya, kerongkongannya terasa kering.


“Lalu??” tanya Zain dan Yas kompak.


“Karena aku belum bisa merelakan putriku dimiliki sepenuhnya orang lain, hiks ...” air mata luruh dipipi pria bringas tersebut.


“Hal paling menyedihkan bagi seorang Ayah seperti diriku, adalah ketika harus merelakan putri satu satunya ke tangan orang lain, yang sebelumnya sama sekali tidak aku kenal, dari dulu, kami tidak pernah memperhatikan tumbuh kembang Yasmin, Yasmin tumbuh menjadi perempuan dewasa dan mandiri, dengan sendirinya. Kami menyesal karena kami telah menyia-nyiakan tumbuh kembang putri kami. Kami berusaha untuk menebusnya, tapi ketika kami pulang, tiba-tiba Putriku sudah dimiliki orang lain, hiks ...“ Papah Yasmin menangis sejadi jadinya di dalam dekapan istrinya.


“Papah ... “ Yasmin menatap kedua orangtuanya penuh haru.


“Maafkan Papah dan Mamah Yas, karena sudah membiarkanmu sendirian disini” Mamah Yasmin menyentuh pipi putrinya perlahan.


“Mamah“


“Anak nakal sinih” tiba-tiba Papah melepaskan pegangan tangan Yasmin dan Zain.


Semua orang membulatkan matanya.


Grreeeppp ... tiba-tiba Papah Yasmin memeluk Zain dengan sangat erat.


“Anak nakal, jaga putriku dengan baik, jangan pernah menyakitinya!!” ucap Papah Yasmin.


“Papah ... “ Yasmin menatap Papahnya.


“A apa Papah mertua merestui hubungan kami??” tanya Zain ragu.


“Emh, bocah nakal, tak ada yang bisa kulakukan lagi, jika kalian saling mencintai, akan sia-sia semua yang kulakukan jika kalian tetap kuat bersama-sama. Aku tak bisa mengalahkan orang-orang yang sedang jatuh cinta”


“Papah, terimakasih, aku janji, aku akan menjaga Kak Yas dengan baik”


“Tentu saja, jika kamu berani menyakitinya, aku akan mematahkan lehermu”


“Baiklah Papah, Papah ...”


“Apa anak nakal??”


“Bisakah Papah melepaskan pelukannya? Ini sangat sesak”


“Ya ampun!!! kenapa aku bisa memelukmu?? Ish ...”


Bhhhaaaaa ... terdengar gelak tawa semua orang.


“Terimakasih besan, sudah merestui hubungan anak-anak kita”


Para orangtuapun berpelukan layaknya teletubies ....


Bersambung ...............


seribu dua ratus word ya guys, ada yang bilang upnya cuman dikit?? ada yang mau double update, boleh, kalau komentarnya tembus sampe 200 author akan double update. he


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers, like, koment, bintang lima dan votenya juga....


Boleh juga follow IG author yaaa ... Teteh_neng2020, author tunggu yaaaa.... terimakasih.