TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Hari Pertama Kerja


Tok ... tok ... tok ... ( Suara ketukan pintu )


Zain menyembulkan kepalanya di sebuah ruangan yang di arahkan oleh receptionis tadi.


Ya, ini adalah hari pertamanya bekerja, dengan semangat delapan enam Zain datang ke kantor pagi-pagi sekali, kemeja putih, celana hitam, khas karyawan baru lengkap di gunakannya.


“Permisi ... “ sapanya.


Seorang perempuan yang menggunakan kacamata, dengan rambut sebahu meliriknya.


“Iya, ada perlu apa???“ tanyanya.


“Maaf bu, saya karyawan baru yang di tempatkan disini“ Zain memanggutkan kepalanya.


“Ah, iya karyawan baru itu kamu ya??” tanyanya lagi.


“Iya bu“ Zain tersenyum ramah.


“Ayo masuk,“


“Baik bu“ Zain mengedarkan pandangannya, terlihat ada empat meja kerja, yang sudah si isi dengan karyawan, karyawaty yang hanya meliriknya sesaat. Kemudian kembali berkutat dengan komputer di hadapannya masing-masing.


Lama Zain berdiri, akhirnya dia bertanya kembali “Bu, maaf kursi saya di mana ya??”


“Ah, iya kursi kamu di sana“ perempuan kacamata menunjukkan sebuah kursi dan meja yang ada di pojokan, Zain mengerutkan alisnya.


“Di sana bu??” tanya Zain.


“Iya di sana,“ perempuan kacamata itu mengangguk, meyakinkan.


“Tugas saya apa bu?” tanya Zain kemudian.


“Tugas kamu adalah membantu kami semua“ jelasnya.


“Maksudnya bagaimana ya bu??” Zain tambah bingung.


“Iya, tugas kamu adalah membantu menyiapkan segala kebutuhan kami“ jelasnya lagi,


Zain terdiam mematung, bingung dengan ucapan perempuan berkacamata.


“Pagi semua ... “ tiba-tiba seorang pria dengan setelan yang sempurna datang memasuki ruangan.


“Pagi pak,“ seluruh karyawan karyawati menghentikan aktifitasnya, dan membalas sapaan pria yang baru datang itu.


“Pa pagi“ Zain menunduk.


“Kamu karyawan baru itu kan??” tanyanya menunjuk Zain.


“Siapa namamu??”


“Muhammad Zain pak, panggil aja Zain“ jelas Zain.


“Saya manager di devisi ini, semoga betah kerja di sini ya" pria itu menyalami Zain, dengan penuh semangat.


“Ah ... baiklah, semuanya perhatian!“ Pak manager mengangkat tangannya.


“Mulai sekarang kita kedatangan karyawan baru, yang akan membantu kita, ayo perkenalkan diri kalian,“


“Hay, aku Rina“ perempuan muda, berpenampilan seksi, menyalami Zain.


“Aku Ida“ perempuan berkacamata tadi, ikut memperkenalkan diri.


“Aku Tiyas,“ perempuan montok, kali ini yang menjabat tangan Zain.


“Dan aku Ruben“ kini pria jangkung yang menyapa Zain.


“Baik semuanya silahkan kembali pada pekerjaan masing-masing, Zain silahkan duduk di mejamu“ Pak manager menunjukkan kursi Zain, kemudian dia beranjak menuju kursinya yang terletak di ujung ruangan.


Zain duduk, dengan hati yang bingung, untuk pertama kalinya dia menjalani dunia kerja. Jadi dia sama sekali tidak faham, apa yang harus di lakukannya.


“Zain, tolong buatkan aku minum ya, koffee gulanya satu sendok“ tiba-tiba suara Tiyas membuyarkan lamunan Zain.


Zain celingukan, “Zain, itu di samping ruangan ini ada dapur, kamu bisa membuat minuman disana“ Tiyas menunjukkan pintu di samping ruangan, yang menjadi penghubung ruangan kerja, dan dapur.


Zain beranjak dengan hati yang kecewa, dan bingung.


“Ish ... ku fikir, aku akan bekerja di bagian administrasi, jika seperti ini, apa pekerjaanku tidak lain dan tidak bukan adalah OB??” Zain mendumel sambil mengaduk koffee , setelah selesai dia mengantar minuman itu ke meja Tiyas.


“Zain, aku mau minum Teh, tolong buatin yaaa ... !“ Rina berteriak.


“Zain, setelah itu tolong foto copy kertas itu!” suara Ruben ikut terdengar.


“Oh, iya Zain, setelah semuanya selesai, tolong siramin tanaman lumut, yang deket kulkas itu ya, itu punyaku“ kini Ida pun menyahut.


“Ba baik pak, bu“ Zain memanggutkan kepala sambil menggigit bibir bagian bawahnya.


‘Kakkkkaaaaakkkkk!!!! aku sedang di siksa ... hhhuuuuuaaaa ... semuanya demi Kak Yas, aku harus bisa‘ Zain menguatkan dirinya sendiri di dalam hati.


Bersambung ............


Hay readers jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaa ...