TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG

TERPAKSA MENIKAHI BRONDONG
Lagu Dari Zain


“Dan yang terakhir, ku ucapkan banyak terimakasih, kepada ... Ekkhheemmm ...” Zain berdehem, orang-orang sudah mulai penasaran dengan ucapan Zain selanjutnya.


Deg, deg, deg ...


Hatiku berdebar, mungkinkah dia akan menyebutkan namaku??.


“Terimakasih untuk istriku tercinta, Benazeer Yasmin, yang selalu bersabar dalam menghadapiku, selalu mencintaiku, dan selalu menemaniku dalam segala kondisi “


Seketika suara gemuruh memenuhi ruangan aula ini,


“*Hah?? istri?? gak mungkin,“


“Tidaaakkkk ... Zain sudah menikah??”


“Jadi perempuan itu istrinya Zain???”


“Apakah mungkin???”


“Bhhhaaaa ... si Zain lagi halu “


“Hhhuuuuuuuu* ............”


Dan banyak lagi kata-kata lain, yang membuat telingaku panas.


Aku terdiam, dadaku bergemuruh hebat, Zain, dia mengakuiku di depan umum, jika aku adalah istrinya, Mamer memegang tanganku sambil tersenyum, merasa bangga atas keberanian putranya.


“Ah, papah, Zain kita, dia sudah dewasa“ Mamer menempelkan kepalanya, di bahu Pamer.


“Dan persembahan kali ini, akan ku persembahkan untuk istriku tercinta, sebuah lagu untukmu Kak“ Zain menunjukku dengan tangannya,


Musik mulai mengalun, mengiringi suara Zain yang ternyata cukup merdu, beberapa perempuan mulai mendelik ke arahku, mereka menatapku dengan tatapan yang membunuh, seolah tak rela jika fans mereka, memilihku.


"*No one ever saw me like you do


All the things that I could add up to


I never knew just what a smile was worth


But your eyes say everything without a single word


'Cause there's somethin' in the way you look at me


It's as if my heart knows you're the missing piece


You made me believe that there's nothing in this world I can't be


I never know what you see


But there's somethin' in the way you look at me


 If I could freeze some moment in my mind


Be the second that you touch your lips to mine


I'd like to stop the clock, make time stand still


'Cause, baby, this is just the way I always want to feel


 I don't know how or why I feel different in your eyes


“Hhhuuuhhhuuuu....”


Suara sorak sorai, mulai terdengar, ketika Zain menyelesaikan lagunya, Zain turun dari panggung, lalu menghampiri kami, Zain memeluk kedua orangtuanya, dan di sambut oleh mereka, dengan penuh haru, mereka menciumi Zain dengan tetesan air mata, mungkin terharu jika anak semata wayangnya, sudah lulus sekolah, juga sudah membina rumah tangga, meski dengan banyak drama.


Setelah selesai memeluk kedua orangtuanya, Zain menghampiriku, tanpa aba-aba dia memelukku,


“Hhhuuuhhhuuu“ terdengar suara sorakan itu lagi.


Aku berdiri mematung, seolah tak percaya dengan apa yang di lakukan Zain, si bocah ingusan, kini memelukku dengan erat, membisikkan sebuah kata yang sulit ku percaya.


“Terimakasih istriku, sudah mau menerima segala kekuranganku, mau menjagaku,“


Aku tidak menjawabnya, aku hanya diam tak percaya.


“Ccciiieeee ... eekkhheeemmm“ tiba-tiba Pamer berdehem.


“Hhhuuuhhhuu ...” segala sorak itu aku dengar kembali,


Zain melepaskan pelukannya, malu-malu, dia berlari kebelakang panggung. Ck, Zain bocahku.


Sepulang acara Zain di sekolah, kami memutuskan untuk makan-makan di luar, Pamer bilang ini untuk merayakan kelulusan Zain. Pamer memesan restoran yang cukup besar, dan mewah, khas horang kaya.


Setelah kami semua duduk, dan memesan makanan, kami mulai acara makan kami, tanpa ada yang berbicara.


“Ekhem, Zain mau hadiah apa dari papah??” Pamer membuka suaranya.


Ck, hadiah lagi, hadiah lagi, bukannya kalau gak ada acara juga, Zain udah sering dapet hadiah ya?? Apalagi dari emaknya, beuh ... apapun keinginan Zain, selalu diturutinya.


“Emmhhh” Zain terlihat berfikir.


“Aku mau hadiah liburan pah“ jawab Zain, aku hanya terdiam menyimak, menunggu ucapan Zain selanjtnya.


“Liburan?? liburan kemana??” tanya Pamer, mengernyitkan dahinya.


“Ke pulau terpencil pah“ jawab Zain polos.


“Pulau terpencil???” kini Mamer yang bersuara.


“Iya,“ jawab Zain sambil mengunyah makanannya santai.


“Ahh ... Papah tahu, kamu pasti mau bulan madu kan??” tanya Papah sambil mengacungkan sendoknya.


“Whhhaaattt???? uhuk ... uhuk ... uhuk“ seketika aku tersedak.


“Hhhhiiiii ...” Si Bocah cekikikan.


“Mamah setujuuu ... hhii ... pengen cepet nimang cucu,“ Mamer terkikik.


Aku???? tepok jidat.


Bersambung ...............


Sya la la la la...( Author lagi nyanyi ) sambil ngacak ngacak bantal, (Untung gak ngacak ngacak tong sampah )


Sedih, iya, buku ini, views nya baru sedikit, like, koment, sedikit, vote apalagi, di tambah sekarang, rating buku ini mendadak turun, teganya readers yang memberikan rating rendah.


Hhhuuuaaaaa .... udah dulu ya curhatnya, author mau lanjutin lagi ngacak ngacak bantalnya, sambil nyanyi nyanyi cantik, sya la la la la la....